Kenapa Butiran Gula Pasir Berbentuk Kotak?

Kenapa Butiran Gula Pasir Berbentuk Kotak?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 14 Okt 2022 13:30 WIB
ilustrasi gula
Foto: thinkstock/ilustrasi gula pasir
Jakarta -

Jika dilihat secara teliti, gula pasir yang umum dan paling banyak digunakan memiliki bentuk kotak-kotak kecil. Tahukah kamu kenapa butiran gula bisa berbentuk kotak?

Sebelum mengetahui alasannya, dalam buku "Menikmati Gula Tanpa Rasa Takut" karya Philips Darwin, gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang larut dalam air dan langsung diserap tubuh untuk diubah menjadi energi.

Secara umum, gula dihasilkan dari tebu. Tetapi, ada juga bahan dasar pembuatan gula yang lain, seperti air bunga kelapa, aren, palem, kelapa atau lontar.

Alasan Gula Pasir Berbentuk Kotak

Melansir buku Handbook of Cane Sugar Engineering (2014) karha E. Hugot, butiran gula pasir bisa berbentuk kotak karena proses kristalisasi dalam urutan pembuatan gula.

Gula yang berbahan dasar tebu pada mulanya dibuat jus cair kemudian dikristalkan hingga berbentuk kotak-kotak kecil.

Lantas bagaimana proses pembuatan gula hingga menjadi kotak-kotak kecil? Berikut ini prosesnya dikutip dari laman Instagram Kemendikbud RI.

Proses Pembuatan Gula Pasir

1. Tebu yang sudah dibersihkan kemudian dipotong-potong agar mudah digiling untuk selanjutnya dimurnikan.

2. Pada proses pemurnian, nira, dan ampas dipisahkan

3. Kemudian jus dari tebu dimasukkan ke dalam tempat penguapan. Tujuan tahap ini untuk mengurangi kadar air dalam jus gula.

4. Setelah itu, jus gula dimasukkan ke dalam tempat pemasakan untuk tahap pemanasan, sebelum pengkristalan.

5. Pada tahap pengkristalan, akan dilakukan dalam satu vakum besar, gula diputar terus hingga akhirnya terbentuk kristal gula yang secara umum berbentuk kotak.

Aturan Mengonsumsi Gula per Hari

Kandungan gula termasuk pada bentuk gula pasir dibutuhkan untuk nutrisi sehari-hari. Namun perlu memahami kadar yang tepat agar tidak berlebihan.

Menurut American Heart Foundation, perempuan sebaiknya tidak mengonsumi lebih dari 100 kalori tambahan dari gula perhari dan laki-laki 150 kalori per harinya.

Artinya, untuk perempuan tidak lebih dari 25 gram per hari, dan 37,5 gram untuk laki-laki.

Jumlah itu sudah mencakup gula di minuman, makanan, kudapan, permen, dan semua yang dikonsumsi pada hari itu, dikutip dari buku Philips Darwin.

Jadi, dalam mengonsumsi gula harus dilakukan dengan seimbang, dengan cara mengatur karbohidrat yang masuk harus sama dengan energi yang dikeluarkan oleh tubuh.

Dalam hal ini, energi yang dikeluarkan oleh manusia tidak sama satu dengan lainnya. Ada beberapa faktor yang memengaruhi seperti jenis kelamin, berat badan, usia, dan aktivitas yang dilakukan.



Simak Video "Menilik Pembuatan Gula Kelapa Murni yang Penuh Perjuangan"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia