Apakah Menangis Membatalkan Puasa?

Apakah Menangis Membatalkan Puasa?

Rahma Harbani - detikEdu
Selasa, 23 Agu 2022 06:00 WIB
Ilustrasi wanita menangis
Ilustrasi. Apakah menangis membatalkan puasa? (Getty Images/iStockphoto/Rachaphak)
Jakarta -

Bulan Muharram disebut Rasulullah SAW adalah bulan terbaik untuk mengamalkan puasa sunnah. Sebagaimana amalan puasa lainnya, puasa sunnah juga memiliki perkara yang membatalkan puasa.

Apakah Menangis Membatalkan Puasa?

Cendekiawan Muslim Quraish Shihab dalam Menjawab 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui menjelaskan permasalahan ini. Menurutnya, menangis karena sebab apapun tidak dapat disebut membatalkan puasa.

Sebaliknya, menangis justru dikatakan sebagai perkara yang menambah pahala.

"Jika menangis karena mengingat dosa-dosa, prihatin melihat penderitaan orang lain, atau pun mengingat kebesaran Allah, maka hal tersebut justru akan menambah pahala," demikian keterangan Quraish Shihab dalam bukunya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Maman Imanul Haq. Ia menyebut, menangis tidak membatalkan puasa karena termasuk dalam perkara khas yang dimiliki manusia.

"Menangis tidak membatalkan puasa karena menangis adalah sesuatu yang khas dalam diri manusia. Jangankan saat duka, bahkan saat bahagia kita pun mengucurkan air mata," kata Maman, dikutip dari arsip detikcom.

Tentunya saat menangis jangan sampai air mata masuk ke dalam mulut. Air mata yang masuk ke rongga dan lambung itulah yang membatalkan puasa.

"Yang membatalkan puasa bukan nangisnya. Tapi air mata yang masuk ke rongga dan masuk ke lambung kita itu yang membatalkan puasa," jelasnya.

Jika menangis tidak membatalkan puasa, apa yang menjadikan puasa seseorang tidak sah? Ada sejumlah perkara yang justru harus lebih diperhatikan muslim selama berpuasa.

6 Perkara yang Membatalkan Puasa

1. Makan dan Minum

Orang yang sengaja makan dan minum, sebenarnya ia telah membatalkan puasanya. Sebab puasa sendiri dasarnya menahan salah satunya makan dan minum.

Namun, ada keringanan jika makan dan minum dilakukan dalam keadaan lupa. Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa lupa ketika puasa lalu dia makan atau minum, maka teruskan saja puasanya. Karena sesungguhnya Allah telah memberinya makan dan minum." (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Sengaja Muntah

Hal yang membatalkan adalah penyengajaan muntah. Bila muntah itu karena terpaksa atau karena dorongan dalam diri sebab sakit yang tidak ia sengaja, maka puasanya tetap sah.

"Orang yang muntah tidak perlu mengqadha tetapi orang yang sengaja muntah wajib mengqadha," (HR Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al Hakim).

3. Berhubungan Badan

Berhubungan badan meskipun tidak menyebabkan keluarnya air mani juga membatalkan puasa. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 187:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya: "Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa."

4. Sengaja Mengeluarkan Sperma

Keluarnya air mani atau sperma dengan sengaja dapat membatalkan puasa. Namun, jika keluar sperma karena mimpi basah di siang hari maka puasanya tidak batal.

5. Memasukkan Sesuatu ke Rongga Mulut

Salah satu hal yang membatalkan puasa adalah memasukkan segala sesuatu ke rongga mulut, hidung, telinga, dan kemaluan.

6. Keluar Darah Haid dan Nifas

Hal-hal yang membatalkan puasa bagi wanita adalah keluarnya darah haid dan nifas. Wanita yang sedang puasa ketika siang hari tiba-tiba keluar darah haidnya maka puasanya batal sesuai dengan sabda Rasulullah SAW,

"Dari Abi Said Al-Khudhri ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Bukankah bila wanita mendapat haid dia tidak boleh sholat dan puasa.'" (HR Muttafaq 'alaih).



Simak Video "Kapolri Janji Tak Ada Lagi Gas Air Mata di Stadion Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia