Tradisi Bubur Asyura, Bubur Khusus Sambut Hari Asyura

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 09 Agu 2022 11:30 WIB
Aneka Bubur Tradisional
Ilustrasi bubur. (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Bubur Asyura adalah makanan khas Melayu yang digemari oleh masyarakat pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Unik, bubur ini hanya disajikan pada Hari Asyura atau 10 Muharram saja.

Seperti diketahui, Hari Asyura adalah hari yang kaya akan keutamaan. Salah satunya jika berpuasa di hari ini, maka dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Keutamaan ini seperti diriwayatkan dari HR Muslim.

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Artinya: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, "Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).

Dalam menyambut Hari Asyura, masyarakat Pulau Penyengat merayakannya dengan membuat bubur Asyura. Mirip dengan bubur pada umumnya, bahan utama bubur Asyura terdiri dari biji-bijian yang dimasak dengan cara dibuat bubur.

Bubur dimasak secara serentak di setiap bagian Pulau Penyengat kemudian dikumpulkan di Masjid Raya Sultan Riau. Setelah itu, bubur akan disantap oleh para pendukung upacara 10 Muharram di Pulau Penyengat.

Pawai 10 Muharram di Desa Penyengat, Riau

Upacara tanggal 10 Muharram bertujuan untuk mengingat suka duka pada bulan Asyura. Tepatnya, ditujukan pada peristiwa cucu nabi yang syahid di Padang Karbala.

Dalam buku Ensiklopedi Makanan Tradisional Indonesia (Sumatera) oleh Harun Nur Rasyid, upacara 10 Muharram atau Hari Asyura ini dimulai dengan mengadakan pawai. Masyarakat desa Penyengat akan mengenakan pakaian Melayu selama berkeliling desa.

Pawai masyarakat Penyengat ini bisa diikuti oleh setiap golongan masyarakat, perempuan maupun laki-laki, tua maupun muda. Mereka akan beriringan mengarak Al-Qur'an yang ditempatkan dalam sebuah wadah khusus. Wadah ini berupa baki yang di atasnya diletakkan "dudukkan" Al Quran yang terbuat dari kayu dan diberi kaki menyilang.

Pawai ini berjalan dari Kampung Ladi sampai ke Kampung Baiik Kota, tepatnya ke Mesjid Raya Sultan Riau. Ibu-ibu yang tergabung dalam majlis taklim atau perwakilan PKK dari setiap kampung akan menabung kompang atau rebana.

Setelah sampai di Mesjid Raya Sultan Riau, rombongan yang membawa Al Quran dengan para tetua kampung dan pengurus mesjid masuk ke dalam mesjid. Kaum perempuan, anak gadis, dan anak-anak tidak diperbolehkan masuk.

Kaum laki-laki yang masuk ke dalam mesjid kemudian membaca barzanji atau sarakal. Setelah selesai membaca sarakal, mereka menyantap hidangan bubur Asyura yang telah disediakan.

Tradisi Menyantap Bubur Asyura

Cara menghidangkan bubur Asyura yaitu dalam satu wadah yang cukup untuk empat orang. Adapun cara penyajiannya memakai mangkuk besar untuk tempat bubur Asyura. Kemudian empat mangkuk kecil serta sendok untuk menyantap bubur.

Setelah menyantap bubur Asyura, tidak ada makanan kecil atau pencuci mulut lainnya seperti kue ataupun buah-buahan. Pendukung upacara hanya meminum air putih setelah menyantap bubur Asyura.

Penduduk yang tidak dapat hadir ke masjid akan dikirimkan bubur Asyura ke rumahnya masing-masing oleh pengurus masjid. Sebelum adzan Maghrib, pengurus masjid akan mengirimkan bubur Asyura sebagai penemani waktu berbuka.

Makna Bubur Asyura

Bubur Asyura memiliki makna terkait nilai sosial. Sebab, cara pembuatan bubur Asyura melibatkan banyak orang.

Di samping itu, bubur ini pun dibawa dari tiap kampung yang ada di Pulau Penyengat untuk dikumpulkan di mesjid Sultan Riau. Hal ini menimbulkan solidaritas antar penduduk kampung di Pulau Penyengat.

Selain mengandung nilai sosial, bubur Asyura juga mengandung nilai budaya. Sebab makanan tradisional ini menjadi salah satu sarana upacara keagamaan yang telah dilakukan secara turun temurun.



Simak Video "Kemeriahan Kirab Budaya dengan Mengusung Ikon Relief Candi Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia