Riset BRIN Beberkan Manfaat MBG: Tingkatkan PDB-Serap Tenaga Kerja

ADVERTISEMENT

Riset BRIN Beberkan Manfaat MBG: Tingkatkan PDB-Serap Tenaga Kerja

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 04 Mar 2026 19:00 WIB
Siswa memperlihatkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Gunung Lipung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (29/12/2025). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap menyalurkan bantuan MBG selama tiga hari berupa susu, buah, roti, biskuit, dan
Foto: ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI/MBG selama libur sekolah di Tasikmalaya
Jakarta -

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan riset terbaru mengenai dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bangka Belitung dan Jawa Barat. Seperti apa hasilnya?

Dalam studi bertajuk Dampak, Efektivitas, dan Arah Kebijakan Program MBG, tim menemukan serangkaian dampak positif MBG. Bukan pada siswa, tapi pada perekonomian lokal.

Salah satunya adalah MBG berhasil meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sampai Rp14,5-Rp25,8 Triliun. Penasaran dengan manfaat lainnya? Berikut penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manfaat Program MBG Menurut Riset BRIN

1. Menambah PDB

"Dia [MBG] punya kontribusi yang positif terhadap penambahan PDB. Itu sampai di sekitar 14,5 Triliun sampai 25,8 Triliun," ujar Dr Iwan Hermawan Ketua Tim Peneliti Program MBG BRIN di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

ADVERTISEMENT

Iwan menuturkan jika konsumsi di wilayah tersebut juga meningkat karena permintaan MBG. Hal ini kemudian meningkatkan rasio PDB Indonesia.

"Jadi kalau itu [permintaan] sedikit saja naik, PDB kita akan naik lebih tinggi lagi," ujarnya.

2. Menggerakan Perekonomian Lokal

Permintaan pakan MBG mendorong produksi pangan dan pertanian lokal. Contohnya hasil olah daging, beras, hasil olah sayur, dan buah-buahan.

"Tidak hanya terjadi peningkatan di bahan baku, tapi juga di industri pengolahan. Jadi mulai dari tepung lainnya, roti dan biskuit, sampai ke olahan ikan dan makanan lainnya," tuturnya.

3. Penyerapan Tenaga Kerja

Terakhir, MBG meningkatkan penyerapan tenaga kerja hingga 0.9 persen atau 183.000 orang. Iwan menuturkan tenaga kerja ini tidak hanya mereka yang bekerja di dapur MBG, tapi juga proses produksi pangan.

"Penyerapan ini juga tidak hanya di sektor primer tenaga kerjanya, tapi juga di beberapa sektor yang lain, baik itu industri antara maupun industri hilirnya. Jadi cukup menyebar juga untuk penyerapan tenaga kerjanya," ungkapnya.



(nir/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads