Solusi Macet dengan Beralih ke Angkutan Umum, Ini Strategi Ahli ITB

Solusi Macet dengan Beralih ke Angkutan Umum, Ini Strategi Ahli ITB

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 03 Sep 2022 08:00 WIB
Kemacetan terjadi setiap pagi dan sore hari. Seperti yang terlihat di Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa (23/8/2022) ini.
Solusi kemacetan dengan beralih ke angkutan umum, perlu strategi pendukung. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Masalah kemacetan pagi hingga malam hari umum dirasakan detikers yang beraktivitas di kota besar Indonesia. Di sisi lain, apakah kamu tahu, masalah transportasi dan kemacetan bisa diselesaikan bila masyarakat mengubah kebiasaan perjalanan?

Hanya saja, mengubah kebiasaan warga agar beralih ke angkutan umum tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh sejumlah strategi yang melibatkan berbagai pihak.

Solusi ini disampaikan Guru Besar Fakultas Teknik Sipil ITB Harun Al Rasyid Lubis dalam orasi ilmiah, "Apakah Kemacetan Kota Bisa Diatasi: Transfer Pengetahuan dan Kegagalan Kebijakan" baru-baru ini.

Harun menjelaskan, tantangan tersulit bagi pembuat kebijakan transportasi di antaranya adalah memenuhi kebutuhan beragam keinginan dan harapan pengguna. Sebab, tendensi manusia untuk mengubah perilaku transportasi akan selalu didasari kebutuhan pergerakan mereka.

"Meskipun angkutan umum mungkin cocok untuk satu orang yang bepergian ke-dan-dari tempat kerja, mungkin kurang nyaman bagi seorang ibu yang tinggal di rumah yang harus mengantarkan anaknya menuju sekolah, berbelanja, dan mengunjungi sanak keluarga," ujar Harun menerangkan penelitiannya.

Ia menuturkan, National Center for Sustainable Transport Technology (NCSTT) ITB merunut tiga pilar dasar yang menjadi pedoman dalam mencapai visi transportasi kota yang berkelanjutan tersebut.

Harapannya, pedoman ini bisa membantu warga untuk mengubah perilaku bertransportasi dan mengurai kemacetan. Berikut lengkapnya.

Kunci Sukses Sistem Transportasi Nasional

1. Otoritas

Harun menerangkan, kehadiran otoritas yang kuat untuk mengawal koordinasi transportasi perkotaan berwenang penuh untuk melakukan koordinasi perencanaan dan kebijakan investasi ke berbagai tingkat pemerintahan.

Hal ini mencakup tarif, subsidi, dan pendanaan sesuai rencana induk yang disiapkannya bersama para pemangku kepentingan.

2. Masterplan Transportasi Terintegrasi

Ia menambahkan, adanya koordinasi yang baik antara investasi dan operasi angkutan umum, kebijakan, dan peraturan tata guna lahan dalam rencana induk (masterplan) perkotaan yang solid bisa menghasilkan rencana induk transportasi yang baik.

Rencana induk transportasi yang dimaksud adalah masterplan transportasi yang terintegrasi dengan pengembangan tata ruang kota, angkutan umum berbasis jalan maupun rel, pengembangan jaringan jalan, dan pengelolaan lalu lintas yang menghasilkan jejak karbon rendah serta menjamin keselamatan pengguna.

3. Sumber Daya serta Pendanaan Publik dan Swasta Berkelanjutan

Harun menegaskan, ruang fiskal berkelanjutan dan kehadiran entitas swasta adalah kunci berhasilnya sistem transportasi nasional. Menurutnya, mekanisme dan distribusi kebijakan perpajakan dan earmarking yang tepat akan menjamin ketersediaan dana publik untuk investasi dan subsidi dalam jangka panjang.

"Di sisi lain, masterplan fisik, jangka panjang, dengan otoritas yang kuat juga terus membutuhkan pemutakhiran seiring kecepatan perkembangan kebijakan, sosial ekonomi, dan teknologi," kata Harun.



Simak Video "Penampakan Jalan Gatot Subroto Tersendat Usai Relawan Jokowi Bubar"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia