Sekolah di Amerika Serikat Sebelum Merdeka, Bisa Bayar Pakai Kayu Bakar

Sekolah di Amerika Serikat Sebelum Merdeka, Bisa Bayar Pakai Kayu Bakar

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 24 Sep 2022 09:00 WIB
Gedung sekolah Moravian di Oley Township, Pennsylvania AS, tahun1743-1745.
Gedung sekolah Moravian di Oley Township, Pennsylvania AS, tahun1743-1745. Foto: Wikimedia Commons
Jakarta -

Sebelum merdeka pada 1776, Amerika Serikat terdiri dari wilayah koloni New Hampshire, New York, Massachusetts, Connecticut, Rhode Island, Maryland, Virginia New Jersey, Pennsylvania, Delaware, North Carolina, South Carolina, dan Georgia. Wilayah ini dikenal dengan sebutan 13 Koloni. Seperti apa anak-anak Amerika sekolah di masa prakemerdekaan kala itu?

Dilansir dari History, pendidikan sekolah di Amerika pada masa penjajahan di abad ke-17 dan 18 belum terstandar. Saat itu, belum ada pendidikan gratis yang dibiayai oleh pajak, seperti yang muncul pada pertengahan abad ke-19 kelak.

Anak-anak 13 Koloni punya kesempatan sekolah yang berbeda-beda, tergantung ras dan wilayah tinggalnya. Sekolah kolonial umumnya dibuka untuk penjajah dari Eropa yang mampu membayar biaya sekolah anak-anaknya.

Namun, ada juga sejumlah kecil sekolah yang menawarkan pendidikan lebih inklusif. Contohnya yaitu Bray School di Williamsburg Virginia, yang menawarkan pendidikan kepada sekitar 400 siswa Afrika-Amerika merdeka dan diperbudak antara tahun 1760-1774.

Fakta Sekolah di Amerika Serikat pada Masa Penjajahan

Membaca adalah Kewajiban Agama bagi Kaum Puritan

Bagi kaum puritan Inggris yang mendirikan Koloni Teluk Massachusetts pada tahun 1630, literasi dan pendidikan merupakan prioritas tertinggi. Sebab, Reformasi Protestan didasarkan pada keyakinan bahwa umat beriman dapat berkomunikasi langsung dengan Tuhan dengan membaca Alkitab.

"Keaksaraan mengambil unsur agama. Jika Anda melihat koloni New England, pembangunan sekolah melampaui semua jenis bangunan lainnya. Ini menunjukkan tingginya nilai yang mereka berikan pada membaca," kata sejarawan pendidikan dan dosen Universitas Toledo, Edward Janak, dikutip dari History.

Pendidikan Anak Pelayan dan Magang Tanggung Jawab Pemberi Kerja

Massachusetts meloloskan undang-undang pertama yang mengatur pendidikan di Amerika. Hukum Kehadiran Wajib Massachusetts tersebut disahkan pada tahun 1642.

Hukum ini tidak mengharuskan anak-anak untuk pergi ke sekolah, tetapi menyatakan bahwa semua kepala rumah tangga Massachusetts bertanggung jawab atas "pendidikan" setiap anak yang tinggal di bawah atap mereka, termasuk anak-anak pelayan dan magang. Pendidikan dalam hal ini mencakup membaca, agama, dan hukum.

Belajar Huruf dari "Buku Tanduk"

Anak-anak paling kecil biasanya belajar huruf di rumah dengan buku tanduk. Buku tanduk bukanlah buku, tetapi papan kayu yang bentuknya lebih mirip cermin persegi panjang dengan gagang untuk berhias satu orang.

Papan kayu tersebut menjadi tempat untuk mengikatkan selembar kertas berisi abjad dengan huruf kecil dan huruf kapital, serta tulisan doa Bapa kami. Agar tidak kena kotoran makanan dari jari anak-anak, kertas itu ditutupi lembaran tanduk binatang yang sudah ditipiskan sebagai ganti plastik laminasi yang saat itu belum digunakan.

Anak-anak lalu mengambil selembar velilm atau semacam kertas yang sangat tipis dan meletakkannya di atas buku tanduk. Dari situ, anak-anak bisa belajar menjiplak dan belajar mengenal penulisan bentuk huruf.

Anak-anak usia 5-7 ini juga bisa pergi ke "sekolah dame", yaitu sekolah informal yang dijalankan ibu-ibu yang sekaligus mengawasi anak-anak di rumahnya. Ibu ini bertugas mengajari dasar-dasar pengetahuan dengan imbalan kecil berupa uang.

Wajib ada SD di Massachusetts

Pada 1647, Massachusetts juga mengesahkan undang-undang yang mewajibkan setiap kota dengan 50 rumah tangga untuk menyediakan sekolah kecil (setara SD). Sementara itu, kota besar yang lebih dari 100 rumah tangga wajib menyediakan sekolah kecil dan sekolah tata bahasa (tata bahasa Latin atau sekolah menengah).

Di New England, sekolah tata bahasa disediakan untuk anak laki-laki dari keluarga kaya yang perlu menguasai bahasa Latin dan sedikit bahasa Yunani untuk masuk ke seminari dan Harvard College yang didirikan tahun 1636.

Bayar dengan Uang atau Hasil Bumi

Biaya sekolah di Massachusetts sebelum merdeka yaitu 6 pence, sekitar USD 45 sen atau Rp 6.800 per minggu untuk membaca dan 6 pence lagi untuk aritmetika. Totalnya sekitar Rp 14.000 per minggu untuk belajar di sekolah.

Beda halnya dengan di daerah pedesaan. Orang tua bisa membayar dengan barley, gandum, jagung, dan kacang-kacangan hasil pertanian keluarga. Sementara itu di musim dingin, setiap anak wajib memberikan seikat kayu bakar. Jika tidak, maka dikenakan denda 4 shillings, sekitar USD 96 sen atau Rp 14.500.


Bisa Cuti Sekolah saat Musim Panen di New England

Sekolah-sekolah kecil di New England terdiri dari satu ruang yang diisi anak-anak laki-laki dan juga perempuan dari berbagai usia. Mereka bersekolah ketika memungkinkan.

Contoh, anak-anak bisa bersekolah selama 5-6 minggu, lalu mengambil cuti sebulan untuk membantu orang tua di ladang atau di kedai. Mereka lalu kembali ke sekolah dan kembali belajar di materi terakhir yang dipelajari.

Anak-anak sekolah kecil belajar membaca, menulis, ejaan, tata bahasa, dasar-dasar aritmetika, dan ajaran moral beserta agama. Mereka menulis dengan pena bulu angsa dan tinta, satu-satunya alat tulis yang saat itu tersedia.

Kepala sekolah umumnya menghabiskan waktu untuk menyiapkan dan memperbaiki pena bulu para siswa. Anak-anak harus membawa tinta masing-masing, yang dibuat dari bubuk tinta dan air atau dari kulit kayu maple rawa.

Sekolah di Koloni Tengah dan Selatan

Sementara itu, di luar New England, pemerintah kolonial membiarkan beban pendidikan anak-anak sebagian besar jatuh pada keluarga, gereja, dan beberapa sekolah swasta untuk orang miskin. Sebagian besar sekolah berbayar, tetapi ada juga sekolah amal yang gratis untuk kelas pekerja dan orang miskin.

Koloni Selatan juga kesulitan di bidang pendidikan karena populasinya tersebar di pertanian dan perkebunan. Karena perekonomian mereka berkaitan dengan Inggris dan Eropa, pemilik perkebunan paling kaya di daerah selatan bisa merekrut guru privat atau mengirim anak-anak mereka ke luar negeri untuk belajar.

Beberapa kelompok warga di selatan Amerika Serikat juga kadang memperkerjakan kepala sekolah untuk sekolah lapangan. Sekolah ini benar-benar ada di lapangan bekas ladang tembakau yang kosong selama satu musim. Jika masuk musim tanam, sekolah pindah ke ladang lain.

Guru dan Hukuman

Saat itu, guru berkualitas masih sulit didapat karena belum ada pendidikan guru atau pelatihan profesi. Mengajar saat itu dianggap sebagai usaha komersil. Hampir semua guru, kecuali guru sekolah dame, adalah laki-laki.

Ada juga guru keliling yang mengajar dari kota ke kota untuk mengajar satu mata pelajaran spesialisasi, seperti aritmetika atau tulisan tangan.

Budak juga kadang ditugaskan menjadi guru. Guru pertama George Washington, Presiden AS pertama, adalah seorang budak yang dibeli oleh ayah Washington, seorang pemilik perkebunan Virginia. Gurunya juga bertugas menyapu gedung dan menggali kuburan.

Di sisi lain, para guru di Massachusetts di masa prakemerdekaan juga menerapkan hukuman fisik dan hukuman yang mempermalukan anak di sekolah, tidak peduli pada anak orang kaya sekalipun.



Simak Video "Helikopter di California Jatuh, Seluruh Penumpang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia