Bukan Mitos, Dosen Unair Bilang Kurang Tidur Bisa Picu Penyakit Ini pada Remaja

ADVERTISEMENT

Bukan Mitos, Dosen Unair Bilang Kurang Tidur Bisa Picu Penyakit Ini pada Remaja

Nikita Rosa - detikEdu
Sabtu, 10 Jan 2026 19:00 WIB
Bukan Mitos, Dosen Unair Bilang Kurang Tidur Bisa Picu Penyakit Ini pada Remaja
Ilustrasi Kurang Tidur. (Foto: Getty Images/iStockphoto/sam thomas)
Jakarta -

Kurang tidur dikenal sebagai sumber dari berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah penyakit obesitas yang kerap menyerang remaja.

Obesitas tak hanya penumpukan lemak yang berlebihan. Penyakit kronis ini juga dapat menyebabkan munculnya penyakit lain seperti diabetes, tinggikolestrol dan tekanan darah tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Dr Nur Aisiyah Widjaja dr Sp A(K), remaja perlu membuat jam tidur yang teratur untuk mengurangi risiko obesitas. Ia menyarankan waktu tidur maksimal jam 9 malam.

"Maksimal di jam 9 malam yang mana hormon melatonin yang mengatur regulasi tidur akan meningkat perlahan dari jam 8. Apabila tidur melebihi jam 9, maka hormon melatonin akan digantikan dengan hormon leptin yang dapat memberikan rasa lapar dan keinginan untuk sekedar ngemil atau makan meningkat," ungkapnya dalam laman Unair dikutip Jumat (9/1/2026).

ADVERTISEMENT

Makan di Malam Hari

Aisiyah mengatakan kebiasaan tidur larut malam biasanya dibarengi dengan kegiatan makan saat malam hari. Umumnya, banyak remaja yang makan mie instan dengan telur sebagai campurannya. Tidak sedikit juga remaja yang memakan gorengan sebagai cemilan.

"Makan mie instan di malam hari tentunya tidak direkomendasikan karena jumlah kalorinya yang tinggi, apalagi jika ditambah dengan telur yang mengandung protein dan juga lemak. Tambahan tersebut juga akan menambah asupan kalori yang masuk pada tubuh, terlebih saat malam hari tubuh tidak terlalu aktif bergerak sehingga berisiko besar munculnya obesitas," ungkapnya.

Stres Bisa Kurangi Jam Tidur

Kurangnya waktu tidur juga dapat dipengaruhi oleh stres. Saat sedang stres, tubuh dapat melepaskan hormon kortisol yang akan mengganggu pelepasan melatonin pengatur tidur. Oleh karena itu, penting untuk menjaga stress tubuh dan pola makan.

"Usahakan tidur di jam 9 malam dan makan terakhir di jam 7 malam serta hindari pengerjaan tugas kebut semalam. Perhatikan durasi tidur karena dapat memicu terjadinya obesitas yang berdampak Sindrom Metabolik (risiko diabetes, penyakit jantung koroner dan penyakit yang berhubungan dengan penyakit non communicable disease (NCD)," tuturnya.




(nir/nwk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads