20 Fakta Sorgum, Alternatif Pengganti Beras

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 05 Agu 2022 10:00 WIB
Kisah Maria Loretha yang Berhasil Kembangkan Sorgum di NTT
Fakta sorgum, alternatif pengganti beras. Foto: iStock
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan produksi sorgum, sumber karbohidrat selain beras. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Jokowi meminta agar luas tanam sorgum ditambah.

Airlangga mencatat, luas tanam sorgum Indonesia hingga Juni 2022 yaitu 4.255 Ha dan tersebar di 6 provinsi, seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/8/2022).

Pada 2023, akan disiapkan lahan sorgum 115.000 Ha, dilanjutkan dengan 154.000 Ha pada 2024 oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Jokowi meminta pengembangan tanam sorgum prioritas di Kabupaten Waingapu, Nusa Tenggara Barat.

Jokowi juga menginstruksikan pilot project sorgum diintegrasikan dengan peternakan sapi dan produksi bioetanol. Diketahui, daun sorgum dapat menjadi pakan sapi, sementara batangnya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan bioetanol, alternatif pengganti bahan bakar minyak dari tanaman.

Sorgum (Sorghum bicolor sp) adalah tanaman multifungsi yang bisa menjadi sumber karbohidrat alternatif pengganti beras. Kendati berasal dari Ethiopia, negara tanduk Afrika, keberadaan sorgum di nusantara sudah tertera pada relief Candi Borobudur yang dibangun sekitar abad ke-8.

Amerika Serikat kini merupakan negara yang terbanyak memproduksi sorgum, yaitu sekitar 12,1 juta ton per tahun, disusul Nigeria 6,9 juta ton, Sudan 6,4 juta ton, dan Meksiko 5 juta ton.

Kandungan nutrisi sorgum sebagai bahan pangan rupanya cukup lengkap, mulai dari kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, zat besi, fosfor, dan vitamin B1, seperti dikutip dari Fact Sheet Koridor Pangan Lokal Sorgum bagi Kedaulatan, Kemandirian, dan Ketahanan Pangan Masyarakat oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati).

Sorgum juga dikenal kaya serat, antioksidan, gluten free, dan punya indeks glikemik yang lebih rendah daripada beras. Karena itu, sorgum cocok dikonsumsi penderita diabetes.

Namun, seperti apa rasa sorgum? Apakah bisa sama enaknya dengan nasi? Berikut fakta tentang sorgum selengkapnya.

Fakta Sorgum, Alternatif Pengganti Beras

  1. Tidak diketahui pasti kapan sorgum masuk ke Indonesia, tetapi sorgum menjadi salah satu tumbuhan pangan yang tertera di relief Candi Borobudur dan melekat ke budaya lokal Indonesia.
  2. Sorgum punya nama lain cantel di Jawa Tengah dan Yogyakarta, gandrung di Jawa Barat, batari bagi masyarakat Melayu, dan watar belolong (jagung tinggi) dan watar solor (jagung solor) di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
  3. Georg Eberhard Rumphius yang tinggal dan meneliti keragaman hayati di Ambon sejak 1654 juga telah menuliskan tentang keberadaan sorgum di sana.
  4. Thomas Stamford Raffles dalam History of Java menyebutkan bahwa masyarakat Jawa tidak sepenuhnya bergantung pada beras dengan cara membudidayakan berbagai tanaman penyangga lain seperti sorgum, jagung, hingga jawawut, nama lain sorgum di Jawa.
  5. Sorgum punya rasa tawar dan tidak selengket nasi, biasanya diolah dengan rempah daun.
  6. Tri Sudariyono dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur mendapati kandungan protein beras hanya 6,8%, sementara sorgum mencapai 11%.
  7. Sementara itu, kandungan lemak sorgum yang mencapai 3,3% juga lebih tinggi dari beras yang hanya 0,7%.
  8. Anak-anak balita dapat diperkenalkan makanan sorgum sebagai gizi tambahan.
  9. Sorgum adalah tanaman adaptif yang bisa tumbuh dengan baik dengan kebutuhan air minim (water efficient), bahkan di lahan kekeringan, gersang, dan berbatu, contohnya di Flores.
  10. Sorgum di Flores, NTT ditanam antara lain di Likotuden, Ende, dan Lembor.
  11. Jika jagung butuh air hujan untuk tumbuh, sorgum butuh air di dalam tanah saja.
  12. Budidaya sorgum relatif minim biaya perawatan (low maintenance), tidak butuh pupuk dan pestisida, sehingga bisa dikategorikan sebagai produk organik dan juga mendukung ketahanan pangan.
  13. Pertanian sorgum yang low maintenance memungkinkan petaninya meninggalkannya untuk mencari pekerjaan lain hingga saat panen tiba seperti dikutip dari laman Kementerian Pertanian RI.
  14. Dibandingkan dengan padi, sorgum jauh lebih tahan terhadap perubahan iklim global.
  15. Produksi sorgum Indonesia saat ini mencapai 15.243 ton atau rata-rata 3,63 ton/Ha.
  16. Sorgum dapat dipanen hingga 3-4 kali dalam setahun.
  17. Pada 2016, produktivitas sorgum di Kecamatan Babat, Lamongan Jawa Timur mencapai 6,5 ton per hektar, jauh di atas produktivitas nasional yang saat itu 2-3 ton/Ha saja.
  18. Seperti jagung, sorgum hanya perlu waktu 3 bulan untuk menghasilkan buah yang tua.
  19. Daun sorgum yang jauh lebih banyak dari jagung dapat dimanfaatkan untuk peternakan sapi.
  20. Program koridor pangan lokal sorgum di wilayah seperti Flores terkait dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs)1 No poverty, SDGs 2 Zero hunger, SDGs 3 Good health and Well-being, SDGs 12 Responsible consumption & production, dan SDGs 13 Climate action.

Bagaimana detikers, pernah menyicip sorgum dengan lauk?



Simak Video "Harga Pangan Dunia Naik, Jokowi Pamer RI 3 Tahun Tak Impor Beras"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia