Faktor Ini Mendukung Kemajuan Pertanian Negara Mesir, Bahkan Sejak Zaman Kuno

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 20 Des 2021 14:45 WIB
Ilustrasi bendera mesir
Foto: Dok. Anadolu Agency
Jakarta -

Warga Mesir kuno adalah salah satu golongan masyarakat pertama yang mempraktikkan sektor pertanian dalam skala besar. Keterampilan mereka dalam sektor agrikultural memungkinkan negara ini sejak zaman dahulu bisa menumbuhkan berbagai jenis bahan makanan dan tanaman industri.

Dikutip dari Food and Agricultural Organization of the United Nations, masyarakat Mesir kuno mampu menghasilkan kemajuan dalam sektor pertanian karena mengembangkan kolam irigasi. Kemahiran Mesir di sektor pertanian ini juga masih berlanjut hingga sekarang. Misalnya berdasarkan data Statista, Mesir ada di urutan ke-7 sebagai pengekspor kentang.

Mesir memang memiliki kemajuan di sektor pertanian, padahal dalam buku Historiografi Islam dan Perkembangannya karya Nyayu Soraya & Maryam, lebih dari satu juta kilometer persegi wilayah yang ada di Mesir berupa gurun. Area yang memungkinkan untuk ditinggali manusia adalah kurang dari 40 ribu kilometer persegi, yang mana seukuran dengan negara Swiss.

Lantas, bagaimana Mesir bisa maju dalam sektor pertanian?

Faktor yang Mendukung Sektor Pertanian di Mesir

Mesir memang hanya memiliki sedikit wilayah yang cocok untuk bertani, akan tetapi negara tersebut mempunyai Sungai Nil yang bahkan sudah mendukung kebudayaan mereka sejak zaman dahulu kala. Sektor pertanian di Mesir mengandalkan Sungai Nil.

Sungai Nil terbentang sepanjang 1.600 kilometer dari Sudan ke Mediterania dan menjadi oasis terbesar di dunia, walaupun di Mesir hampir tidak ada hujan kecuali untuk wilayah yang terletak di sepanjang pantai.

Ditambahkan dari buku Cakrawala Geografi 3 SMP Kelas IX karya Munawir dkk., bendungan-bendungan yang ada di area Sungai Nil seperti Bendungan Aswan juga mendukung pertanian negara tersebut. Bendungan-bendungan ini mengubah tanah gurun menjadi area bertani yang subur.

Mesir mempunyai beragam hasil pertanian, contohnya kapas yang juga merupakan hasil terbesar dan komoditas ekspor terpenting negara tersebut. Selain kapas, negara itu juga menghasilkan komoditas lain seperti sorgum, gula, sayuran, buah-buahan, dan minyak zaitun. Kembali pada laman Statista, negara Mesir menguasai 16 persen pasar global dalam komoditas minyak zaitun untuk memasak.



Simak Video "Sebelum Ekspor ke Mesir Pastikan Suplai Stabil"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia