Teks Eksposisi: Pengertian, Ciri, Struktur hingga Contohnya

Teks Eksposisi: Pengertian, Ciri, Struktur hingga Contohnya

Anisa Rizky - detikEdu
Rabu, 09 Nov 2022 14:00 WIB
Ilustrasi contoh gaya gesek menulis atau anak belajar
Ilustrasi siswa sedang menulis teks eksposisi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Hakase_)
Jakarta -

detikers pernah dengar mengenai teks eksposisi? Biasanya istilah ini kerap ditemui dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pengertian dari teks eksposisi sendiri mengacu pada teks non fiksi yang berisi informasi atau pengetahuan.

Teks eksposisi bersifat nyata dan ilmiah. Bentuknya disajikan secara singkat, padat, akurat, dan mudah untuk dipahami. Informasi yang disampaikan dalam teks eksposisi memuat sudut pandang tertentu dan disertai dengan argumentasi, seperti dikutip dari buku Cepat Menguasai Soal Bahasa Indonesia SMA/MA yang ditulis oleh Tomi Rianto.

Lantas, bagaimana ciri, struktur hingga contoh dari teks eksposisi? Melansir dari sumber yang sama, berikut pemaparannya.

Ciri-ciri Teks Eksposisi

Sebuah tulisan bisa dikatakan sebagai teks eksposisi apabila memiliki sejumlah ciri khusus yang membedakannya dengan jenis teks lain. Apa saja ciri-ciri dari teks eksposisi? Simak pembahasannya di bawah ini.

- Menjelaskan berbagai informasi tentang pengetahuan
- Gaya informasinya bersifat mengajak
- Penyampaian lugas dan menggunakan bahasa baku
- Tidak memihak, artinya tidak memaksakan kemauan penulis terhadap pembaca
- Berisi rangkaian informasi yang bersifat objektif dan netral
- Fakta dipakai sebagai alat kontribusi dan alat konkritasi

Struktur Teks Eksposisi

Dalam membuat teks eksposisi, tulisan memiliki struktur tersendiri. Berikut struktur yang harus diperhatikan dalam membuat teks eksposisi.

1. Judul

Struktur judul dalam teks eksposisi terdapat di bagian awal yang sudah memunculkan topik tertentu. Judul harus menggambarkan pembahasan di dalam teks.

2. Tesis

Selanjutnya yaitu tesis. Sebuah gagasan utama mengenai suatu permasalahan yang didasarkan fakta dan terletak di bagian pembuka. Biasanya merupakan pendapat penulis.

3. Argumentasi

Argumentasi merupakan pernyataan atau pendapat yang dituangkan dalam penjelasan secara mendalam dan penggalian fakta yang berupa argumen penulis.

4. Penegasan Ulang (Simpulan)

Struktur yang terakhir yaitu penegasan ulang atau simpulan. Ini digunakan sebagai penguat pendapat serta argumen yang ditunjang oleh fakta.

Jenis-jenis Teks Eksposisi

Teks eksposisi dibagi ke dalam beberapa kategori. Jenis-jenis teks eksposisi antara lain adalah:

- Eksposisi definisi, sebuah tulisan eksposisi yang memaparkan definisi suatu topik tertentu
- Eksposisi proses, teks yang berisi langkah-langkah untuk melakukan sesuatu dari awal hingga akhir
- Eksposisi klasifikasi, berisi karangan teks yang memaparkan suatu hal dengan mengelompokkannya agar mendapatkan penggambaran jelas
- Eksposisi ilustrasi, sebuah teks yang mengilustrasikan suatu hal dengan berbeda namun memiliki kemiripan
- Eksposisi perbandingan, jenis teks ini gagasan utamanya disajikan dengan cara membandingkan dengan yang lain
- Eksposisi laporan, sebuah paragraf eksposisi yang berisi laporan dari sebuah berita atau penelitian tertentu

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Ketika menulis teks eksposisi, detikers harus memperhatikan kaidah kebahasaannya. Berikut kaidah kebahasaan teks eksposisi yang dimaksud.

- Menggunakan kata yang menunjukkan sikap penulis
- Menggunakan kalimat efektif
- Menggunakan konjungsi
- Menggunakan pronomina
- Menggunakan adverbia
- Menggunakan adjektiva
- Menggunakan verba
- Menggunakan nomina

Contoh Teks Eksposisi

Agar detikers lebih paham, berikut contoh teks eksposisi yang dikutip dari buku Bahasa Indonesia untuk Tingkat Kejuruan tulisan Nani Darmayanti.

Ada dua komponen utama yang sangat berperan dalam menumbuhkan asertivitas pada diri siswa. Pertama, orang tua yang merupakan figur paling dekat dengan remaja. Para remaja tersebut baru saja melewati masa anak-anak dan masih belum mampu untuk mandiri. Orang tua juga merupakan tempat pertama untuk belajar sosial dan membentuk berbagai macam karakter serta kemampuan pribadi remaja. Orang tua dan keluarga merupakan tempat belajar paling utama bagi remaja. Oleh karena itu, di dalam lingkungan keluarga, asertif dapat ditanamkan sedini mungkin oleh orang tua.

Kedua, guru sebagai motivator dan pembimbing di sekolah. Guru dapat memotivasi siswa untuk menumbuhkan potensi asertif yang telah dimiliki siswa dengan memberikan kesempatan untuk berbicara. Guru dapat memotivasi siswa untuk menumbuhkan potensi asertif yang telah dimiliki siswa dengan memberikan kesempatan untuk berbicara. Guru juga dapat menggunakan berbagai metode pengajar yang menuntut siswa untuk mengemukakan pendapatnya.

Nah, itulah pembahasan seputar teks eksposisi beserta contohnya. Selamat belajar detikers!



Simak Video "Potret Salamander Axolotl, Amfibi Asli Meksiko yang Terancam Punah"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia