Kemendikbudristek Usul Tambah Anggaran Revitalisasi Muarajambi

Devi Setya - detikEdu
Rabu, 28 Sep 2022 16:01 WIB
Kompleks Percandian Muaro Jambi
Kemendikbudristek usulkan penambahan anggaran revitalisasi Kawasan Percandian Muarajambi di tahun anggaran 2023. Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel
Jakarta -

Kawasan Percandian Muarajambi diupayakan menjadi menjadi salah satu warisan dunia United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Demi hasil yang maksimal, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pengusulkan penambahan anggaran revitalisasi Kawasan Percandian Muarajambi.

Kawasan Candi Muarajambi yang dulu jamak disebut sebagai Candi Muaro Jambi telah diusulkan menjadi warisan budaya dunia UNESCO sejak 2009.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, penambahan anggaran pada Tahun Anggaran 2023 tengah diusulkan agar Kawasan Percandian Muarajambi ini bisa dipugar secara maksimal.

Nadiem mengatakan, Kawasan Percandian Muarajambi merupakan sebuah kampus merdeka yang menjadi lokasi pelatihan spiritual penganut agama Buddha dan menunjukkan kebinekaan bangsa Indonesia.

"Kita melihat potensi cagar budaya yang sekelas Borobudur. Saya pernah berkunjung ke sana dan sungguh besar potensinya. Kita akan gali dan rekonstruksi," ungkap Nadiem.

Lebih lanjut Nadiem mengungkapkan, dahulu banyak murid yang datang dari berbagai negara seperti India, Cina, dan Tibet. Hal ini disampaikan saat Rapat Kerja dengan Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Selasa (27/9).

Menteri Nadiem Tunjukkan Foto Percandian Muarajambi

Saat melakukan survei ke kawasan candi yang berlokasi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi ini, Menteri Nadiem sempat mengabadikan beberapa foto.

Masih dalam rapat kerja dengan Komite III DPD RI, Menteri Nadiem memperlihatkan foto-foto hasil survei dan kondisi terkini dari Kawasan Percandian Muarajambi. Ia juga turut memberikan gambaran dari konsep penataan Pusat Studi Svarna Dwipa.

"Jadi kira-kira gambarannya ada kampus, museum, dan perpustakaan. Jadi benar-benar mengembalikan Kawasan Percandian Muarajambi seperti dulu, sebagai kampus spiritual dan bahasa," terangnya.

Upaya Pelestarian Cagar Budaya di Indonesia

Nadiem mengatakan, masih sangat banyak cagar budaya di Indonesia yang membutuhkan upaya pelestarian. Sayangnya, kegiatan ini terbentur oleh beberapa hal, termasuk jumlah SDM yang ada.

Mendikbudristek memaparkan data-data terkini mengenai upaya pelestarian cagar budaya di Indonesia. Berdasarkan data Kemendikbudristek per Desember 2021, terdapat 100.218 obyek budaya yang didaftarkan untuk penetapan sebagai cagar budaya. Namun, hanya 52.724 objek yang berhasil diverifikasi sebagai cagar budaya.

Selanjutnya, dari jumlah 52.724 objek tersebut hanya terdapat 4.990 obyek yang ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten/kota/provinsi. Kemudian, setelah diverifikasi lagi, hanya sebanyak 179 objek berhasil ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

Dijelaskan Nadiem, faktor utama rendahnya angka penetapan cagar budaya nasional ini adalah terbatasnya jumlah SDM yang melakukan verifikasi dan penetapan. Padahal, jumlah cagar budaya di seluruh Indonesia sangat banyak.


"Dari 3.300 SDM kebutuhan kita, hanya sekitar 1.300 SDM yang sudah direkrut dan sudah aktif," ujar Menteri Nadiem.

Proses verifikasi cagar budaya ini tidak bisa dilakukan secara asal. Ada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang merupakan kelompok ahli pelestarian budaya dari berbagai bidang ilmu yang memiliki sertifikat kompetensi untuk memberikan rekomendasi dari penetapan cagar budaya tersebut.

"Tenaga verifikasi dan tenaga penetapan Tim Ahli Cagar Budaya di kabupaten dan kota masing-masing ini sangat sulit karena kompetensinya sangat spesifik dan ada sertifikasi kompetensi juga. Kita juga tidak bisa membiarkan sembarang bisa melakukan sertifikasi," jelas Nadiem.

Pemajuan Kebudayaan Jadi Prioritas

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbudristek Suharti menjelaskan mengenai realisasi program kerja Kemendikbudristek tahun anggaran 2022. Ia menambahkan, capaian program prioritas Merdeka Belajar pada tahun 2022 termasuk program pemajuan kebudayaan.

"Banyak komponen lain dan kegiatan yang dilakukan Kemendikbudristek untuk memastikan pemajuan kebudayaan bisa dilakukan. Mulai dari kegiatan yang bersifat event-event kebudayaan, upaya memperkuat dan mengembangkan museum, pelindungan warisan budaya, dan sebagainya," ujar Suharti.

Beberapa program pemajuan kebudayaan yang masuk dalam program prioritas tahun 2022 antara lain Peningkatan Kompetensi Tenaga Bidang Kebudayaan, Desa Pemajuan Kebudayaan, Fasilitasi Bidang Kebudayaan, Penetapan Warisan Budaya, Dukungan terhadap Karya Perfilman dan Musik Indonesia, dan Pelestarian Karya Budaya.

Apresiasi dari Komite III DPD RI


Komite III DPD RI mengapresiasi pelaksanaan program kerja Kemendikbudristek tahun anggaran 2022. Komite III DPD RI juga mengapresiasi penyusunan rencana kerja Kemendikbudristek tahun anggaran 2023.

Wakil Ketua Komite III DPD RI Evi Apita Maya mengatakan, Komite III DPR RI berharap Kemendikbudristek dapat memastikan pemenuhan kebijakan cagar budaya dengan melakukan beberapa upaya. Beberapa langkahnya antara lain pendampingan TACB tingkat kota/kabupaten/provinsi oleh TACB nasional dalam kajian penetapan cagar budaya, meningkatkan peran unit pelaksana teknis (UPT) kebudayaan untuk meningkatkan pelestarian cagar budaya di daerah, dan mendorong pemerintah daerah menerbitkan peraturan daerah terkait pelestarian cagar budaya.



Simak Video "Respons Masyarakat Tentang Kebijakan Kemendikbudristek"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia