Peneliti Ungkap Kelelawar Perkotaan Punya Kekhasan Ini

Peneliti Ungkap Kelelawar Perkotaan Punya Kekhasan Ini

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 20 Nov 2022 15:00 WIB
Virus Nipah dikhawatirkan dapat jadi ancaman munculnya pandemi baru di dunia. Selain karena angka kematian yang tinggi, virus itu diketahui belum ada obatnya.
Foto: Ian Waldie/Getty Images./ Ilustrasi Kekhasan Kelelawar Perkotaan
Jakarta -

Sebagian spesies kelelawar ternyata lebih cenderung hidup di perkotaan daripada di pedesaan. Sebuah tim ilmiah dari Frei Universit├Ąt Berlin, University of Greifswald, Leibniz Institute of Freshwater Ecology and Inland Fisheries (IGB), dan Leibniz-IZW telah menganalisis karakteristik yang khas dari kelelawar macam ini.

Tim menemukan bahwa spesies kelelawar yang cenderung di kota memiliki frekuensi suara yang relatif rendah, durasi ekolokasi yang panjang, ukuran tubuh yang kecil, dan fleksibel dalam memilih sarang di siang hari.

Sebagai informasi, menurut Sumber Belajar Kemdikbud, ekolokasi adalah sonar biologi yang dipakai beberapa jenis binatang. Mereka mengeluarkan bunyi dan mendengar pantulannya dari objek-objek di sekitarnya.

Mengutip dari Science Daily, meningkatnya urbanisasi di daerah pedesaan mungkin akan mendukung spesies tersebut. Namun, spesies dengan frekuensi suara yang tinggi, berdurasi suara pendek, serta pilih-pilih sarang bisa tertinggal dari spesies tersebut.

Perkotaan Memberi Peluang Bertengger

Bagi banyak hewan liar, perkotaan adalah sebuah habitat yang ekstrem karena suhu lingkungan yang lebih tinggi daripada sekitarnya dan berbagai gangguan manusia. Meski begitu, kota juga menawarkan banyak potensi untuk satwa liar, misalnya peluang untuk bertengger dan persediaan makanan yang luas. Hal ini bisa ditemukan di beberapa spesies kelelawar yang lebih suka bertengger di gedung atau loteng tak terpakai, ruang bawah tanah, dan sebagainya.

Sejumlah spesies kelelawar juga mencapai tingkat populasi yang amat tinggi perkotaan.

Berdasarkan sifat dan informasi spasial 356 spesies kelelawar di seluruh dunia (seperempat dari 1.400 spesies kelelawar di Bumi), tim riset menentukan apakah setiap spesies cenderung mempunyai fokus distribusi di daerah perkotaan atau pedesaan.

Menurut Kepala Departemen Ekologi Evolusioner di Leibniz-IZW Jerman, Christian Voigt, dia dan tim menemukan bahwa spesies kelelawar yang amat kecil dengan ekolokasi yang berfrekuensi rendah serta durasi lama, cocok mencari makan di ruangan yang relatif terbuka.

Kelelawar seperti itu kemungkinan besar tinggal di kota. Sifat fleksibel memilih sarang di siang hari memungkinkan mereka beralih sarang dalam waktu singkat saat diganggu manusia.



Simak Video "Kampung Kelelawar Maros, Masyarakatnya Hidup Berdampingan dengan Kelelawar"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia