Lebah Madu Jago Bertahan Hidup di Daerah Dingin, Begini Sebabnya

Lebah Madu Jago Bertahan Hidup di Daerah Dingin, Begini Sebabnya

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 21 Nov 2022 08:00 WIB
Lebah madu Apis cerana yang jago bertahan hidup di wilayah dingin.
Lebah madu Apis cerana yang jago bertahan hidup di wilayah dingin. Foto: Wikimedia Commons/Charles Lam
Jakarta -

Lebah madu dikenal sebagai salah satu serangga polinator penghasil madu. Tahukah detikers, hewan polinator ini punya kemampuan unik bertahan hidup di daerah bersuhu dingin?

Prof Xin Zhou, akademisi dari Departemen Entomologi, College of Plant Protection, China Agricultural University menjelaskan kelebihan unik lebah madu ini di kelas biologi interaktif untuk mahasiswa S1 bertajuk Warm and Fed: How Asian Honeybees Adapt to Temperate Climate, di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) IPB University.

Xin Zhou mengatakan, lebah madu yang punya kemampuan bertahan hidup di daerah bersuhu dingin ini antara lain spesies Apis, khususnya Apis cerana dan Apis mellifera. Keduanya merupakan hewan polinator utama, yaitu hewan perantara penyerbukan serbu sari tanaman dari anther ke stigma.

Ia menjelaskan, spesies lebah madu Apis cerana dan Apis mellifera memiliki kemampuan unik dalam regulasi suhu tubuh.

"Kemampuan ini bermula dari sejarah evolusi dan taksonomi delapan subspecies yang memiliki keunikan tersendiri. Kesuksesan masing-masing subspecies tidak bergantung pada populasi subspecies lainnya. Setiap model populasi berbagi karakteristik tersendiri karena keunikan genetiknya," jelasnya dalam kuliah tamu tersebut, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (20/11/2022).

Cara Lebah Madu Bertahan Hidup di Wilayah Dingin

Ia menambahkan, selain faktor genetik, lebah madu juga punya akses lebih baik ke berbagai jenis tanaman bunga bernektar di wilayah beriklim sedang. Karena kebutuhan makanan tercukupi, tubuh lebah madu jadi cukup hangat untuk bertahan hidup.

Keunikan warna tubuh lebah madu pekerja yang lebih gelap juga ternyata berperan penting dalam kemampuan meregulasi suhu tubuh agar hangat di tengah suhu dingin.

"Lebah madu berwarna gelap cenderung lebih cepat menaikkan suhu tubuh dan mencapai suhu tubuh yang lebih seimbang. Karakteristik ini sangat baik agar mampu bertahan hidup di habitat bersuhu dingin," ungkap Xin Zhou.

Menurutnya, tubuh berwarna gelap sangat menguntungkan bagi individu lebah maupun koloni dalam hal adaptasi terhadap suhu dingin. Seleksi genetik sangat berperan dan prosesnya, bergantung pada tingkah laku lebah madu pekerja yang menguntungkan koloninya.

Ia mengungkapkan, seleksi genetika berulang dari aspek morfologi, tingkah laku, dan sebagainya pada lebah madu merupakan mekanisme umum dalam kemampuan adaptasi lebah madu. Seleksi ini umumnya menargetkan lebah madu pekerja, tetapi sifat dan karakteristiknya tetap menguntungkan keberlangsungan sebuah koloni lebah madu.

"Variabilitas genetik di wilayah ini serta variasi genetik yang bertahan mungkin menjadi pemicu utama mengapa seleksi genetik sering terjadi dalam evolusi lebah madu," kata Xin Zhou.

Kenapa Penelitian tentang Lebah Madu Penting buat Manusia?

Dalam kuliah tamu yang dimoderatori Dr Windra Priawandiputra, Dosen Departemen Biologi FMIPA IPB University, Xin Zhou mengatakan bahwa riset terkait ekologi dan genomik lebah kini juga semakin berkembang. Khususnya yakni terkait kemampuan lebah madu bertahan hidup di tengah perubahan iklim.

Ia menuturkan, studi tentang kemampuan lebah madu bertahan hidup di wilayah beriklim sedang sangat menarik dan penting.

"Kita perlu mengetahui fenomena ini karena peran lebah madu sangat penting bagi sektor pertanian yang berdampak pada ketahanan pangan global. Manusia bergantung pada jasa lingkungan lebah madu sebagai polinator," tegasnya.



Simak Video "Ratusan Hewan Liar di Kenya Terancam Punah"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia