Orang-Orang Tertentu Bisa Jadi "Magnet" Bagi Nyamuk, Begini Alasannya

Orang-Orang Tertentu Bisa Jadi "Magnet" Bagi Nyamuk, Begini Alasannya

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 01 Nov 2022 20:00 WIB
Aedes aegypti Mosquitoe bite and feeding blood on wrinkle skin.Aedes mosquitoes bring dengue disease.photo by select focus.
Alasan kenapa orang-orang tertentu menjadi magnet bagi nyamuk. Foto: Getty Images/iStockphoto/15308757
Jakarta -

Sangat sulit untuk manusia bersembunyi dari nyamuk betina. Mereka akan memburu darah dengan cara melacak karbon dioksida, pernapasan yang kita keluarkan, suhu tubuh, dan bau badan.

Meski begitu, sebagian di antara kita adalah magnet bagi nyamuk dan akan memperoleh gigitan lebih banyak. Golongan darah, tingkat gula darah, konsumsi bawang atau pisang, berjenis kelamin perempuan, dan masih anak-anak merupakan sederet teori yang biasanya dikatakan sebagai penyebabnya.

Namun, Kepala Rockefeller's Laboratory of Neurogenetics and Behavior, Leslie Vosshall mengatakan hanya ada sedikit data yang bisa diyakini mengenai sederet teori tersebut.

Oleh sebab itu, Vosshall dan rekannya, Maria Elena De Obaldia memutuskan untuk meneliti variasi bau individu yang berkaitan dengan mikrobiota kulit dan menjadi daya tarik nyamuk.

Asam Lemak Kulit Menjadi "Parfum" Bagi Nyamuk

Para peneliti di sini menggunakan nyamuk Aedes Aegypti dalam studinya. Mereka mengatakan bahwa asam lemak yang dihasilkan kulit bisa menjadi semacam parfum yang memabukkan dan tak dapat dilawan nyamuk.

Dikatakan bahwa menjadi daya tarik bagi nyamuk berkaitan erat dengan banyaknya asam lemak yang dihasilkan kulit.

"Ada kaitan yang sangat, sangat kuat antara memiliki banyak asam lemak tersebut dan menjadi magnet bagi nyamuk," kata Vosshall, dikutip dari Science Daily pada Selasa (01/11/2022).

Berdasarkan hasil riset, ditemukan bahwa asam karboksilat yang ada di sebum digunakan oleh bakteri di kulit untuk menghasilkan bau badan manusia yang unik. Demi mengonfirmasi temuan itu, tim peneliti juga kembali melakukan pengujian.

Cara Memanipulasi Nyamuk

Pengujian yang kedua ini juga menyimpulkan bahwa, manusia yang menjadi magnet nyamuk, tetap akan menjadi magnet nyamuk.

Satu jalan potensial agar tidak menjadi daya tarik bagi nyamuk adalah memanipulasi mikrobioma kulit. Ada kemungkinan, jika mengolesi kulit seseorang dengan sebum orang lain yang bukan merupakan magnet nyamuk, maka hal ini akan memberi efek penyamaran.

Solusi semacam ini belum pernah dilakukan oleh para peneliti tersebut. Kendati begitu, tim peneliti berharap riset ini menginspirasi pengujian spesies nyamuk lain, termasuk Anopheles.



Simak Video "Penampakan Gedung Riset Polsri Terbakar, Bocah Bawa Korek Api Diamankan"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia