Kisah Ahli Puasa yang Wajahnya Menghitam karena Mengakhirkan Berbuka

Kisah Ahli Puasa yang Wajahnya Menghitam karena Mengakhirkan Berbuka

Kristina - detikEdu
Minggu, 02 Okt 2022 05:00 WIB
Jadwal imsak Tangerang hari ini sudah dapat dilihat. Berikut juga tercantum waktu buka puasa Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.
Ilustrasi orang ahli puasa yang wajahnya menghitam karena mengakhirkan waktu berbuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/Baramyou0708
Jakarta -

Rasulullah SAW telah menganjurkan umatnya untuk menyegerakan berbuka puasa ketika sudah masuk waktunya. Namun, ada seorang lelaki ahli puasa yang justru suka mengakhirkan berbuka.

Kisah ini diceritakan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Al-Ruh dari Al-Qairuwani yang menerima kabar dari seorang syekh yang memiliki banyak keutamaan. Syekh itu menerima kabar dari seorang ahli fikih.

Ia menceritakan, dulu, mereka berteman dengan seorang lelaki yang banyak berpuasa bahkan terus menerus berpuasa tanpa henti. Namun, ia biasa mengakhirkan berbuka.

Tatkala tidur, orang itu melihat ada dua orang hitam yang seolah menarik lengan atasnya dan bajunya untuk dibawa ke perapian yang menyala dan melemparkan ke dalamnya. Lelaki itu berkata, "Kenapa kalian melakukan ini?"

Kedua orang hitam itu menjawab, "Karena engkau menyalahi sunnah Rasulullah SAW. Sesungguhnya ia memerintahkan untuk mendahulukan buka, sedangkan engkau mengakhirkannya."

Lalu, pada pagi harinya, wajah lelaki ahli puasa itu menjadi hitam karena terbakar api. Sehingga ia pun menutup wajahnya di hadapan orang-orang.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menyebut, yang lebih menakjubkan dari kisah semacam ini adalah ada seseorang yang melihat di dalam mimpinya bahwa ia dalam keadaan sangat haus, lapar, dan menderita.

Lalu, orang lain memberinya minum, makan, atau mengobatinya dengan suatu obat. Begitu ia bangun dari tidurnya, semua rasa itu hilang dan orang-orang yang melihatnya pun ikut takjub.

Kejadian serupa, diobati lewat mimpi, pernah dialami istri baginda Muhammad SAW, 'Aisyah RA. Imam Malik meriwayatkannya dari Abu Ar-Rijal, dari 'Amrah, dari Aisyah.

Ia mengatakan, sesungguhnya budak perempuan milik 'Aisyah telah menyihir 'Aisyah. Lalu, seorang pelayan masuk ke kamar 'Aisyah yang sedang sakit. Pelayan itu mengatakan bahwa 'Aisyah sedang disihir.

Lalu, 'Aisyah bertanya, "Siapa yang menyihirku?"

Pelayan itu menjawab, "Seorang budak perempuan yang di kamarnya ada anak kecil yang mengencinginya."

Lalu, 'Aisyah memanggil budak perempuannya. Lalu, budak perempuan itu berkata, "(Aku akan kembali) setelah aku cuci dahulu kencing di bajuku."

'Aisyah bertanya padanya, "Apakah engkau menyihirku?"

Budak perempuan itu menjawab, "Iya."

'Aisyah bertanya, "Apa yang mendorongmu melakukan itu?"

Budak perempuan itu berkata, "Aku menginginkan untuk segera dimerdekakan."

Maka, 'Aisyah pun memerintahkan saudara lelakinya untuk menjual budak perempuan itu kepada orang Badui yang bersikap buruk pada budak yang dimilikinya. Saudara lelakinya pun menjualnya.

Kemudian, 'Aisyah bermimpi bahwa dia mandi dari air tiga sumur yang ia ambil airnya dari masing-masing sumur itu. Lalu, ia pun mandi dengan air tersebut dan seketika ia sembuh dari sakitnya.



Simak Video "Cara Buka Puasa yang Baik Agar Perut Tak Kaget"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia