10 Contoh Teks Editorial, Lengkap dengan Sifat, Isi, Fungsi, Ciri, dan Struktur

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 23 Nov 2022 16:00 WIB
Daftar pustaka adalah kumpulan sumber yang digunakan sebagai referensi penulisan suatu naskah atau karya ilmiah. Simak cara menulis daftar pustaka dari jurnal.
Foto: Unsplash/ Ilustrasi 10 Contoh Teks Editorial, Lengkap dengan Sifat, Isi, Fungsi, Ciri, dan Struktur
Jakarta -

Teks editorial adalah teks di media massa yang menjelaskan pandangan media yang bersangkutan atas suatu masalah di masyarakat. Bentuknya bisa berupa komentar, pendapat, ulasan, esai, atau tinjauan. Demikian dikutip dari Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XII oleh Tim Ganesha Operation.

Sifat Teks Editorial

Teks editorial sifatnya adalah opini, tetapi tetap harus bisa dipertanggungjawabkan oleh penulisnya dan logis.

Sementara, tujuan dan manfaat teks editorial adalah mengajak pembaca ikut memberikan pandangan atas isu yang tengah jadi perbincangan masyarakat.

Isi Teks Editorial

Isi teks editorial adalah pendapat dari pimpinan dan redaktur suatu media tentang suatu masalah yang tengah diperbincangkan atau viral. Informasi yang ada di dalamnya adalah fakta dan opini.

Meski demikian, dalam teks berita tidak boleh ada opini. Fakta merupakan keadaan atau peristiwa yang betul-betul terjadi. Sementara, opini adalah gagasan atau pendapat atas fakta yang muncul.

Fungsi Teks Editorial

Dikatakan dalam buku Explore Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII, berikut ini fungsi teks editorial:

1. Menjelaskan berita sekaligus akibatnya kepada masyarakat

2. Mengisi latar belakang isu dengan kenyataan sosial dan faktor yang mempengaruhinya

3. Meneruskan penilaian moral tentang isu yang bersangkutan

4. Mempersiapkan masyarakat atas kemungkinan yang akan terjadi

Pada teks editorial, terdapat solusi yang diusulkan penulis atas sebuah isu. Di dalamnya juga akan ditemukan kesimpulan atas isu yang dibahas.

Ciri Teks Editorial

Teks editorial mempunyai ciri kebahasaan berikut ini:

1. Kata Ganti Tunjuk

Kata ganti tunjuk merujuk pada tempat, peristiwa, waktu, atau hal lain yang menjadi fokus ulasan.

2. Konjungsi Kausalitas

Konjungsi kausalitas contohnya sebab, oleh karena itu, jika, maka, dan karena.

3. Konjungsi Pertentangan

Konjungsi pertentangan dipakai supaya masalah yang diangkat bersifat pro dan kontra. Beberapa contoh katanya di antaranya adalah tetapi, namun, walaupun, dan meskipun.

4. Kosakata Populer.

Kosakata populer digunakan agar mudah dipahami pembaca.

Struktur Teks Editorial

1. Pengenalan Isu

Pengenalan isu adalah sorotan peristiwa yang mencantumkan suatu persoalan aktual. Di dalamnya memuat peristiwa, persoalan aktual, dan fenomenal yang dibahas.

2. Penyampaian Argumentasi

Argumentasi bisa berupa pernyataan, saran, atau anjuran atas masalah atau isu yang dibahas.

Contoh Teks Editorial

1. Penenggelaman Kapal Asing

Sejumlah kapal asing ditangkap pihak berwenang setelah melanggar teritori saat menangkap ikan. Nelayan asing punya banyak cara untuk masuk ke perairan Indonesia. Namun, Kementerian Kelautan dan Perikanan tampak melindungi nelayan Indonesia dengan cara penenggelaman kapal asing.

Terkait cara tersebut, peledakan hingga penenggelaman kapal asing patut dipertimbangkan kembali. Pertama, pembelian bom untuk meledakkan kapal sebelum ditenggelamkan pastinya perlu biaya. Selama kapal bisa dikuasai aparat Indonesia, pengamanan kapal saja sudah cukup. Tidak perlu beli bom atau peledak.

Kedua, jika kapal masih bagus, maka bisa dimanfaatkan atau diberikan ke nelayan atau satuan pengamanan perbatasan. Pertimbangan ketiga, setelah diledakkan lalu ditenggelamkan, apakah tidak justru merusak ekosistem laut?

Bukankah kita yang harus menjaga laut? Lantas, mengapa justru mengotorinya?

Sumber: Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XII oleh Tim Ganesha Operation.

2. Ekonomi

Setelah mencatat pertumbuhan ekonomi 5 persen sepanjang 2017, Indonesia disebut akan menghadapi masa sulit pada tahun depan. Setidaknya, ada dua hal yang dinilai menghantui situasi ekonomi 2018.

Pertama, 2018 adalah tahun politik karena adanya pesta demokrasi yang dilaksanakan serentak pada 27 Juni di 17 provinsi dan 153 kota/kabupaten. Situasi politik bakal memanas dan dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan ekonomi. Investor akan wait and see, menunggu keamanan dan risiko yang lain terkait investasi yang ditanam.

Kedua, ada kekhawatiran terjadinya siklus krisis 10 tahunan setelah resesi melumpuhkan sebagian besar dunia pada 1998 dan krisis ekonomi 2008. Dunia pada 2018 pun dikhawatirkan akan mengalami krisis besar.

Pemilu menyumbang pertumbuhan ekonomi apabila suasananya kondusif. Banyak ekonom beropini bahwa kondisi Indonesia saat ini sudah jauh membaik jika dibandingkan dengan situasi saat krisis 1998 dan 2008.

Meski demikian, seorang ekonom mengingatkan bahwa posisi ekonomi dan kondisi keuangan global tetap memengaruhi ekonomi 2018. Oleh sebab itu, menurutnya baik pelaku pasar, pengusaha masyarakat, termasuk pemerintah, harus waspada dengan kemungkinan terjadinya krisis ekonomi.

Sumber: Tempo.co dengan pengubahan pada Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XII oleh Tim Ganesha Operation.

3. Kerugian Akibat Kemacetan Transportasi

Kemacetan jalan raya di Bali tampaknya sudah jadi buah bibir di masyarakat. Sebagian memandangnya pasrah, sebagian lagi secara tegas menyebutkan bahwa kemacetan lalu lintas itu diakibatkan perencanaan yang fatal.

Pandangan ini penting direnungkan, terutama oleh pihak-pihak yang terkait dan pemerintah daerah. Lalu lintas pada hakikatnya adalah fenomena yang bisa direncanakan dengan baik.

Coba kita lihat kenyataan berdasarkan perhitungan logis. Kapasitas perkantoran dan unit ekonomi di Bali sebenarnya dapat dihitung secara matematis.

Artinya, berapa kapasitas individu yang memanfaatkan kawasan perkantoran di Bali setiap harinya? Kemudian, berapa luas dan kapasitas jalan raya?

Berdasarkan perhitungan tersebut, seharusnya target jumlah operasi kendaraan umum yang mampu mengangkut jumlah penumpang tiap hari dapat disusun. Jumlah kendaraan pun jadi dapat ditentukan dan dibatasi.

Meski perhitungan tersebut sudah dimiliki pemerintah, kenyataannya kita tetap menyaksikan derasnya kendaraan bermotor yang datang ke Bali. Setiap hari, kendaraan roda dua dan roda empat di Bali meningkat.

Akibatnya sangat merugikan. Kendaraan yang seharusnya membawa kita lebih cepat ke tempat tujuan, malah mengakibatkan sebaliknya.

Dari sudut apa pun, kemacetan sangat merugikan. Kepusingan yang diakibatkan oleh macet sangat mengganggu secara psikologis. Konsentrasi kerja pun buyar sehingga hasil kerja tidak maksimal.

Macet berjam-jam di jalan tentu juga menyita waktu. Di zaman ketika waktu begitu berharga, membuang waktu di jalan adalah pemborosan dan kerugian.

Maka dari itu, pemerintah daerah harus segera menata ulang jalur-jalur lalu lintas di Bali. Pemikiran untuk memakai jalur laut sangat masuk akal untuk menghindari kemacetan seperti ini.

Sumber: Bali Post dengan pengubahan dalam Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XII oleh Tim Ganesha Operation.

4. Antisipasi Bencana

Peringatan dini dan antisipasi terhadap bencana di Indonesia masih belum maksimal. Indonesia kembali berduka. Bencana tanah longsor yang melanda Dusun Jemblung, Desa Sampang, Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat lalu menewaskan puluhan orang.

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), musibah tanah longsor telah menyebabkan jumlah kematian korban paling besar dibandingkan dengan bencana lain. Longsor adalah kejadian terpola yang dapat dikenali masyarakat awam sekalipun.

Masalahnya, sejauh mana peringatan dini bencana longsor ini disampaikan pemerintah atau instansi terkait kepada masyarakat yang tinggal di pedesaan? Andaikan alarm peringatan dini itu menyala sepanjang waktu, tentu warga yang sedang tertidur lelap dapat tahu lebih dini sehingga menghindari daerah yang rawan longsor. Namun, bencana sering datang tiba-tiba.

Kita berharap masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor selalu waspada, terutama saat musim hujan. Langkah jangka pendek ini harus dilaksanakan.

Sementara, langkah jangka panjangnya, BNPB dan kementerian terkait bersama pemerintah daerah harus proaktif menyadarkan masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan. Masyarakat perlu dirangkul untuk tidak merusak ekosistem, menggunduli hutan, atau membuka lahan pertanian di wilayah hutan lindung dan sebagainya.

Sumber: Sindonews dengan pengubahan dalam Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XII oleh Tim Ganesha Operation.

5. Impor Ikan Asin

Selama ini, diketahui kebutuhan pangan 250 juta penduduk Indonesia disuplai melalui impor dengan porsi 65%. Angka impor komoditas pangan seringkali disanggah pemerintah, tetapi tidak dibarengi angka impor pangan yang sesungguhnya.

Data terbaru cukup mengagetkan, ternyata Indonesia juga rutin mengimpor ikan asin. Sangat ironi jika dikaitkan dengan potensi negeri ini yang kaya sumber daya laut.

Sebagaimana ditekankan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Indonesia memang mengimpor ikan asin untuk beberapa jenis ikan asin yang belum bisa diproduksi di dalam negeri. Jika itu adalah alasan pemerintah tetap membuka peluang impor ikan asin, maka masih bisa diterima logika.

Terlepas dari persoalan impor ikan asin, negeri ini sudah waktunya menjadi pemasok utama kebutuhan pangan dari sumber daya laut untuk masyarakat ASEAN. Thailand telah dikenal sebagai pengekspor utama ikan tuna di pasar Asia, tetapi sumber ikan tuna yang diekspor Thailand justru diduga berasal dari laut Indonesia. Penangkapan ikan secara ilegal di wilayah laut Indonesia oleh kapal Thailand bukanlah berita baru.

Jangan biarkan negara lain menikmati sumber daya laut Indonesia yang potensial ini. Pengawasan laut kita sebetulnya tidak hanya dibebankan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Otoritas keamanan, dalam hal ini TNI Angkatan Laut juga tidak lepas tangan. Namun, kenapa sumber daya laut Indonesia terus dicuri para penangkap ikan ilegal dari negara lain?

Sumber: Sindonews dengan pengubahan dalam Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XII oleh Tim Ganesha Operation

6. Penggusuran Lahan

Banjir yang terus melanda ibu kota Jakarta tak tertahankan dan bisa dimaklumi. Kita butuh solusi cepat dan rasional untuk mengatasinya. Salah satu solusi yang diusulkan DKI Jakarta adalah program normalisasi sungai.

Program ini terdiri dari pembukaan lahan di sekitar sungai-sungai di Jakarta. Drainase lahan juga berdampak pada semua penduduk yang tinggal di permukiman sekitar sungai. Oleh karenanya, banyak langkah yang dilakukan oleh Pemprov DKI.

Kendati begitu, pindah ke apartemen bukan kabar baik untuk warga tepi sungai yang harus menata kehidupan dari awal. Pasalnya, cukup banyak warga yang menentang penggusuran.

Tragedi Kampong Pulo pada 20 Agustus 2015 silam masih segar dalam ingatan. Tiga hari setelah HUT ke-70 ternyata jadi momen yang menakutkan bagi warga Kampung Pulo. Mereka harus berurusan dengan orang-orang yang ingin mengevakuasi pemukiman.

Hal ini mempersempit daerah aliran sungai dan banjir terus melanda ibu kota. Apabila normalisasi aliran tidak dilakukan, seluruh penduduk Jakarta bisa musnah.

Banjir yang terus melanda Jakarta tidak dapat ditolerir dan diterima. Begitupun pihak-pihak yang menjadi biang banjir harus ditindak tegas di seluruh organisasi.

Sumber: arsip detikEdu

7. Hipertensi

Perhimpunan Hipertensi Indonesia (Indonesian Association of Hypertension) merilis iklan berbahasa Inggris berjudul World Hypertension Day, 17 Mei 2019.

Bagi masyarakat Indonesia yang dalam beberapa tahun belakangan didera berbagai masalah sosial, tekanan darah tinggi bagaikan setetes air. Apakah karena tidak menarik dan tidak ada yang mau peduli?

Jika kita melihat jumlah penderita hipertensi di Indonesia, kita harus berhati-hati dan prihatin. Prevalensi penyakit tersebut di negeri ini mencapai 31,7 persen, artinya diperkirakan satu dari tiga penduduk berusia di atas 18 tahun adalah penderita hipertensi. Artinya, puluhan juta penduduk Indonesia dipastikan menderita hipertensi.

Pada keluarga yang anggotanya menderita gagal ginjal, tentu sudah merasakan beratnya biaya dan beban yang harus ditanggung untuk cuci darah misalnya, meski mungkin dibantu asuransi. Salah satu penyebab gagal ginjal adalah hipertensi. Penyakit lain yang juga dapat dipicu oleh hipertensi adalah stroke dan jantung koroner.

Berbeda dengan penyakit demam berdarah yang bisa dengan cepat membunuh penderitanya, berbagai penyakit akibat tekanan darah tinggi dapat berlangsung lama dan memakan biaya yang tidak sedikit. Hal ini mempengaruhi kesehatan dan produktivitas. Oleh karena itu, editorial ini mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap enteng kesehatan. Masyarakat perlu selalu menjaga pola dan pola hidup sehat.

Tak hanya itu, mengingat besarnya risiko dan kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit ini, kampanye dan publisitas Hari Hipertensi ini harus dihormati. Hal ini tidak hanya beban bagi keluarga penderita hipertensi, tetapi juga masyarakat.

Sumber: arsip detikEdu

8. Mutu Pendidikan

Pendidikan yang berkualitas menjadi sangat krusial agar suatu negara bisa sejajar dengan negara maju. Namun, kenyataannya pendidikan di Indonesia belum sebanding dengan pendidikan di negara maju.

Setiap lembaga pendidikan perlu mencetak lulusan berkualitas. Hal ini menjadi antisipasi atas perubahan dan tantangan yang harus dihadapi oleh setiap orang. Peningkatan kualitas pendidikan perlu dilaksanakan dengan upaya serius untuk menjawab persoalan yang dihadapi di masa depan.

Supaya bisa mendapat pendidikan yang bermutu, maka setiap lembaga pendidikan perlu memberi dukungan kepada setiap peserta didik. Sejumlah tantangan yang bakal dihadapi di antaranya kemajuan IPTEK, globalisasi, dan tenaga ahli yang mumpuni.

Meski demikian saat ini, semua sudah lebih mudah dengan adanya teknologi seperti internet. Materi belajar dapat dicari dengan mudah melalui internet. Hal itu pun menjadikan guru sebagai bukan satu-satunya sumber ilmu. Peran guru bergeser menjadi motivator, dinamisator, dan motivator.

Namun, guru masih berperan penting dan tidak tergantikan dalam memberikan pendidikan terbaik. Oleh karenanya, sistem pendidikan di lembaga pendidikan juga perlu ditingkatkan untuk memberikan kualitas terbaik.

Sumber: detikSulsel

9. Transportasi Umum

Semakin lama, kemacetan menjadi masalah yang semakin parah. Anekdot bermunculan seperti "Tua di Jalan" pun datang untuk mengkritik pemerintah mengenai kebijakannya dalam mengatur transportasi di Indonesia.

Kemacetan di jalan yang tetap terjadi dan kian parah adalah hasil yang logis sejumlah faktor, seperti meningkatnya jumlah penduduk, naiknya pembelian kendaraan pribadi, dan lambatnya pembangunan infrastruktur penghubung antarlokasi.

Menurut data WHO, pada tahun 2019, Indonesia ada di peringkat kedelapan di Asia Tenggara dengan tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Data kematian mencapai 12,2 persen dari 100.000 populasi.

Hal ini tentu saja dapat ditekan dengan beralihnya kebiasaan perjalanan menggunakan transportasi umum. Sekarang, peran pemerintah sangat penting dalam hal pembangunan infrastruktur transportasi, baik dari kualitas armada maupun fasilitas.

Meski begitu, tantangan selanjutnya adalah besarnya anggaran dan biaya untuk membangun sebuah sistem transportasi sedemikian rupa. Kondisi melemahnya seluruh ekonomi di dunia pasca pandemi membuat pemerintah perlu bijak dalam menetapkan prioritas pembangunan.

Keadaan ini tentunya tak hanya dihadapi Indonesia. Banyak negara lain dengan kondisi yang relatif sama, tapi cukup berhasil mengatasinya dengan mengembangkan transportasi umum yang memadai.

Indonesia pastinya dapat mencontoh hal positif tersebut untuk kebaikan generasi berikutnya. Namun, apabila keputusan sudah dibuat, seharusnya konsisten agar tidak kembali mendengar hal buruk semacam proyek mangkrak ataupun hal-hal negatif lainnya yang hanya menghabiskan anggaran negara.

Sumber: detikSulsel

10. Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan terjadi di wilayah Kalimantan, Indonesia. Kejadian ini diperkirakan karena musim kemarau yang memicu terjadinya kebakaran hutan. Hutan yang sudah terbakar sebagian dan asap tebal di mana-mana mengancam manusia maupun makhluk hidup lainnya.

Selain itu, diperkirakan akan muncul beberapa penyakit yang akan menyerang manusia dan hewan serta tumbuh-tumbuhan akibat asap dari kebakaran hutan. Penyakit ini akan menyerang sistem pernapasan. Masyarakat berharap seluruh pihak dikerahkan oleh Pemda atau pusat untuk segera mengatasi bencana tersebut agar kerugian tidak makin luas.

Di sini masih ada sejumlah pohon yang masih hidup dan dekat dengan api menyala. Ini membuat para pencinta alam prihatin karena pohon-pohon itu akan mati dan daerah resapan air akan hilang jika musim penghujan telah tiba.

Para pencinta alam menjelaskan, apabila daerah resapan air telah hilang maka bencana seperti banjir akan menyerang pemukiman warga. Di samping itu, makhluk hidup lain seperti hewan, akan kehilangan ekosistem.

Sumber: detikSulsel

Itulah sederet contoh teks editorial, sifat, isi, ciri, fungsi, dan strukturnya. Selamat belajar!



Simak Video "Naskah Asli Teks Proklamasi Dikembalikan Setpres ke Arsip Nasional RI"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia