11 Puasa yang Dianjurkan Rasulullah, Bulan Muharram Paling Utama

Kristina - detikEdu
Senin, 08 Agu 2022 05:00 WIB
Senior Muslim woman preparing food
Ilustrasi puasa. Foto: iStock
Jakarta -

Ada sejumlah hari yang di dalamnya Rasulullah SAW menganjurkan untuk puasa sunnah. Dari 11 jenis yang ada, puasa di bulan Muharram adalah yang paling utama.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang berasal dari Abu Hurairah RA. Dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم

Artinya: "Sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram." (HR Muslim)

Keutamaan Puasa

Puasa memiliki sejumlah keutamaan. Rasulullah SAW bersabda, "Puasa adalah perisai dari api neraka, seperti perisai masing-masing kalian pada saat berperang." (HR Ahmad)

Keutamaan ini juga disebutkan dalam haditsnya yang lain. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah SWT maka Allah SWT akan menjauhkannya dari api neraka karena satu hari itu sejauh perjalanan tujuh musim semi." (HR At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Selain itu, doa yang dipanjatkan orang yang berbuka puasa termasuk doa yang mustajab. Sebagaimana beliau bersabda, "Sesungguhnya orang yang berpuasa, memiliki doa yang tidak tertolak ketika berbuka." (HR Ibnu Majah, Al-Hakim, dinilai shahih)

Puasa yang Dianjurkan bagi Umat Islam

Mengutip Kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabar Al-Jazairi, berikut 11 puasa sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW bagi umatnya:

1. Puasa Hari Arafah

Puasa Arafah adalah puasa yang dikerjakan pada 9 Zulhijah dan berlaku bagi orang yang tidak pergi haji. Sebagaimana sabdanya:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa Arafah (Zulhijah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim dan Ahmad)

2. Puasa Hari Tasu'a dan Hari Asyura

Puasa hari Tasu'a dan Asyura adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Rasulullah SAW bersabda, "Adapun puasa Asyura menghapus dosa-dosa tahun lalu."

Beliau SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan orang-orang untuk berpuasa. Beliau bersabda, "Apabila kami berjumpa dengan tahun depan, insya Allah kami akan berpuasa pada hari ke sembilan." (HR Muslim dalam Kitab Ash-Shiyam)

3. Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

Puasa sunnah ini bersandar pada hadits yang berasal dari Abu Ayub Al Anshari, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر

Artinya: "Barang siapa berpuasa Ramadan lalu melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu setara dengan puasa sepanjang tahun." (HR. Muslim. Imam Ahmad juga meriwayatkan dari hadits Jabir).

4. Puasa Setengah Bulan di Awal Sya'ban

Puasa ini merujuk pada penuturan Aisyah RA, "Aku tidak pernah melihat Rasulullah puasa satu bulan penuh selain di bulan Ramadan. Aku juga tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak daripada puasa di bulan Sya'ban." (HR Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf)

5. Puasa 10 Hari Awal Bulan Zulhijah

Hal ini diterangkan Imam Al Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin dengan bersandar pada sebuah riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas. Rasulullah SAW bersabda:

"'Tiada ada hari yang amal sholeh, lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini (sepuluh hari pertama bulan Zulhijah).' Sesungguhnya berpuasa satu hari di dalamnya membandingi berpuasa satu tahun. Melakukan sholat malam di dalamnya membandingi sholat malam pada malam Lailatul Qadar. Salah seorang sahabat bertanya 'Apakah lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah?' Beliau bersabda, 'Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid).'"

6. Puasa Bulan Muharram

Puasa bulan Muharram mengacu pada sabdanya ketika ditanya, "Puasa apakah yang paling utama setelah Ramadan?" Beliau menjawab, "Bulan Allah yang kalian sebut Muharram." (HR Ibnu Majah dan Ahmad)

7. Puasa Ayyamul Bidh Setiap Bulan

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 kalender Hijriah. Hal ini merujuk pada penuturan Abu Dzar, "Kami diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk berpuasa di tiga hari Ayyamul Bidh tiap bulannya, yaitu 13, 14, dan 15." Dia berkata, "Seperti puasa setahun." (HR An-Nasa'i, dinilai shahih oleh Ibnu Hibban)

8 dan 9. Puasa Hari Senin dan Kamis

Menurut sebuah hadits, Nabi SAW paling sering melakukan puasa Senin Kamis. Beliau bersabda tentang hal tersebut,

"Sesungguhnya amal perbuatan diserahkan (dilaporkan) setiap hari Senin dan Kamis, kemudian Allah mengampuni dosa setiap muslim atau setiap mukmin kecuali bagi dua orang yang saling memutuskan hubungan. Dia berkata, 'Tunda bagi mereka berdua'." (HR Ahmad dengan sanad shahih)

10. Puasa Dawud

Puasa Dawud adalah ibadah yang dikerjakan dengan puasa sehari dan tidak puasa sehari atau selang-seling. Hal ini bersandar pada sabdanya,

"Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Dawud, dan salat yang paling dicintai Allah adalah salat Nabi Daud. Dahulu, dia tidur setengah malam lalu salat sepertiga malam lalu tidur lagi seperenam malam, dan dia juga puasa sehari lalu tidak puasa sehari." (HR Bukhari, Abu Dawud, Ahmad, dan An-Nasa'i)

11. Puasa bagi Bujangan yang Belum Mampu Menikah

Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa sunnah bagi bujangan yang belum mampu menikah. Sebagaimana sabdanya,

"Barangsiapa telah mampu untuk menikah maka menikahlah, karena ia lebih bisa menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa tidak mampu maka berpuasalah, karena ia adalah penahan syahwat." (HR Bukhari)



Simak Video "Elon Musk: Aku Puasa Secara Berkala dan Merasa Lebih Sehat"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia