Kisah Dua Raja yang Melepas Harta dan Takhta untuk Fokus Beribadah

Kristina - detikEdu
Rabu, 20 Jul 2022 05:00 WIB
Ilustrasi unta
Ilustrasi dua raja yang meninggalkan takhtanya untuk beribadah kepada Allah. Foto: (Thinkstock)
Jakarta -

Ada sebuah riwayat yang menceritakan tentang kisah dua raja yang selalu memikirkan kerajaannya. Namun, keduanya akhirnya memutuskan untuk fokus beribadah kepada Allah SWT setelah menyadari bahwa hartanya itu tidak akan dibawa mati.

Kisah ini diceritakan Abdurrahman bin Abdillah yang meriwayatkan dari bapaknya Abdullah bin Mas'ud sebagaimana ditulis oleh Imam Ibnul Jauzi dalam 'Uyun Al-Hikayat Min Qashash As-Shalihin wa Nawadir Az-Zahidin dan diterjemahkan oleh Abdul Hayyi Al-Kattani.

Diceritakan, dulu ada seorang raja yang disibukkan oleh kekuasaannya dari menyembah Rabbnya. Ketika ia sedang memikirkan kerajaannya, ia segera menyadari bahwa kerajaan itu akan terputus darinya begitu dia meninggal dunia.

Setelah itu, pada malam harinya ia keluar dari istananya dan terus berjalan hingga masuk dalam wilayah teritorial kerajaan lain. Kemudian, dia mendatangi suatu pantai.

Di pantai itulah ia membuat batu bata. Hasil kerjanya itu ia gunakan untuk makan dan sisanya ia sedekahkan. Hal ini terus dilakukannya hingga berita tentang keberadaannya terdengar sampai telinga raja di wilayah tersebut.

Sang raja di wilayah itu kemudian mengutus seseorang untuk mengundang orang tersebut datang menemuinya sampai dua kali. Namun, permintaan tersebut ditolak.

Setelah mengutus untuk yang kedua kalinya, akhirnya sang raja mendatanginya sendiri. Melihat raja mendatanginya, ia pun berlari kencang. Melihat orang tersebut menghindar darinya, raja segera mengejarnya.

"Hai hamba Allah, saya tidak ingin membuat suatu aniaya terhadapmu," teriak raja itu sembari memanggilnya.

Mendengar hal itu, ia berhenti lari. Raja pun menghampirinya dan bertanya, "Siapakah engkau? Semoga Allah merahmatimu."

Dia menjawab, "Saya adalah Fulan bin fulan. Raja di kerajaan itu dan itu. Saya pernah memikirkan hakikat keadaanku, kemudian menyadari bahwa kekuasaan yang saya pegang akan hilang. Dan kekuasaan itu telah membuatku sibuk dari beribadah kepada Allah. Sehingga saya pun meninggalkan kekuasaanku. Dan saya datang ke tempat ini untuk menyembah Rabbku."

Raja berkata, "Engkau tidak lebih butuh dibanding diriku dalam masalah ini." Setelah itu, raja turun dari kendaraannya dan membiarkan hewan kendaraannya untuk pergi. Selanjutnya, dia mengikuti orang itu. Hingga akhirnya keduanya sama-sama menyembah Allah SWT.

Keduanya kemudian berdoa kepada Allah SWT agar dicabut nyawanya secara bersamaan. Allah SWT pun mengabulkan doa keduanya, sehingga mereka meninggal dunia dalam waktu yang sama.

Abdullah berkata, "Jika engkau berada di daerah Ramilah Mesir, saya akan tunjukkan kepada kalian kubur keduanya, sesuai dengan penjelasan yang ditunjukkan Rasulullah SAW.

Kisah dua raja yang meninggalkan harta dan kekuasaannya untuk beribadah kepada Allah SWT ini diceritakan dalam riwayat Ahmad Nomor 4085 dan Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir. Hadits ini hasan lighairih.



Simak Video "Potret Anak-anak Tiri Raja Charles III yang Jarang Tersorot"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/kri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia