Apa yang Terjadi pada Otak Manusia Saat Tertidur?

Apa yang Terjadi pada Otak Manusia Saat Tertidur?

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Selasa, 13 Sep 2022 20:00 WIB
Ilustrasi tidur dan arti mimpi hamil
Ilustrasi tidur (Foto: Getty Images/iStockphoto/narith_2527)
Jakarta -

Tidur merupakan kegiatan yang dilakukan oleh makhluk hidup untuk mengistirahatkan tubuh. Bahkan, dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa sepertiga hidup manusia dihabiskan untuk tidur atau mencoba tidur.

Dalam kaitannya, pernahkah detikers berpikir apa yang sebenarnya terjadi pada otak manusia ketika tertidur?

Otak manusia merupakan misteri besar yang rumit dan sulit dipecahkan. Bagian tubuh yang satu ini mengandung miliaran neuron dan menghasilkan daya sekitar 25 watt.

Rumitnya otak manusia membuat para ilmuwan tak henti-hentinya mempelajari informasi baru mengenai fungsi otak, salah satunya ketika kita tertidur.

Dikutip dari Live Science pada Selasa (13/9/22), tidur dianggap penting dan memiliki dampak besar dalam kehidupan sehari-hari. Seorang profesor neurologi di University of Pennsylvania, David Raizen mengatakan bahwa ketika manusia kekurangan tidur maka kemampuan berpikir dan beraktivitasnya akan menurun.

"Karena defisit terbesar dari kurang tidur dialami oleh otak, kami pikir otak adalah organ utama yang terkena dampak bila seseorang kurang tidur. Oleh karena itu, tidur sangat penting untuk fungsi otak yang sahat," jelas Raizen.

Manusia Memiliki Dua Tipe Tidur

National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) memaparkan bahwa ada tipe dasar pada tidur, yaitu Rapid Eye Movement Sleep (REM) dan tidur non-REM. Nah, kedua tipe tidur ini berkaitan dengan jenis gelombang otak tertentu dan aktivitas saraf tertentu.

Biasanya, tidur non-REM terjadi ketika manusia beralih dari bangun ke tidur. Pada saat itu, gelombang otak melambat dan otot-otot mulai rileks. sehingga, pernapasan menjadi lebih lambat ketimbang siang hari.

Adapun tidur REM merupakan aktivitas gelombang otak beroperasi pada tingkat yang sangat mirip dengan terjaga. Pada sebuah studi, sebanyak 20-25% waktu tidur manusia merupakan tidur REM. Pada fase itu biasanya mimpi cenderung jadi aneh dan tidak masuk akal.

Yang Sebenarnya Terjadi Pada Otak Manusia Ketika Tidur

Ketika manusia mengalami tidur REM, maka talamus yang merupakan massa besar berwarna abu-abu yang ditemukan di tengah otak, mengirimkan gambar, suara, dan sensasi lain yang memenuhi mimpi kita.

Dalam kaitannya, John Hopkins Medicine menyatakan bahwa neurotransmitter asetilkolin ditemukan ketika tidur REM. Asetilkolin ini muncul untuk membantu otak menyimpan informasi yang dikumpulkan dan nantinya akan membantu mengingat informasi saat tidur.

Maka dari itu, belajar sebelum tidur dapat membantu seseorang untuk mengingat banyak hal keesokan harinya.

Saat manusia tertidur, otak mengalami pola gelombang yang dikenal sebagai spine spindle yang tidak sepenuhnya dipahami, namun dianggap berperan dalam mempelajari dan mengintegrasikan ingatan baru.

Spine spindle ini berfungsi untuk memastikan manusia tetap terlelap, bahkan ketika menghadapi rangsangan dari luar. Ketika manusia tertidur, maka otak mencuci dirinya sendiri dalam campuran cairan serebrospinal dan darah.

Siklus pencucian ini membantu mengungkap informasi baru tentang gangguan terkait usia serta neurologis dan psikologis yang berhubungan dengan pola tidur.

Kurang Tidur Dapat Mempengaruhi Kemampuan Sel Otak

Saat manusia tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, maka kemampuan sel otak untuk berkomunikasi satu sama lain akan terganggu.

Hal ini diungkapkan pada sebuah studi tahun 2017 di jurnal Nature Medicine. masalah tersebut menyebabkan penyimpangan mental sementara yang akan mempengaruhi memori dan persepsi visual.

Tubuh yang kekurangan tidur menurut Itzhak Friend, direktur program epilepsi di University of Californya, juga dapat mengambil kemampuan neuron untuk berfungsi dengan baik.

Itulah sebabnya, tidur berkualitas sama pentingnya dengan kebutuhan makanan dan air pada tubuh manusia.

"Ada banyak kondisi kesehatan yang diamati yang berkorelasi dengan kurangnya tidur," kata Raizen.

Walau begitu, masih banyak pertanyaan terkait tidur dan hubungannya dengan otak yang belum terjawab. Untuk memecahkan teka-teki ini dibutuhkan penelitian lebih lanjut.



Simak Video "Polisi Ringkus Otak Begal Warga Pakai Samurai di Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia