Arkeolog Ungkap Kota Kuno Terbesar di Dunia, Begini Studinya

Arkeolog Ungkap Kota Kuno Terbesar di Dunia, Begini Studinya

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Rabu, 11 Jan 2023 19:30 WIB
Ilustrasi peradaban kota kuno Nineveh
Ilustrasi Peradaban Kota Nineveh (Foto: Sir Austen Henry Layard/British Museum)
Jakarta -

Detikers pernah dengar tempat yang disebut Nineveh? Penelitian tim arkeolog mendapati, Nineveh sempat menjadi kota kuno terbesar dan paling maju di dunia.

Tim arkeolog dari University of Pennsylvania AS menemukan ukiran batu kuno di Irak yang merupakan petunjuk tentang bagaimana kehidupan orang Assyria di kota Nineveh. Temuan tersebut berhasil mengungkap kisah tentang kehidupan orang-orang yang tinggal di kota kuno itu, seperti dikutip dari ZME Science.

Lantas, seperti apa peradaban di kota kuno Nineveh?

Nineveh, Kota Penting dalam Peradaban Mesopotamia

Nineveh menjadi kota yang paling penting dalam peradaban Mesopotamia pada abad ke-14 hingga 7 sebelum Masehi (SM) yang sekarang merupakan wilayah Irak dan sebagian Turki.

Kota kuno tersebut masih ada hingga kini di Mosul, sebelah utara Irak, tepatnya sisi timur Sungai Tigris. Selama sekian dasawarsa, kota tersebut menjadi ibu kota sekaligus kota terbesar di Kerjaan Assyria Baru dan dunia.

Penemuan ukiran pada batu tersebut dinilai dapat mengungkap apa yang selama ini ingin diketahui oleh arkeolog. Usia ukiran ini sendiri mencapai 2.700 tahun.

Ukiran batu tersebut menggambarkan taktik militer bangsa Assyria, hutan, raja, pengadilan, pegunungan, serta peristiwa perang.

"Temuan ini memperkaya data dan pemahaman terhadap sejarah Assyria Baru di Mesopotamia kuno. Kami takjub dengan konservasi dari temuan bersejarah dan langka ini," ungkap Direktur Museum Penn dan Profesor Humaniora University of Pennsylvania AS, Christopher Woods, dikutip dari The Daily Penn pada Rabu (11/1/2023).

Selain itu, arkeolog juga menemukan tujuh lapisan marmer yang menyelimuti ukiran batu tersebut. Benda-benda itu ditemukan di monumen bersejarah gerbang Mashki, yang merupakan salah satu dari 5 jalur masuk ke kota kuno Nineveh.

Bagaimana Sejarah Kota Nineveh?

Sejarah kota Nineveh dimulai dari dewi perang dan cinta Mesopotamia, Ishtar. Sekitar tahun 6.000-3.000 SM, Nineveh menjadi tempat penting untuk menyembah Ishtar. Bahkan, kota ini dijuluki sebagai Rumah Ishtar.

Peneliti meyakini, sekitar 1813 SM, bangsa Assyria mulai berkuasa di kota tersebut. Lalu, raja Assyria baru menjadikan kota itu sebagai pusat perdagangan.

Pada masa Raja Sennacherib, kota tersebut menjadi ibu kota kerajaan Assyria. Untuk menjaga dari serangan musuh, Sennacherib membangun tembok di sekeliling kota sepanjang puluhan kilometer. Selain itu, dia juga membangun monumen, gerbang utama, istana, hingga kuil.

Selama sekitar lima dasawarsa, kota itu menjadi yang terbesar dan paling spektakuler di dunia. Selain menjadi kota pusat agama dan budaya Mesopotamia, kota itu juga menjadi pusat ekonomi.

Bahkan, beberapa sejarawan mempercayai bahwa salah satu dari tujuh keajaiban kuno, Taman Gantung, didirikan di Nineveh.

Kekuatan Militer Kota Nineveh

Ukiran batu yang ditemukan di Irak memberikan bukti betapa kuatnya militer Assyria. Dalam buku Fighting Techniques of the Ancient World karya Simon Anglim, dikatakan bahwa raja-raja neo-Assyria memiliki kekuatan tentara yang paling ditakuti dan dihormati pada masa itu.

Sayangnya, sebagian besar situs bersejarah dan museum di Irak yang banyak menyimpan sisa-sisa kejayaan Nineveh banyak yang hancur dan dijarah oleh ISIS.

Saat Ashurbanipal, putra dari Sennacherib meninggal dunia pada tahun 627 SM, kekaisaran Assyria mulai mengalami kemunduran.

Ashurbanipal gagal dalam peperangan melawan musuh, akhirnya pada 612 SM, bangsa Persia, Babilonia dan Medes menyerang kota Nineveh secara bersamaan hingga membakar kota tersebut sebelum menguasai wilayahnya.



Simak Video "Penampakan Banjir di Kota Kuno Petra Yordania, Para Wisatawan Dievakuasi!"
[Gambas:Video 20detik]
(aeb/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia