Studi Ungkap Rasa Ini Bisa Bikin Otak 'Bangun'

ADVERTISEMENT

Studi Ungkap Rasa Ini Bisa Bikin Otak 'Bangun'

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 12 Feb 2026 09:30 WIB
Studi Ungkap Rasa Ini Bisa Bikin Otak Bangun
Foto: Getty Images/iStockphoto/JOKO SL
Jakarta -

Tim peneliti menemukan, rasa sepat dari flavanol ternyata bisa bikin otak 'bangun'. Sensasi ini menjadi sinyal langsung ke otak, memicu efek yang mirip dengan efek olahraga ringan terhadap sistem saraf.

Flavanol adalah bagian dari polifenol, senyawa tumbuhan. Rasa sepat adalah sensasi kering, mengerut, kasar, atau seperti amplas pada lidah saat mengonsumsi makanan kaya polifenol. Flavanol umumnya ditemukan pada kakao (cokelat), anggur merah, dan beri.

Sebelumnya, flavanol dinilai berpengaruh pada penurunan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Senyawa ini juga dinilai berpengaruh pada daya ingat yang lebih baik, peningkatan kerja kognitif otak, dan perlindungan pada kerusakan sel otak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam jurnal Current Research in Food Science, tim peneliti melaporkan, asupan flavanol rupanya meningkatkan aktivitas, rasa ingin tahu, pembelajaran, dan memori otak. Padahal, senyawa ini masuk sangat sedikit ke aliran darah setelah pencernaan.

ADVERTISEMENT

Lantas, bagaimana flavanol memengaruhi fungsi otak dan sistem saraf?

Rasa Sepat 'Bangunkan' Otak

Peneliti menilai, rasa sepat dari flavanol itu sendiri mengaktifkan jalur otak yang berhubungan dengan perhatian, motivasi, dan respons stres.

Alih-alih hanya bertindak melalui penyerapan ke dalam aliran darah, flavanol diperkirakan berfungsi sebagai pemicu stres sedang yang merangsang sistem saraf pusat, sehingga meningkatkan perhatian, kewaspadaan, dan daya ingat.

Rasa sepat ini juga diperkirakan 'menyalakan' bagian otak yang berhubungan dengan rangsangan dan ingatan.

Temuan ini diperoleh dari pengujian pada tikus usia 10 minggu. Sebagian tikus diberi flavanol dengan dosis 25 mg/kg atau 50 mg/kg berat badan, sedangkan sebagain lainnya diberi air suling.

Tikus yang mengonsumsi flavanol rupanya menunjukkan aktivitas fisik lebih tinggi, lebih eksploratif, dan lebih baik saat diuji mempelajari sesuatu dan mengingat, dibanding yang diberi air suling saja.

Peneliti mendapati, flavanol pada tikus meningkatkan aktivitas neurotransmiter (zat kimia pembawa pesan antarsel saraf atau dari sel saraf ke sel otot/kelenjar) pada beberapa wilayah otak. Tak lama setelah dapat asupan flavanol, kadar dopamin dan zam kimia lainnya meningkat, yang mengatur motivasi, perhatian, kewaspadaan, dan pengaturan stres.

Mirip Efek Olahraga

Hasil studi menunjukkan, flavanol dapat memicu respons fisiologis seperti yang dirasakan orang setelah berolahraga.

"Respons stres yang ditimbulkan oleh flavanol dalam penelitian ini serupa dengan respons stres yang ditimbulkan oleh olahraga fisik," kata Dr Yasuyuki Fujii dari Shibaura Institute of Technology, Saitama, Jepang, dikutip dari laman kampus.

"Dengan demikian, asupan flavanol dalam jumlah sedang, meskipun bioavailabilitasnya rendah, dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup," imbuhnya.

Saran Rasa Makanan

Peneliti memperkirakan, temuan ini bisa menjadi potensi baru dalam bidang nutrisi. Mereka menyarankan,makanan generasi ke depannya bisa menggabungkan rasa yang menarik, efek fisiologi yang bermanfaat, sekaligus lebih lezat.

Bagaimana detikers, apakah kamu suka makanan yang ada rasa sepatnya?

Hasil studi ini dipublikasi dengan judul "Astringent flavanol fires the locus-noradrenergic system, regulating neurobehavior and autonomic nerves" dalam jurnal Current Research in Food Science, 11 September 2025




(twu/nwk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads