Siswa, Ternyata Ini Tujuan Utama Bangsa Barat Datang ke Indonesia

Anisa Rizki - detikEdu
Rabu, 27 Jul 2022 09:00 WIB
Kembalinya Ekspedisi ke Asia Jilid II dari Jacob van Neck (Lukisan Cornelis Vroom/Wikimedia Commons)
Kembalinya Ekspedisi ke Asia Jilid II dari Jacob van Neck. Apa tujuan bangsa barat ke nusantara? Foto: Lukisan Cornelis Vroom/Wikimedia Commons
Jakarta -

Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia bukanlah tanpa alasan. Rempah-rempah jadi faktor utama orang-orang Eropa berkunjung ke Nusantara. Mereka datang pada abad ke-16 akibat putusnya pasokan ekonomi dari Asia.

Saat itu, rempah-rempah sedang langka dan harganya setara dengan nilai emas. Hal ini disebabkan bangsa barat mengalami Masa Kegelapan atau The Dark Middle Ages dan mengharuskan mereka melakukan penjelajahan samudera pada abad ke-15.

Jadi, apa tujuan utama bangsa Barat datang ke Indonesia?

Tujuan Utama Bangsa Barat Datang ke Indonesia

Dikutip dari buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 2 karya Dr. Abdurakhman, S.S., M.Hum., dan Arif Pradono, S.S., M.Ikom., tujuan utama bangsa Barat datang ke Indonesia selain rempah-rempah adalah semboyan 3G yang terdiri dari Gold, Glory, dan Gospel.

1. Gold

Gold adalah istilah yang digunakan bangsa Barat atau bangsa Eropa untuk memburu kekayaan dan keuntungan. Jadi, bangsa barat datang ke Indonesia untuk mengumpulkan emas, perak, barang tambang, serta barang-barang berharga lainnya.

2. Glory

Selanjutnya ada Glory yang memiliki makna upaya bangsa barat untuk mendapatkan dan menunjukkan kekayaan, superioritas, serta kekuasaan.

3. Gospel

3G terakhir adalah Gospel yang merupakan istilah untuk tugas suci dalam menyebarkan agama.

Pada saat itu, Portugis jadi negara yang pertama sampai di Indonesia. Mereka sangat menggebu-gebu dalam mencapai tujuan 3G. Di bawah pimpinan Afonso de Albuquerque, Portugis berhasil menguasai Malaka pada tahun 1511.

Keinginan untuk menjajah Indonesia muncul sejalan dengan meningkatnya kebutuhan rempah di Eropa. Mereka kemudian mengklaim daerah-daerah di Indonesia sebagai daerah kekuasaannya. Bangsa Eropa pun melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah Nusantara.

Masa Penjajahan Bangsa Barat

Ketika itu, keadaan masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan. Mereka harus bertahan dalam sistem monopoli dan kekuasaan lain yang diterapkan bangsa barat. Tak sedikit masyarakat merasa dirugikan, seperti sistem monopoli yang dijalankan Vereenigde Oost-Indische Compagnie atau VOC.

Berikut ini merupakan kondisi Indonesia dalam masa penjajahan:

1. Sistem Monopoli VOC

VOC adalah perusahaan dagang yang didirikan oleh pemerintah Belanda sekitar abad ke-17 akibat persediaan rempah Belanda melimpah, namun harganya turun drastis. VOC didirikan pada 20 Maret 1602 dengan modal 6,5 juta gulden. Perusahaan dagang ini lalu memonopoli perdagangan rempah di Indonesia dengan hak jual beli dimonopoli VOC.

Petani tidak boleh melakukan jual beli dan harus menjual rempah hanya pada VOC dan dengan harga yang ditentukan VOC. Selain itu, semua kebutuhan petani juga harus dibeli dari VOC dengan harga yang dipatok mereka.

2. Sistem Kerja Rodi

Dalam masa jabatan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, sekitar tahun 1808 hingga tahun 1811, masyarakat Indonesia harus merasakan sistem kerja rodi. Kerja rodi dilakukan guna mendukung sistem tanam paksa. Belanda membangun berbagai sarana seperti pabrik, rel kereta api, jalan raya, bendungan, hingga pelabuhan.

Pembangunan berbagai sarana tersebut menyebabkan penderitaan yang mendalam bagi rakyat Indonesia. Selama masa kerja rodi, para pekerja tidak dibayar oleh pemerintah. Kalaupun dibayar, hanya sedikit saja yang diterima. Rakyat harus bekerja dengan menahan sakit dan kelaparan.

3. Sistem Tanam Paksa

Tanam paksa adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada tahun 1830. Sistem ini mewajibkan setiap desa untuk menyisihkan 20% tanahnya untuk ditanam komoditi ekspor, seperti teh, tebu, kopi, dan tarum atau nila.

Dikutip dari buku Tematik Terpadu Tema 8: Lingkungan dan Sahabat Kita oleh Ristu Prastiwi dan Supriyadi, hasil tanaman tersebut akan dijual kepada bangsa Belanda dengan harga yang sudah ditetapkan. Penduduk yang tidak memiliki tanah harus bekerja 65 hari dalam setahun pada kebun milik pemerintah Belanda.

Tanam paksa menimbulkan penderitaan dan kemiskinan rakyat Indonesia. Belanda menerapkan perjanjian yang jauh merugikan pribumi, seperti tanah yang dipilih hanya tanah yang subur, tanah tetap dikenakan pajak, rakyat harus bekerja melebihi waktu yang ditentukan, hingga harus mendahulukan tanaman pemerintah dari tanaman sendiri.

Nah, itulah informasi mengenai tujuan utama bangsa Barat datang ke Indonesia beserta pembahasan singkat kondisi Nusantara saat masa penjajahan. Semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan detikers ya!



Simak Video "Cara Efektif Memperkenalkan Rempah Indonesia ke Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia