Hasil Pindai Mumi "Anak Emas" Temukan 49 Jimat, Begini Studinya

Hasil Pindai Mumi "Anak Emas" Temukan 49 Jimat, Begini Studinya

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 25 Jan 2023 11:00 WIB
Mumi
Mumi
Jakarta -

Peneliti menemukan, mumi "Golden Boy" atau "Anak Emas" dari sekitar tahun 332-30 sebelum Masehi (SM) rupanya dipasangi 49 amulet atau jimat logam yang diperkirakan emas hingga batu. Amulet itu ditemukan terpasang di berbagai tempat, dari kepala hingga di dalam perut.

Amulet adalah benda-benda yang dipasangkan pada seseorang dengan harapan dapat melindungi dan memberikan kekuatan tertentu. Di mumi "Anak Emas" ini, amulet tersebut diperkirakan sebagai perlindungan dan pemberi kekuatan tubuh di dunia selanjutnya.

Temuan ini disampaikan Sahar N Saleem dari Departemen Radiologi, Fakultas Kedokteran Kasr Al Ainy, Universitas Kairo serta Sabah Abd el-Razek Seddik dan Mahmoud el-Halwagy dari Museum Mesir Kairo dalam jurnal Frontiers in Medicine, Selasa (24/1/2023).

Mumi "Anak Emas" adalah mumi anak remaja usia sekitar 14-15 tahun yang terbalut erat dan dikubur di pekuburan zaman Ptolemaic Akhir di Edfu, Mesir.

Semula, mumi "Anak Emas" ini disimpan di Museum Mesir Kairo sejak 1916. Namun, karena terbalut rapat dan alasan lainnya, belum ada pengujian lanjutan pada mumi anak tidak dikenal ini.

Lantas, bagaimana para peneliti ini memastikan identitas keberadaaan amulet di mumi "Anak Emas" ini?

Penelitian Mumi "Anak Emas"

Saleem dkk menggunakan pemindaian (scan) dan 3D-printing dengan Computed Tomography (CT) untuk mendokumentasikan isi dalam mumi "Anak Emas" yang dibalut rapat tersebut.

Menurutnya, CT-scan dan 3D-printing memungkinkan mereka seolah-olah menyibak pembungkus mumi tersebut secara digital dengan metode non-invasive. Dengan demikian, mumi dari sekitar 2.500 tahun lalu ini tidak rusak.

Saleem dkk menuturkan, penelitiannya pada mumi Mesir kuno merupakan kesempatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang kesehatan, kepercayaan, dan keterampilan manusia di zaman kuno.

Hasil pemindaian CT-scan menunjukkan, "Anak Emas" tersebut berada dalam kondisi bergizi baik saat meninggal, di samping bergigi dan tulang sehat.

Dalam mumifikasinya, otak sang anak dipisahkan, tetapi jantungnya dibiarkan di dalam rongga tubuh sebagai simbol spiritual. Bagian dalam tengkorak lalu diisi dengan resin, sementara rongga badan dengan resin dan tumpukan kain linen.

Anak tersebut dimumikan dengan ornamen topeng kepala berlapis emas, hiasan dada, dan sepasang sandal.

Amulet Mumi "Anak Emas"

Pemindaian dan 3D-printing oleh Saleem dkk menemukan, ke-49 amulet atau jimat di mumi "Anak Emas" terdiri dari 21 bentuk berbeda. Di antaranya yaitu bulu burung falcon, bulan sabit, kepala ular, kumbang scarab, labu, zigzag, manik-manik, dan silinder.

Hasil pemindaian mumi Hasil pemindaian mumi "Anak Emas" mendapati berbagai jimat ditempatkan dalam mumifikasi mumi "Anak Emas". Foto: © Sahar N. Saleem, Sabah Abd el-Razek Seddik, dan Mahmoud el-Halwagy

Saleem dkk menjelaskan, orang Mesir kuno percaya bahwa kekuatan magis jimat berasal dari bahan, bentuk, dan warnanya. Bahan jimat juga dipengaruhi status sosial ekonomi almarhum.

Adapun 30 jimat di antaranya terbuat dari logam yang diduga emas, sementara sisanya terbuat dari keramik, batu, dan tanah liat yang dibakar. CT-scan dapat membantu menentukan bahan jimat dengan mengukur kerapatannya.

Salah satu jimat yang dipasang pada mumi "Anak Emas" yaitu jimat pipih emas di dalam mulut. Jimat ini melambangkan lidah, untuk memastikan sanga anak bisa berbicara di akhirat.

Saleem dkk berpendapat, temuan ini menunjukkan bahwa orang Mesir kuno menghargai anak-anak mereka dan memberi mereka perawatan ritual.

Sementara itu, sambungnya, teknik canggih seperti CT dan pencetakan 3D-nya memungkinkan peneliti mengeksplorasi secara virtual mumi Mesir kuno tidak dikenal yang disimpan di museum.

Lebih lanjut, metode pemindaian tersebut memungkinkan peneliti dan orang masa kini mengetahui secara rinci tentang profil pribadi sosok di balik mumi, penanggalan, status kesehatan, status sosial, ritual, dan kepercayaannya, serta mendukung di samping mendukung tampilan di museum.



Simak Video "Tim Arkeolog Temukan Mumi Berusia 4300 Tahun di Mesir"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia