Aurelie Moeremans Luncurkan Broken Strings, KemenPPPA Ingin Dialog Langsung

ADVERTISEMENT

Aurelie Moeremans Luncurkan Broken Strings, KemenPPPA Ingin Dialog Langsung

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 14 Jan 2026 18:30 WIB
Aurelie Moeremans Luncurkan Broken Strings, KemenPPPA Ingin Dialog Langsung
Aktris Aurelie Moeremans. (Foto: Dok. Instagram Aurelie Moeremans)
Jakarta -

Aktris Aurelie Moeremans meluncurkan memoar berjudul Broken Strings. Dalam buku setebal 200 halaman itu, ia menceritakan pengalaman masa remajanya saat baru memasuki dunia entertainment hingga menjadi korban child grooming.

Diketahui, child grooming adalah pelecehan terhadap anak. Dikutip dari laman Pemerintah Kanada, grooming, yang terkait hubungan dengan anak di bawah umur, adalah saat seorang dewasa membangun kepercayaan dengan seorang anak dan terkadang juga dengan orang-orang di sekitar anak tersebut, untuk memperoleh akses dan mengontrol anak tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memoar Aurelia viral di media sosial dan memantik perbincangan publik tentang child grooming. Bahkan, kisah Aurelie tidak luput dari perhatian pemerintah, terutama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Ratna Susianawati selaku Plt Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak (PKA) KemenPPPA mengatakan, buku tersebut telah menjadi perbincangan di kementeriannya.

ADVERTISEMENT

"Rekan-rekan media mengangkat isu Aurelie dan ini juga menarik perhatian menteri," ujarnya dalam Diskusi Media Catatan Hak Anak: Refleksi 2025, Agendra Prioritas 2026 Save The Children via Zoom Meeting pada Rabu (14/1/2026).

Ratna juga berkaca pada momen peresmian Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Waktu itu, UU tersebut bertujuan untuk mengendalikan tindak kekerasan yang terjadi.

"Kami juga ingin mendengar langsung tentang hal ini. Kami mencoba menemukan waktu dan formula yang tepat. Kami ingin mendengar langsung, mungkin juga dengan Aurelie," katanya.

Efek Child Grooming pada Korban

Psikolog klinis Arnold Lukito menyampaikan, ada beberapa dampak psikologis yang bisa dialami korban grooming, salah satunya ketergantungan emosional yang tak sehat.

"Nah, di grooming ini kan tadi ada kontrol, ada manipulasi. Artinya si anak ini, ya. Artinya kan dia juga, dalam tanda kutip, sebenarnya dikontrol dan dimanipulasi. Nah, itu kan akhirnya membuat juga banyak hal, seperti, dia mungkin jadi punya ketergantungan emosional yang tidak sehat, gitu kan," ucapnya, dikutip dari 20detik, Rabu (14/1/2026).

Tak hanya itu, child grooming juga bisa memengaruhi cara korban mengidentifikasi dirinya.

"Dalam artian, oh ternyata saya itu bisa punya hubungan seperti ini dengan orang yang jauh lebih tua," ucapnya.

Dampak lain adalah munculnya rasa bersalah dan rasa malu. Secara psikologis, dua emosi ini tergolong sangat kuat dan sering meninggalkan luka jangka panjang.

Tanda-tanda Anak Mengalami Child Grooming

Menurut National Society for the Prevention of Cruelty to Children Inggris, ini tanda-tanda anak mengalami child grooming:

  1. Perubahan perilaku yang tiba-tiba, seperti menghabiskan lebih banyak atau lebih sedikit waktu online
  2. Menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah atau menghilang dari rumah atau sekolah
  3. Bersikap tertutup tentang bagaimana mereka menghabiskan waktu mereka
  4. Mendapatkan hadiah yang tidak mereka jelaskan
    Menyalahgunakan alkohol dan/atau narkoba
  5. Memiliki persahabatan atau hubungan dengan orang yang jauh lebih tua
  6. Mengalami masalah kesehatan seksual
  7. Menggunakan bahasa seksual yang tidak orang tua duga
  8. Tampak sedih atau menarik diri
  9. Masalah kesehatan mental.



(nir/twu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads