Apa Cairan pada Bunga yang Diserap Lebah? Begini Prosesnya Jadi Madu!

Apa Cairan pada Bunga yang Diserap Lebah? Begini Prosesnya Jadi Madu!

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 30 Nov 2022 16:20 WIB
Seekor lebah hinggap di salah satu bunga matahari di Bogor Sky Garden, Mall BTM, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/5/2021). Taman bunga matahari di atap gedung pusat perbelanjaan tersebut menjadi lokasi wisata alternatif bagi pengunjung dalam mengisi libur akhir pekan di masa pandemi COVID-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj.
Lebah menyerap cairan pada bunga dan memprosesnya jadi madu. Foto: ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH
Jakarta -

Cairan pada bunga yang diserap lebah bernama nektar.

Nektar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki tiga arti yaitu minuman para dewa (Yunani dan Romawi), minuman yang dapat memberikan kenikmatan, dan cairan manis yang terdapat pada bunga yang biasa diserap lebah dan bahan utama untuk madu.

Dalam buku 100 Fakta Unik Tumbuhan oleh Ayesha Sophie Sayyida, nektar juga disebut sebagai cairan manis yang keluar dari bunga.

Nektar mengandung gula, protein, garam, dan mineral yang dibutuhkan oleh hewan. Cairan ini memiliki banyak warna, dari kuning, kecoklatan, merah, hingga hijau.

Selama ini, diketahui bahwa lebah sangat menyukai nektar dan dapat mengolahnya menjadi madu. Namun, ada hewan lain yang juga sangat menyukai nektar, yakni burung kolibri.

Pada dasarnya, nektar dihasilkan oleh bunga yang melalui proses penyerbukan. Bunga memanfaatkan nektar agar bisa menarik serangga dan membantu proses penyerbukannya.

Dilansir laman Universitas Bung Hatta, nektar terdapat di bagian petal, sepal, stamen, dan stigma bunga. Nektar juga memiliki konsentrasi yang berbeda di setiap bunganya.

Ada dua jenis nektar. Jenis pertama bernama nektar floral atau nektar yang dihasilkan dari dalam atau dekat bunga tanaman. Jenis kedua bernama nektar ekstra floral, atau nektar yang dihasilkan bagian tanaman lain selain bunga.

Pada umumnya, semua tanaman berbunga menghasilkan nektar, terlebih yang melakukan proses penyerbukan. Contohnya seperti tanaman akasia, sengon, ketapang, sonokeling, asam jawa, mangga, mancang, langsat, belimbing, rambutan, jambu air, kacang gude, petai, cabai, nenas, ubi jalar, labu siam, bawang merah, dan kumis kucing.

Perubahan Nektar Menjadi Madu

Seperti yang disebutkan sebelumnya, nektar adalah bahan utama madu. Lalu, bagaimana perubahan tersebut bisa terjadi?

Mengutip buku Lebah Madu (ed. Revisi) oleh B. Sarwono, nektar awalnya dikumpulkan lebah pekerja dari bunga dengan cara menghisapnya memakai mulut dan esofagus, lalu masuk ke perut di dalam abdomen.

Sebagian air nektar akan diserap sel-sel dinding perut lebah dan dibuang ke luar melewati pipa malfigi dan poros usus. Bersama air yang dibuang ini terdapat beberapa garam mineral dan sebagian zat aromatik pada nektar yang akan memberikan aroma khusus pada madu.

Namun ternyata, bukan hanya satu lebah yang bisa mengubah nektar menjadi madu. Nektar yang berhasil dibawa pulang akan dioper ke lebah lainnya untuk dicampur dengan air liur dan dihilangkan airnya. Setelah dikunyah-kunyah selama 20 menit oleh lebah pekerja di sarang, bahan akan berubah menjadi madu.

Madu yang sudah jadi akan disimpan dalam sel-sel sarang setetes demi setetes.

Untuk menghasilkan 1 kg madu, lebah harus mengumpulkan 120.000-150.000 tetes nektar atau 3-4 kg nektar dengan menempuh jarak 360.000-450.000 km. Wah, jauh ya, detikers!

Cairan pada bunga yang diserap lebah ini memang sangat bermanfaat untuk banyak makhluk dari lebah hingga manusia. Lebah mendapat makanan dari nektar, sedangkan manusia mendapat manfaat nektar setelah berproses menjadi madu melalui lebah.

Nektar juga bermanfaat bagi tumbuhan itu sendiri, yang berfungsi sebagai pertahanan tumbuhan. Dengan nektar, tumbuhan bisa berkembang biak karena ia memiliki peran dalam menarik hewan dan mempertahankan tumbuhan tersebut.

Itulah penjelasan cairan pada bunga yang diserap lebah. Jadi makin tahu, kan, detikers!



Simak Video "Kisah Pria Badung Budidaya Lebah Trigona Sebagai Obat"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia