Bukan untuk Makan, Ini Alasan Nyamuk Senang Menggigit Manusia

Bukan untuk Makan, Ini Alasan Nyamuk Senang Menggigit Manusia

Nikita Rosa - detikEdu
Senin, 05 Sep 2022 20:30 WIB
Nyamuk demam berdarah.
Mengapa Nyamuk Senang Menggigit Manusia? (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Nyamuk sering kali dianggap serangga yang mengganggu. Suara terbangnya yang berisik dan senang menghisap darah membuat banyak orang kesal.

Nyamuk biasanya tinggal di tempat berair, seperti selokan, vas tanaman, kolam renang, atau tempat sampah. Mereka akan bertelur di tempat-tempat tersebut menjadikan koloni nyamuk yang banyak.

Untuk bertahan hidup, nyamuk memakan nektar dan zat manis yang berasal dari tanaman. Nah nyamuk juga punya 'hobi' yakni menghisap dan menggigit manusia

Ternyata, ada alasan tersendiri mengapa nyamuk sangat senang dengan manusia.

Mengapa Nyamuk Senang Menggigit Manusia?

Faktanya, tidak semua jenis nyamuk menggigit manusia. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) hanya nyamuk betina yang menggigit manusia.

Nyamuk betina menggigit dan menghisap manusia agar ia bisa bertelur. Itulah sebabnya, nyamuk jantan tidak menggigit manusia.

Untuk menemukan manusia, nyamuk betina bisa melacak bau unik dari badan manusia. Bau ini kemudian merangsang reseptor di antena nyamuk.

Dalam situs Science Daily, disebutkan bahwa para ilmuwan telah mencoba menghapus reseptor ini dalam upaya untuk membuat manusia tidak terdeteksi nyamuk.

Namun, setelah memusnahkan seluruh reseptor penginderaan bau dari genom nyamuk, nyamuk masih menemukan cara untuk menggigit manusia. Penelitian lanjutan menemukan bahwa nyamuk telah mengembangkan sistem penciuman yang memastikan mereka bisa selalu mencium aroma manusia.

"Kamu harus bekerja lebih keras untuk membasmi nyamuk karena menyingkirkan reseptor tunggal tidak berpengaruh," kata Leslie Vosshall dari Howard Hughes Medical Institute dan Profesor dari Rockefeller University dikutip dari situs Science Daily, Senin (5/9/2022).

Vosshall menjelaskan bahwa nyamuk bisa mencium bau manusia dengan senyawa kimia 1-Octen-3-ol dan juga amina. Nyatanya menurut aturan tentang bagaimana hewan mencium bau dalam biologi, 1-Octen-3-ol seharusnya tidak sepaket dengan amina.

"Anehnya, neuron untuk mendeteksi manusia melalui reseptor 1-Ocen-3-ol dan amina bukanlah populasi yang terpisah," kata Meg Younger seorang profesor dari Boston University dalam penelitian yang sama dengan Leslie Voshall.

Dari penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa nyamuk telah mengembangkan kemampuan agar bisa mencium bau manusia. Detikers, hati-hati, ya!



Simak Video "Warga di Polewali Mandar Dikejutkan Nyamuk Raksasa"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia