Mengapa VOC Dikatakan Sebagai Negara dalam Negara? Ini Penjelasannya

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Kamis, 04 Agu 2022 14:15 WIB
Jalur Perdagangan VOC sekitar 1700 (Wikimedia Commons)
VOC. Foto: Jalur Perdagangan VOC sekitar 1700 (Wikimedia Commons)
Jakarta -

Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) merupakan kongsi dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda pada tanggal 20 Maret 1602. VOC adalah persekutuan dagang asal Belanda yang memonopoli aktivitas perdagangan di Asia.

Pada awal berdirinya, VOC dipimpin oleh Gubernur Jenderal Pieter Both. Dia memiliki tugas untuk mengendalikan kekuasaan di negeri jajahan VOC. Tujuan dibentuknya VOC untuk melindungi perdagangan Belanda baik antar sesama pedagang Belanda maupun bangsa-bangsa Eropa dan Asia lainnya.

Meski VOC merupakan sebuah kongsi dagang, kongsi ini memiliki beberapa hak istimewa hingga disebut sebagai negara dalam negara. Mengapa demikian?

Alasan VOC Disebut Sebagai Negara dalam Negara

Salah satu hak istimewa VOC adalah memiliki tentara dan diizinkan bernegoisasi dengan negara-negara lain. Oleh karenanya, VOC dikatakan sebagai negara dalam negara. Dikutip dari buku Sejarah Indonesia oleh Abdurakhman dan Arif Pradono, berikut hak-hak istimewa VOC:

1. Hak untuk merebut dan memerintah negara jajahan.

2. Hak untuk memonopoli perdagangan di wilayah timur Tanjung Harapan, termasuk Nusantara.

3. Hak untuk mencetak mata uang sendiri.

4. Hak untuk memiliki angkatan perang sendiri.

5. Hak untuk memungut pajak.

6. Hak untuk mengadakan perjanjian dengan raja-raja setempat.

7. Hak untuk menyatakan perang dan membuat perjanjian damai.

8. Hak untuk mengangkat dan memberhentikan pegawai.

Penyebab Runtuhnya VOC

Berdasarkan buku Mengenal Sejarah Indonesia karya Joko Darmawan, L.A van Mhanoorunk mengatakan ada beberapa hal yang menyebabkan keruntuhan VOC, yaitu:

1. Konfrontasi dengan Prancis di Eropa juga berimbas terhadap runtuhnya VOC.

2. Kemunduran dinas militer VOC, karena mutu dan kredibilitas korps perwiranya semakin menurun.

3. Perang untuk menaklukkan daerah-daerah di East Indies (Indonesia), membutuhkan waktu yang lama, karena mendapat perlawanan dari penguasa-penguasa daerah dan para ulama.

4. Kompeni-kompeni kecil dan gabungan-gabungan dari orang-orang bawahan VOC, terutama di Bengala dan Jepang, yang melakukan kecurangan penipu para pegawai VOC dengan cara memuat banyak barang-barang selundupan.

Selain itu, meredupnya kejayaan VOC juga diakibatkan oleh berbagai konflik internal dan eksternal. Biaya yang sangat tinggi karena meluasnya wilayah kekuasaan juga jadi salah satu faktor keruntuhan VOC.

Kerugian diperparah oleh pejabat-pejabat yang melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Banyak residen-residen Belanda yang memaksa rakyat untuk menyerahkan hasil produksinya dengan harga rendah dan dijual kepada VOC dengan harga yang melambung.

Lalu, pada tanggal 31 Desember 17999, VOC dinyatakan bangkrut dan dibubarkan secara resmi. Seluruh hak milik VOC berada di bawha penguasaan kerajaan Belanda.

Nah, itulah informasi terkait alasan VOC disebut sebagai negara dalam negara. Semoga penjelasan di atas mudah dipahami dan menambah wawasan detikers ya!



Simak Video "Jepang Buka Wisata Individu Bebas Visa dan Hapus Pembatasan"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia