BPJPH Targetkan 10 Juta Sertifikat Halal, Bagaimana Strateginya?

Devi Setya - detikEdu
Selasa, 05 Jul 2022 16:00 WIB
Halal
Sertifikasi halal untuk produk gunaan sehari-hari Foto: Getty Images/iStockphoto/cagkansayin
Jakarta -

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memiliki tugas besar untuk melakukan sertifikasi halal bagi berbagai produk. Setiap tahunnya ada 10 juta produk bersertifikat halal yang menjadi target BPJPH.

BPJPH adalah bagian dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Agama. Lembaga ini bertugas melaksanakan penyelenggaraan jaminan produk halal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Muhammad Aqil Irham selaku Kepala BPJPH, setiap tahunnya ada target 10 juta produk bersertifikat halal yang akan dikeluarkan untuk berbagai barang kebutuhan sehari-hari. Termasuk di dalamnya makanan, minuman, obat, kosmetik hingga barang yang digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari.

Aqil menyebut target 10 juta produk bersertifikat halal ini merupakan strategi untuk mempercepat sertifikasi halal. "Pemerintah menegaskan pada 2024, setiap produk harus memiliki sertifikat halal. Jika tidak akan mendapatkan sanksi berupa peneguran, hingga denda," ujar Aqil saat ditemui di kantor redaksi detikcom pekan lalu.

Lebih lanjut, Aqil membeberkan jumlah data pemegang sertifikat halal saat ini terus bertambah namun angkanya masih terbilang sedikit.

"Saat ini datanya terus bergerak tapi masih sangat sedikit. Dari basis data MUI sejak 2012-2018 produk halal berjumlah 668 ribu sekian. Kemudian dari BPJPH per tahun 2019- Maret 2022 kami sudah mengeluarkan kurang lebih 319 ribu produk bersertifikat halal," jelas Aqil.

Dari data tersebut, bisa didapat rata-rata untuk pertambahan pertambahan sertifikat halal per tahun hanya 100 ribu. Jumlah ini dianggap masih terlalu kecil karena sekarang ini pelaku usaha yang terdaftar sudah lebih dari 64 juta.

"Kalau kita menyasar ikut tren itu, kita butuh waktu 6 abad. Makanya kita targetkan 10 juta (produk bersertifikat halal) per tahun. Mau kita percepat. Melalui di antaranya kita kampanye terus. Ketok pintu sana sini untuk sinergi dan kolaborasi. BPJPH perlu dukungan semua pihak. Agar target kita cepat tercapai," lanjut Aqil.

Program Sertifikat Halal Gratis

Salah satu strategi yang dilakukan yakni dengan gencar mempromosikan program Sehati yang merupakan singkatan dari Sertifikat Halal Gratis. Sesuai dengan nama programnya, para pelaku usaha bisa mendapatkan sertifikat halal gratis yang biayanya ditanggung oleh pemerintah.

Tentu ada syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mendapatkan fasilitas sertifikasi halal ini. Perusahaan yang mengajukan adalah khusus untuk usaha mikro dan kecil. Artinya, pelaku UMK bisa mengajukan sertifikat halal untuk produk buatannya.

Diungkapkan Aqil, saat ini ada kuota 25 ribu untuk pelaku usaha yang ingin mengikuti program Sehati. Dari jumlah ini, data per bulan Juni sudah ada 20 ribu pelaku usaha yang mendaftar.

"Ini hanya bagian kecil dari target 10 juta produk sertifikat halal," ujar Aqil.

Indonesia Bisa Jadi Destinasi Halal Lifestyle

Sebagai negara dengan masyarakat mayoritas muslim, Aqil mengatakan Indonesia seharusnya bisa menjadi destinasi halal. Bukan hanya dalam hal makanan dan minuman saja, produk halal bisa meliputi banyak aspek.

"Jangan jadi ironi, negara kita mayoritas masyarakat muslim tapi produk halal kalah dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura. Kalah dengan negara Amerika latin yang bukan negara mayoritas muslim yang ekspor produknya masuk ke Indonesia," jelas Aqil.

Sertifikasi halal bisa diajukan untuk semua barang gunaaan yang dipakai dan dimanfaatkan. Segala barang yang mengandung unsur hewan bisa dilakukan disertifikasi halal.

Sertifikat halal juga bukan berarti menandakan bahwa produk hanya ditargetkan pada umat muslim saja. Dengan sertifikat halal, produk juga sudah terjamin berkualitas baik dan higienis. Tentu hal ini menambah nilai produk serta meningkatkan mutu produk.



Simak Video "Blak-blakan Kepala BPJPH: 21 Hari Kerja Sertifikat Halal Jadi!"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia