Otak Kamu Lebih Muda atau Tua dari Usia Aslinya? Ini Tanda-tandanya

Otak Kamu Lebih Muda atau Tua dari Usia Aslinya? Ini Tanda-tandanya

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 26 Sep 2022 18:45 WIB
Brain from wooden puzzles. Mental Health and problems with memory.
Ilustrasi usia otak. Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Otak kita dapat menua pada tingkat yang berbeda dari usia kita sebenarnya. Organ tersebut bisa saja lebih tua atau lebih muda, bergantung pada kesehatan, gaya hidup, dan kepribadian seseorang.

Lantas bagaimana caranya mengetahui apakah otak kita masih muda atau semakin senior? Simak beberapa hal yang bisa menandakan usia otak kita berikut ini!

Tanda bahwa Otak Masih Muda

1. Berbicara lebih dari satu bahasa

Mengutip dari Prevention, sekelompok peneliti asal Kanada dan Spanyol yang menyusun artikel berjudul Interference Control at the Response Level: Functional Networks Reveal Higher Efficiency in the Bilingual Brain menjelaskan, orang-orang bilingual mempunyai koneksi saraf lebih terpusat dan terspesialisasi.

Alasannya, berbicara dua bahasa membuat otak memilih informasi dengan lebih efisien, sehingga energi otak lebih hemat. Inilah yang membuat otak awet muda.

Dalam tulisan yang diterbitkan dalam Journal of Neurolinguistics Volume 43 itu, orang bilingual tidak menggunakan otak frontal sebanyak mereka yang hanya menuturkan satu bahasa. Dampak atas hal ini adalah lebih kecilnya kemungkinan untuk mengembangkan penuaan kognitif dan demensia.

2. Menjadi mindful atau hidup dengan kesadaran penuh

Praktik mindfulness yang membuat kita fokus pada momen saat ini, bisa membantu melestarikan materi abu-abu dalam otak. Berdasarkan studi bertajuk Forever Young(er): Potential Age-defying Effects of Long-term Meditation in Age Matter Atrophy, praktik meditasi pada akhirnya bagus untuk menjaga kemampuan otak menyimpan memori.

Meditasi mampu melestarikan materi abu-abu otak dengan cara mengurangi stres yang bisa melukai otak dan merusak respons kekebalan tubuh. Praktik tersebut merangsang percabangan dendritik baru dan membentuk sinapsis baru, sehingga mendukung sel otak berkomunikasi satu sama lain.

3. Merasa lebih muda dari usia sebenarnya

Terdapat istilah yang disebut dengan usia subjektif, artinya usia yang dirasakan berbeda dengan umur biologis. Ketika usia subjektif lebih muda dari umur sebenarnya, maka hal ini adalah pertanda bagus.

Sebuah penelitian dari Seoul National University dan Yonsei University berjudul Feeling How Old I Am: Subjective Age is Associated with Estimated Brain Age menemukan, orang yang merasa lebih muda dari usianya menunjukkan lebih sedikit tanda penuaan fisik pada otak seiring waktu.

Menurut penelitian ini, merasa lebih muda dalam konteks usia subjektif, bisa memberikan dampak positif terhadap bagaimana otak bekerja dan seberapa cepat penuaannya.

Para peneliti mengatakan, penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk menentukan bagaimana merasa lebih muda bisa mempengaruhi mekanisme saraf. Salah satu teori mereka adalah, semakin muda usia subjektif seseorang, semakin aktif pula fisik dan mentalnya. Sementara, aktif secara fisik dan mental terbukti sangat bagus untuk kesehatan otak.

Itulah beberapa tanda yang bisa memperlihatkan bahwa otak seseorang masih muda. Bagaimana jika sebaliknya?

Tanda bahwa Otak Menua Lebih Cepat

Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa mungkin otak kita telah menua lebih cepat ketimbang yang semestinya, yaitu:

1. Melupakan berbagai hal

Menurut Thomas R. Vidic, anggota American Academy of Neurology, banyak pasiennya yang memiliki masalah memori, tetapi tidak menyadarinya. Salah satu hal yang bisa menjadi langkah awal untuk melihat apakah kita memiliki masalah memori atau tidak, yakni dengan memperhatikan apakah kata orang lain menyebut kita pelupa. Apabila memang demikian, mungkin selanjutnya kita perlu mengunjungi profesional.

2. Lelah di siang hari

Rasa kantuk di siang hari bukan hanya berarti bahwa otak tidak memperoleh istirahat yang tepat di malam hari. Kurang tidur juga berkaitan dengan penuaan otak. Menurut Neil Graff-Radford, seorang profesor neurologi di Mayo Clinic Jacksonville, Florida, tidur adalah pelindung otak yang amat penting.

Penelitian menunjukkan, sleep apnea bisa menyebabkan hippocampus, bagian dari otak yang berkaitan dengan pembelajaran dan memori, menjadi lebih kecil. Dikatakan dalam Mayo Clinic, sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti berulang kali saat tidur.

Masalah sleep apnea bisa berdampak kekurangan oksigen, sehingga merusak otak. Namun, mengobatinya juga bisa mengembalikan otak ke keadaan normal.

Idealnya, seseorang perlu tidur selama 7-8 jam per malam demi kesehatan otak.

3. Tidak fokus

Seseorang perlu menemui dokter ketika terus-menerus kesulitan fokus saat sedang stres. Sebuah penelitian bertajuk Arousal Increases Neural Gain via the Locus coeruleus-Noradrenaline System in Younger Adults but not in Older Adults menemukan, mudah terdistraksi adalah tanda penuaan kognitif.

Tanda tersebut bisa muncul sejak usia 30 tahun dan dapat menjadi sinyal Alzheimer. Oleh sebab itu, jika cenderung sulit fokus saat sedang stres, maka sebaiknya mengikuti tes kognitif untuk melihat apakah ada kemungkinan penurunan kognitif.

4. Sinis

Sekelompok peneliti asal Finlandia menerbitkan penelitian menarik berjudul Late-life Cynical Distrust, Risk of Incident Dementia, and Mortality in a Population-based Cohort. Studi tersebut menemukan, orang tua yang sangat sinis tidak hanya punya tingkat penurunan kognitif lebih tinggi, tetapi juga cenderung meninggal lebih cepat. Bagaimana bisa?

Penyebabnya adalah stres negatif. Kortisol atau hormon stres berdampak sangat tidak sehat untuk otak dan menghalangi berpikir jernih.

Saat pandangan sinis muncul, seseorang disarankan mencoba menarik napas dalam-dalam dalam memilih sesuatu yang positif untuk dikatakan.

Demikian beberapa hal yang bisa menjadi penanda bahwa otak kita berusia lebih muda atau bahkan lebih tua dari sebenarnya.



Simak Video "Polisi Ringkus Otak Begal Warga Pakai Samurai di Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia