'Fosil' Kerang Langka Ditemukan dalam Keadaan Hidup, Kok Bisa?

'Fosil' Kerang Langka Ditemukan dalam Keadaan Hidup, Kok Bisa?

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 14 Nov 2022 10:00 WIB
Fosil hewan yang ditemukan di wilayah Bandung Barat. Mulai dari ular piton, fosil ikan hingga kerang raksasa
Ilustrasi fosil kerang yang ditemukan di Bandung Barat berukuran raksasa. Dalam temuan terbaru, peneliti AS menemukan spesies kerang mini dari puluhan ribu tahun lalu masih hidup saat ini. Foto: Wisma Putra/detikJabar
Jakarta -

Peneliti kelautan menemukan kerang langka mini hidup di perairan Naples Point, dekat pesisir University of California (UC) Santa Barbara, Amerika Serikat (AS). Jenis kerang ini sebelumnya hanya diketahui dari fosil, yang diketahui hidup sekitar 8.000 - 40.000 tahun lalu.

"Tidak lazim menemukan sebuah spesies yang pertama kali diketahui dari catatan fosil ternyata masih hidup, terutama di wilayah yang sering diteliti seperti di California Selatan ini," kata Jef Goddard, salah satu peneliti temuan ini, dikutip dari Science Daily, Minggu (13/11/2022).

Goddard semula membolak-balik batu di Naples Point untuk mencari siput laut nudibranch ketika air surut di sore hari. Ia lalu melihat sepasang kerang kecil tembus cahaya.

"Cangkang kerang-kerang itu hanya sepanjang 10 mm. Namun, ketika mereka mulai melambai-lambaikan kaki bergaris putih cerah yang lebih panjang dari cangkangnya, saya menyadari bahwa saya belum pernah melihat spesies ini sebelumnya," kata peneliti dari Marine Science Institute, UC Santa Barbara, AS tersebut.


Goddard yang sudah beberapa puluh tahun meneliti di habitat intertidal California terkejut dengan temuannya. Ia semula tidak mengambil kerang itu untuk dijadikan spesimen karena sepertinya langka. Goddard pun memfoto kerang berkaki tersebut.

Ia lalu mencari tahu keluarga taksonomi kerang-kerang langka itu. Goddard lalu mengirimkan foto-fotonya ke Paul Valentich-Scott, kurator emeritus malakologi di Museum Sejarah Alam Santa Barbara.

"Saya terkejut dan tertarik. Saya mengenal keluarga kerang (Galeommatidae) ini dengan sangat baik di sepanjang pantai Amerika. Ini adalah sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya," kata Valentich-Scott.

Valentich-Scott menganalisis beberapa kemungkinan terkait kerang itu, tetapi ia butuh melihat langsung untuk memastikannya. Namun, kerang itu tidak ditemukan.

Baru pada 2019, Goddard menemukan kerang langka itu lagi di samping siput air nudibranch. Ia dan Valentich-Scott akhirnya mendapatkan spesimen dan mulai mengerjakan identifikasi.

Spesies Baru atau Fosil Hidup?

Valentich-Scott mendapati, cangkang kerang langka tersebut tidak cocok dengan temuan lainnya, meskipun masih satu genus dengan yang di Santa Barbara. Ini artinya, makin besar kemungkinan bahwa temuan ini adalah spesies baru kerang 'fosil'.

Alhasil, ia menelusuri lagi semua literatur ilmiah dari tahun 1700-an.

"Ketika saya mencurigai sesuatu adalah spesies baru, saya perlu menelusuri kembali semua literatur ilmiah dari tahun 1758 hingga saat ini. Ini bisa menjadi tugas yang menakutkan, tetapi dengan pengalaman itu bisa berjalan cukup cepat," tuturnya.

Spesimen kerang tersebut rupanya mirip dengan ilustrasi kerang Bornia cooki yang digambar pada kertas tahun 1937. Jika sama, maka mereka tidak menemukan spesies baru, tetapi semacam fosil yang ditemukan masih hidup di zaman modern.

George Willett, ilmuwan yang menulis soal kerang Bornia cooki tersebut, memperkirakan dirinya sudah memeriksa sekitar 1 juta spesimen fosil dari Baldwin Hills di Los Angeles. B. cooki sendiri diduga ditemukan oleh Edna Cook, kolektor di Baldwin Hills yang diketahui hanya menemukan dua spesimen kerang tersebut.

Spesimen asli Willett, yang kini bernama Cymatioa cooki, kemudian dipinjam Valentich-Scott dari Natural History Museum of Los Angeles County. Gunanya sebagai pembanding utama untuk menentukan spesies kerang temuannya.

Sementara itu, Goddard menemukan spesimen lain di Naples Point berupa satu cangkang kosong di pasir di bawah batu besar. Setelah dibandingkan dengan Cymatioa cooki, Valentich-Scott menyimpulkan bahwa kedua kerang tersebut adalah spesies yang sama.

Penelitian ini dipublikasi Goddard di jurnal Zookeys. Dalam penelitiannya, ia menduga, kerang ini mungkin terbawa dari selatan selama gelombang panas laut dari 2014 hingga 2016. Kondisi ini memungkinkan spesies laut menyebar ke utara, termasuk ke Naples Point, dan bertahan hidup sesuai tingkat pertumbuhan dan panjang umurnya.

Menurut Goddard, hal tersebut mungkin jadi alasan kenapa 'fosil' kerang ini tidak ditemukan hidup selama puluhan tahun, meskipun peneliti dan pemburu kerang suka meneliti hewan ini.

Ia menambahkan, kebiasaan hewan langka ini untuk hidup di bawah batu-batu besar di pesisir luas juga menyulitkan peneliti menemukannya.

"Pesisir Pasifik di Baja California memiliki lapangan batu intertidal yang luas, yang benar-benar membentang bermil-mil. Dan saya menduga bahwa di bawah sana Cymatioa cooki ini mungkin hidup dalam hubungan dekat dengan hewan yang menggali di bawah batu-batu besar itu," pungkasnya.



Simak Video "Ratusan Hewan Liar di Kenya Terancam Punah"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia