Kisah Jelang Kematian Fir'aun yang Mulutnya Disumpal Malaikat Jibril

Kisah Jelang Kematian Fir'aun yang Mulutnya Disumpal Malaikat Jibril

Rahma Harbani - detikEdu
Rabu, 28 Sep 2022 05:00 WIB
Ilustrasi Firaun
Ilustrasi. Dikisahkan, Fir'aun sempat disumpal oleh tanah laut oleh Malaikat Jibril pada jelang kematiannya. (Ilustrasi: Mindra P/detikcom)
Jakarta -

Fir'aun dikenal sebagai pemimpin bangsa Qibthi yang kafir pada zaman Nabi Musa AS. Dikisahkan, kekafirannya tersebut bahkan membuat Fir'aun sombong dengan mengakui dirinya sebagai Tuhan hingga menolak untuk mengikuti ajaran Nabi Musa AS.

Di akhir hayatnya, Allah SWT menurunkan azab bagi Fir'aun dan para pengikutnya. Ditambah lagi, saat mendekati ajalnya pun, Fir'aun justru mendapat murka dari Malaikat Jibril yang justru menghalanginya untuk bertobat dan mendapat rahmat dari Allah SWT.

Kisah ini diceritakan dalam firman-firmanNya dan sejumlah keterangan hadits. Diceritakan dalam surah Yunus ayat 90-91 yang ditafsirkan Syaikh Hamid Ahmad Ath-Thahir Al-Basyuni dalam Shahih Qashashil Qur'an, Allah SWT menenggelamkan Fir'aun. Allah SWT menghempaskan gelombang ombak lautan hingga menggulung, menyeret, dan mengombang-ambing Firaun beserta semua pasukannya.

Kala itu, dikisahkan Fir'aun tengah mengejar dan memburu Nabi Musa AS beserta pengikutnya. Namun, usaha mereka gagal karena atas izin Allah SWT, Nabi Musa AS diberi mukjizat membelah Laut Merah yang ditujukan untuk menyelamatkan dirinya dan kaumnya.

Keadaan laut seperti itu membuat Fir'aun kebingungan. Namun, karena kesombongan yang ada dalam dirinya, ia enggan menunjukkan rasa bingung tersebut di depan para pengikutnya. Fir'aun pun mulai menyerbu dan menyebrang laut yang diikuti pasukannya.

Namun, saat Fir'aun dan pasukannya menyusul, Allah SWT kembali menutup kembali lautan yang terbelah tersebut. Ketika hampir tenggelam, Fir'aun pun kemudian tersadar hendak bertobat dan sempat mengucapkan kalimat syahadat.

Allah SWT berfirman dalam surah Yunus ayat 90-91,

وَجَاوَزْنَا بِبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ الْبَحْرَ فَاَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُوْدُهٗ بَغْيًا وَّعَدْوًا ۗحَتّٰىٓ اِذَآ اَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ اٰمَنْتُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا الَّذِيْٓ اٰمَنَتْ بِهٖ بَنُوْٓا اِسْرَاۤءِيْلَ وَاَنَا۠ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

اٰۤلْـٰٔنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِيْنَ

Artinya: "Kami jadikan Bani Israil bisa melintasi laut itu (Laut Merah). Lalu, Fir'aun dan bala tentaranya mengikuti mereka untuk menganiaya dan menindas hingga ketika Fir'aun hampir (mati) tenggelam, dia berkata, 'Aku percaya bahwa tidak ada tuhan selain (Tuhan) yang telah dipercayai oleh Bani Israil dan aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri kepada-Nya).'

Apakah (baru) sekarang (kamu beriman), padahal sungguh kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan?"

Pada saat yang sama, Malaikat Jibril pun menyumbat mulut Fir'aun dengan tanah laut agar dia tidak bertobat. Keterangan ini didasarkan dari cerita Abu Dawud ath Thayalisi yang mendengar kisah dari Ibnu Abbas RA. Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits sebagai berikut:

"Jibril pernah berkata kepadaku: 'Seandainya engkau melihat aku sementara aku dapat melakukan dan mengubah keadaan laut, akan aku injak mulut Fir'aun karena aku khawatir ia akan mendapatkan rahmat," (HR Abu Dawud).

Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas RA pernah berkata dengan redaksi berikut,

"Suatu ketika dua orang sahabat menghadap Rasulullah SAW (menanyakan tentang Fir'aun). Beliau bersabda, 'Malaikat Jibril menyumpali mulut Fir'aun dengan pasir, khawatir kalau-kalau akan mengucapkan, 'La ilaha illallah,'" (HR Ahmad).

Ibnu Katsir dalam Kisah Para Nabi mengutip pernyataan Ibnu Abbas RA yang pernah menyebutkan alasan mengapa Malaikat Jibril berlaku demikian pada Fir'aun. Alasannya, Malaikat Jibril khawatir rahmat Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Penyayang lebih cepat menghampiri Fir'aun daripada murkaNya.

"Sebab itu, Jibril cepat-cepat mengubah keadaan dengan mengibaskan sayapnya hingga menampar wajah Fir'aun dan menewaskannya sampai tenggelam," tulis Ibnu Katsir.

Dengan kata lain, semua tobat yang diusahakan Fir'aun di akhir hayatnya terlambat dan membuatnya su'ul khatimah atau akhir yang buruk. Sebab, tidak ada tobat di saat sakaratul maut menjemput hingga akhirnya Fir'aun dan kaumnya tenggelam.

Sekalipun demikian, Allah SWT menyelamatkan jasad Fir'aun agar menjadi bukti dan pelajaran bagi orang-orang sesudahnya. Allah SWT berfirman dalam surah Yunus ayat 92:

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيْكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُوْنَ لِمَنْ خَلْفَكَ اٰيَةً ۗوَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ عَنْ اٰيٰتِنَا لَغٰفِلُوْنَ

Artinya: "Pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar kamu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelah kamu. Sesungguhnya kebanyakan manusia benar-benar lengah (tidak mengindahkan) tanda-tanda (kekuasaan) Kami."



Simak Video "Ikhtiar dan Tawakal, Paket Lengkap untuk Dapat Pertolongan Allah"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/kri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia