Sejarah Lahirnya VOC: Latar Belakang, Tujuan, dan Kebijakannya

Rafi Aufa Mawardi - detikEdu
Kamis, 11 Agu 2022 20:30 WIB
Museum Bahari yang berlokasi di Kota Tua Jakarta merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda yang masih ada hingga kini. Penasaran seperti apa isinya?
Gedung Museum Bahari Jakarta pernah digunakan sebagai penyimpanan barang dagangan utama VOC di Nusantara seperti rempah-rempah (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC adalah kongsi dagang terbesar asal Belanda yang pada abad ke-17 menguasai pusat perdagangan di wilayah Asia. Pada waktu itu, VOC melakukan monopoli yang luar biasa terhadap jalur perdagangan rempah-rempah. Akan tetapi, bagaimana sejarah lahirnya VOC?

Sebelum membahas mengenai sejarah lahirnya VOC, ada beberapa fakta-fakta menarik yang harus kamu tahu. Di mana VOC ini memiliki tentara dan diperbolehkan negosiasi dengan negara-negara lain yang membuat seolah-olah VOC seperti negara di dalam negara.

Selain itu, VOC ini memiliki enam bagian, yaitu ada di Amsterdam. Middelburg, Enkhuizen, Delft, Hoorn, dan Rotterdam. Walaupun VOC adalah badan atau institusi dagang umum, namun memiliki legitimasi penuh dari negara dengan diberikannya berbagai fasilitas-fasilitas.

Sejarah Lahirnya VOC

Jauh sebelum Belanda datang ke Indonesia, ada fenomena di mana perdagangan rempah-rempah yang dikuasai oleh Portugis pada abad ke-16. Di mana Portugis bekerja sama dengan Jerman, Spanyol, dan Italia yang menggunakan kota Hamburg sebagai pelabuhan sentral dalam mendistribusikan barang di Asia.

Tidak ingin kalah, Belanda akhirnya melakukan ekspedisi dengan empat kapal besar yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman menuju Indonesia. Ini juga menandakan sebagai kedatangan pertama Belanda ke Indonesia dan berlabuh ke Banten.

Mengutip dari buku Negeri Dengan Seribu Pesona Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Paket A Setara SD/MI kelas V (2018) yang ditulis oleh Maria Listiyani menjelaskan jika sejarah lahirnya VOC dimulai ketika Belanda sampai di Indonesia pada tahun 1596 dan langsung mendirikan perusahaan dagang.

Akan tetapi, lahir persaingan yang ketat antara setiap pedagang Belanda. Hal ini ditengarai oleh persaingan harga rempah-rempah dan di lain sisi harga rempah-rempah di Eropa juga merosot. Untuk mengatasi hal-hal tersebut, maka didirikannya perusahaan dagang bernama Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

VOC secara resmi berdiri sebagai perusahaan dagang pada tanggal 20 Maret 1602 dan dipimpin oleh seorang Gubernur Jenderal. Gubernur Jenderal pertama dari VOC adalah Pieter Both dan tidak berlangsung lama digantikan oleh Jan Pieterszoon Coen.

Tujuan Berdirinya VOC

Ada tiga tujuan utama dari didirikannya VOC, yaitu:

  1. Menyaingi perusahaan dagang Inggris di India, yaitu East India Company (EIC)
  2. Menguasai pelabuhan serta kerajaan-kerajaan di Indonesia
  3. Melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia

Kebijakan Penting dari VOC

Di masa kepemimpinan Jan Pieterszoon Coen, VOC berkembang pesat dan berhasil menguasai rempah-rempah di beberapa wilayah di Indonesia. Adapun beberapa kebijakan dari VOC yang sangat merugikan rakyat Indonesia, yaitu:

  • Melaksanakan "Pelayaran Hongi", yaitu pelayaran yang menyusuri pantai dengan dilengkapi oleh armada perang untuk mengawasi pedagang agar tidak menjual rempah-rempah ke pedagang lain
  • Menebang tanaman rempah-rempah milik penduduk agar produksi rempah-rempah tidak berlebihan
  • Mewajibkan rakyat Indonesia untuk membayar pajak kepada VOC berupa hasil bumi

Nah, itu adalah sejarah lahirnya VOC beserta tujuan dan kebijakannya. Semoga menambah wawasan detikers!



Simak Video "Podium Perdana Maverick Vinales Bersama Aprilia"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia