Sejumlah Kelelawar Punya Teknik Bersuara Bak Penyanyi 'Death Metal'

Sejumlah Kelelawar Punya Teknik Bersuara Bak Penyanyi 'Death Metal'

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 30 Nov 2022 13:20 WIB
Disebut Bisa Sembuhkan Asma, Daging Kelelawar Juga Bisa Bahayakan Kesehatan
Foto: Getty Images/iStockphoto/catinsyrup/ Ilustrasi Sejumlah Kelelawar Punya Teknik Bersuara Bak Penyanyi 'Death Metal'
Jakarta -

Sebagian kelelawar rupanya menggunakan struktur vokal yang sama dengan penyanyi death metal untuk mengeluarkan suara unik. Temuan ini didapat oleh para peneliti asal University of Southern Denmark dari kelelawar Daubenton yang tinggal di penjuru Asia dan Eropa.

Riset tersebut telah dituangkan dalam jurnal PLOS Biology dengan judul "Bats Expand Their Vocal Range by Recruiting Different Laryngeal Structures for Echolocation and Social Communication". Studi baru saja dirilis kemarin, Selasa (29/11/2022).

Kelelawar sendiri menggunakan suara untuk navigasi dan melacak mangsa. Kepada sesamanya, hewan ini pun menggunakan suara untuk saling berkomunikasi.

Kelelawar Mampu Bersuara sampai 7 Oktaf

Menurut para peneliti, kelelawar menghasilkan suara ekolokasi dengan rentang 7 oktaf. Sebagai perbandingan, sebagian besar mamalia termasuk manusia memiliki kemampuan vokal antara 3 sampai 4 oktaf.

Sebagai catatan, ekolokasi adalah sonar biologi pada sejumlah jenis binatang. Menurut Sumber Belajar Kemdikbud, binatang yang berkemampuan ekolokasi mengeluarkan bunyi dan mendengarkan bunyi tersebut dari pantulan objek-objek di sekitarnya.

Mamalia ini pun mempunyai pitch bunyi yang sangat tinggi untuk melakukan ekolokasi, tetapi menggeram dengan pitch rendah untuk berkomunikasi dengan satu sama lain.

Dikutip dari CNN World, tim peneliti mengekstraksi laring dari lima kelelawar yang sudah disuntik mati dan mengambil rekaman organ-organ mereka sambil mengalirkan udara di dalamnya untuk menirukan pernapasan hewan tersebut.

"Kami mengidentifikasi untuk pertama kalinya struktur fisik apa di dalam laring (kelelawar) yang berosilasi untuk membuat vokalisasi berbeda. Misalnya, kelelawar dapat menghasilkan suara berfrekuensi rendah dengan menggunakan 'lipatan vokal palsu' seperti yang dilakukan para penyanyi death metal," ungkap Coen Elemans, penulis utama riset ini sebagaimana dimuat dalam sebuah rilis di EurekAlert!

Lipatan ventrikel atau lipatan vokal palsu terletak di atas pita suara asli. Secara historis lipatan ini dinilai tidak memiliki peran untuk manusia berbicara. Oleh sebab itulah disebut "palsu".

Namun, menurut berbagai studi lipatan palsu tersebut memiliki peran penting untuk menghasilkan vokalisasi yang unik seperti pada penyanyi death metal.

Pakar Biologi dari Western University, Brock Fenton mengatakan kepada CNN World, penelitian ini adalah langkah menarik untuk memahami vokalisasi kelelawar. Namun, ada lebih dari 1.400 spesies kelelawar di dunia, sehingga studi yang tengah dibahas ini dapat dikatakan terbatas.



Simak Video "Kampung Kelelawar Maros, Masyarakatnya Hidup Berdampingan dengan Kelelawar"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia