Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah bergulir selama satu tahun lamanya. Menurut data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) , MBG telah dinikmati 49,66 juta siswa.
Menurut laman Badan Gizi Nasional (BGN), MBG diluncurkan untuk meningkatkan gizi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita melalui penyediaan makanan bergizi sesuai standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian.
Menu makanan yang disediakan dalam MBG dirancang untuk memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian, dengan porsi makan pagi menyumbang 20-25 persen kebutuhan gizi harian dan makan siang 30-35 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studi bertajuk Dampak, Efektivitas, dan Arah Kebijakan Program MBG oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tim menemukan sebanyak 49,66 juta siswa di Indonesia telah mendapatkan porsi MBG.
Tak hanya itu, MBG juga telah disalurkan pada pesantren, seminari hingga siswa Sekolah Rakyat. Lebih lengkapnya, simak data penyerapan MBG hingga 2026 di bawah ini.
Data Pembagian MBG hingga 2026
Siswa: 49,66 juta orang
PAUD: 59.705 siswa
TK: 71.021 siswa
SD Kelas 1-3: 105.235 siswa
SD Kelas 4-6: 105.458 siswa
MI Kelas 1-3: 20.449 siswa
MI Kelas 4-6: 20.095 siswa
SMP: 29.429 siswa
MTs: 15.073 siswa
SMA: 11.072 siswa
SMK: 11.312 siswa
MA: 7.885 siswa
Pesantren: 5.956 santri
PKBM: 824 peserta didik
Seminari: 24 peserta
Sekolah Rakyat: 162 siswa
Daftar Menu MBG
Untuk menu MBG sendiri, BGN telah menyarankan nasi, lauk, sayur, dan buah. Adapun susu hanya diberikan untuk daerah-daerah yang dekat dengan sentra peternakan sapi perah, dan hanya diberikan 2-3 kali per minggu.
Untuk daerah lain yang tidak dekat dengan sentra tersebut, kebutuhan kalsium diganti dengan bahan pangan sumber kalsium lain. Kemudian sumber protein dapat diganti dari makanan berbahan tumbuhan.
Itulah data pembagian MBG di berbagai jenjang pendidikan RI. Sekolahmu sudah terima MBG?










































