"Tok-tok-tok-tok-tok-tok!". Terdengar memuaskan atau berisik? Suara ini begitu familier akhir-akhir ini. Berasal dari mainan latto-latto, yaitu dua bola pejal kecil dari plastik yang terhubung dan diayun-ayunkan pakai tali kecil.
Mainan itu begitu viral dimainkan bocah-bocah di kota hingga pelosok desa. Tak pelak, orang-orang dewasa akhirnya memainkan pula.
Presiden Jokowi dalam kunjungan ke pasar tradisional Subang untuk mengecek harga bahan pangan, perhatiannya sejenak teralihkan oleh bocah di pasar yang memainkan latto-latto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, Jokowi yang didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun akhirnya mencoba permainan itu. Ridwan Kamil bahkan mencoba dua latto-latto sekaligus. Ya, ternyata tak semudah itu memainkannya.
Tapi tahukah detikers ternyata mainan latto-latto ini bukan hal baru? Latto-latto disebutkan telah ada sejak tahun 1960-an. Sejarah mainan latto-latto ini paling mencuri perhatian pembaca detikEdu dan jadi artikel terpopuler selama pekan terakhir Desember 2022.
Lantas sebagai warga negara Indonesia yang menghuni daerah tropis, terbayangkah ada kota terdingin di dunia yang suhu umumnya -30Β°C sampai -40Β°C? Bahkan di musim dingin yang panjang suhunya bisa turun hingga -70Β°C. Kok ya ada manusia yang bisa bertahan hidup di daerah sedingin itu?
Nyatanya kota terdingin di dunia yang terletak di Yakutsk, bagian dari Federasi Rusia ini, dihuni sekitar 356.000. Bahkan mereka punya bioskop kota, restoran, dan transportasi umum yang berfungsi sepanjang tahun.
Bagaimana awalnya kota itu bisa dihuni ratusan ribu orang bahkan kini tumbuh sebagai pusat industri, budaya, dan penelitian utama di sana, dengan hasil tambang melimpah? Kisah kota terdingin ini juga banyak mencuri perhatian pembaca detikEdu.
Berikut 10 artikel terpopuler sepekan detikEdu periode 25 hingga 31 Desember 2022:










































