ADVERTISEMENT

Proses Sertifikasi Halal untuk Pelaku Usaha Tidak Sulit, Begini Alurnya

Devi Setya Lestari - detikEdu
Senin, 04 Jul 2022 15:00 WIB
Penjelasan sertifikasi halal untuk ghost kitchen yang saat ini jadi tren restoran di Indonesia.
Tahap sertifikasi halal untuk pelaku usaha tidak sulit, begini alur prosesnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/
Jakarta -

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) adalah lembaga yang dibentuk di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). BPJPH mengatur prosedur sertifikat halal segala produk yang digunakan sehari-hari.

Dilansir dari laman Halal.go.id (30/6) dalam Undang - undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal mengamanatkan agar produk yang beredar di Indonesia terjamin kehalalannya. Oleh karena itu, BPJPH mempunyai tugas dan fungsi untuk menjamin kehalalan produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia.

BPJPH memiliki tugas untuk bertanggung jawab terhadap Registrasi Halal, Sertifikasi Halal, Verifikasi Halal, Mmelakukan pembinaan serta melakukan pengawasan kehalalan produk, kerjasama dengan seluruh stakeholder terkait, serta menetapkan standar kehalalan sebuah produk.

Saat ini, sebagian masyarakat masih menganggap proses sertifikasi halal masih meliputi proses yang rumit. Padahal, BPJPH menjamin proses pengurusan sertifikat halal bisa dilakukan dengan mudah dan cepat.

Hal ini diungkapkan langsung oleh ketua BPJPH, Muhammad Aqil Irham saat berkunjung ke kantor redaksi detik.com (30/6). Aqil mengatakan, siapapun yang mengajukan sertifikat halal bisa diproses dengan cepat, apalagi saat ini semua teknis berbasis online.

"Saat ini pelayanan online satu pintu. Proses setelah data pengajuan sertifikat halal ini berlangsung 21 hari kerja. Rinciannya 2 hari di BPJPH, 15 hari di LPH, 3 hari di MUI dan kemudian satu hari di BPJPH untuk proses penerbitan sertifikat halal," jelas Aqil.

Lebih lanjut, Aqil menjelaskan rentang waktu ini terbilang jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya yang bisa memakan waktu hingga satu tahun. "Sekarang bisa lebih cepat karena semua online, sebelumnya kan ada yang daftar offline. Jadi itu yang membuat prosesnya lama," lanjut Aqil.

Berikut rincian alur proses sertifikasi halal BPJPH:

Alur Sertifikasi Halal BPJPH

  • 1. Pelaku usaha melakukan permohonan sertifikasi halal
    • Dokumen pelengkap:
      • - Data pelaku usaha
      • - Nama dan jenis produk
      • - Daftar produk dan bahan yang digunakan
      • - Pengolahan produk
      • - Dokumen sistem jaminan produk halal
  • 2. BPJPH memeriksa Kelengkapan Dokumen
  • 3. BPJPH menetapkan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH)
  • 4. LPH memeriksa dan atau menguji kehalalan produk
  • 5. MUI menetapkan kehalalan produk melalui Sidang Fatwa Halal
  • 6. BPJPH menerbitkan sertifikat halal

Seluruh proses pengajuan hingga mendapatkan sertifikat halal ini berlangsung selama 21 hari kerja. Para pelaku usaha bisa langsung mendaftarkan produk dengan mengakses link https://ptsp.halal.go.id.

Seperti itu gambaran proses pendaftaran produk untuk mendapatkan legalitas halal dari BPJPH. Produk yang bisa diajukan sangat beragam, termasuk di dalamnya produk makanan, minuman, obat, kosmetik, bahkan produk kebutuhan sehari-hari.



Simak Video "MUI Jawab Isu Perbedaan Tarif Sertifikasi Halal Rp 4 juta Vs Rp 650 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia