Rukun Wudhu Sesuai Al-Qur'an dan Kesepakatan 4 Imam Mahzab

Rahma Harbani - detikEdu
Kamis, 11 Agu 2022 06:00 WIB
Sebelum sholat diwajibkan mengabil air wudu. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi. Apa saja yang termasuk rukun wudhu? (Agung Phambudhy/detikcom)
Jakarta -

Sebagai bagian dari syarat sah salat, rukun wudhu perlu dipahami dengan benar agar amalan ibadah bisa diperkenankan oleh Allah SWT. Rukun wudhu yang tepat sebetulnya sudah diterangkan dalam surah Al Maidah ayat 6.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya:" Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur."

Berdasarkan dalil di atas, rukun wudhu terdiri dari empat perkara penting yang tidak boleh ditinggalkan seperti membasuh muka, membasuh kedua tangan, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki. Rukun inilah yang kemudian disepakati oleh seluruh imam besar mahzab.

Di samping itu, da penambahan lain dalam rukun wudhu tersebut yang disandarkan dari dalil as Sunnah. Hal ini yang kemudian menjadi pembeda jumlah rukun wudhu dari tiap Mahzab Syafi'i, Hambali, Maliki. dan Hanafi.

Seperti, menurut pendapat ulama Mahzab Maliki, rukun wudhu terdiri dari rujuh bagian dengan menambahkan niat, menggosok anggota badan, dan muawalah (berturut-turut). Sementara, ulama Mahzab Syafi'i membagi rukun wudhu menjadi enam aspek yang sesuai dengan ayat di atas dan penambahan niat serta tertib.

4 Rukun Wudhu yang Disepakati Seluruh Ulama

1. Membasuh muka

Membasuh muka dalam rukun wudhu yang dimaksud adalah membasuh semua bagian luar wajah dengan sekali basuhan saja. Dengan kata lain, Prof Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu Jilid 1, basuhan tersebut dibuat dengan rata hingga air menetes.

"Sekurang-kurangnya tetesan air tersebut adalah dua tetes dan dianggap tidak mencukupi apabila hanya sekadar meratakan air tanpa menetes," bunyi keterangan buku tersebut.

Ulama Mahzab Syafi'i berpendapat, ada kesunnahan membasuh maudhi 'ash shali yaitu bagian kepala yang botak, maudhi' at tahdzif atau dua sisi dahi yang ditumbuhi rambut tipis, dan dua ruang kosong yang terletak di atas dua telinga ketika membasuh muka.

2. Membasuh kedua tangan

Rukun wudhu yang kedua adalah membasuh kedua tangan hingga siku dengan sekali basuh. Jumhur ulama berpendapat, dibatasi sampai siku dalam surah Al Maidah ayat 6 sebab hal tersebut dapat menggugurkan kewajiban untuk membasuh anggota tubuh lain di sekitar tangan dan lengan.

Ada kewajiban untuk membasuh celah jari. Sekaligus kewajiban untuk membasuh bagian yang tertutup di bawah kuku.

Namun, ada keringanan bagi muslim dengan anggota tubuh yang tidak sempurna. Kewajibannya menjadi gugur untuk membasuh seluruh bagian tangan hingga siku.

3. Mengusap kepala

Mengusap kepala artinya menggerakan tangan yang basah di atas anggota badan tempat tumbuhnya rambut. Para fuqaha berselisih pendapat tentang kadar mengusap kepala yang mencukupi dalam berwudhu.

Khusus untuk ulama Mahzab Syafi'i, mengusap sebagian kepala sudah dianggap cukup sesuai dengan keterangan dalam hadits. Usapan kepala masih dianggap sah meski hanya menyentuh sehelai rambut yang ada pada batas kepala atau bagian rambut yang tidak keluar dari kepala bila ditarik ke bawah.

Di samping itu, mahzab ini menekankan aturan untuk mengusap kepala. Sebaliknya, membasuh, membasahi kepala, atau sekadar meletakkan tangan di atas kepala tanoa menariknya disebut dengan mubah.

4. Membasuh kedua kaki

Rukun wudhu yang terakhir adalah membasuh kedua kaki hingga mata kakinya. Dua mata kaki yang dimaksud yakni dua tulang yang timbul di kedua belah kaki seperti sendi kaki.

"Menurut jumhur fuqaha, wajib membasuh kedua mata kaki dengan satu kali basuh saja, sama seperti wajibnya membasuh dua siku ketika membasuh dua tangan," tulis Prof Wahbah Az Zuhaili.

Menurut keterangan hadits, Rasulullah SAW membasuh kedua kakinya hanya sebatas betis kaki kiri dan kanan saat berwudhu. Dengan kata lain batas basuhan kaki dalam rukun wudhu yang dimaksud berada di antara betis hingga mata kaki.



Simak Video "Innalillahi, Ustazah di Tebet Meninggal Saat Baca Al-Quran"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia