Serba-serbi Fosil: Pengertian, Syarat, Proses Pembentukan, dan Jenisnya

Rafi Aufa Mawardi - detikEdu
Senin, 20 Jun 2022 17:30 WIB
Fosil kura-kura di Sumedang.
Penemuan fosil di Sumedang yang diperkirakan kura-kura (Foto: Nur Azis/detikJabar0
Jakarta -

Secara umum, masyarakat memiliki pandangan bahwa fosil adalah benda-benda kuno yang berasal dari masa lampau. Itu merupakan pandangan yang benar, namun fosil memiliki pengertian yang lebih spesifik dan holistik. Fosil adalah bukti kehidupan di masa lalu yang terdapat di berbagai lapisan tanah dan batuan.

Fosil merupakan jejak daripada makhluk hidup yang mencakup binatang maupun tumbuhan yang berasal dari fase kehidupan ribuan hingga jutaan tahun lalu. Di mana fosil terawetkan secara alami oleh alam dan saat ini dapat memberikan gambaran yang informatif mengenai bagaimana kehidupan di bumi pada masa itu.

Pengertian Fosil

Secara harfiah, fosil adalah sisa-sisa dari kehidupan baik yang langsung atau tidak langsung dan terawetkan di dalam lapisan kulit bumi. Fosil sendiri dalam bahasa latin disebut sebagai fossa yang berarti "menggali dari dalam tanah".

Apa maknanya? Yaitu fosil adalah sisa atau bekas dari makhluk hidup yang kemudian mengeras dan berubah menjadi batu ataupun mineral. Sebelum berevolusi menjadi fosil, sisa-sisa makhluk hidup dari binatang atau tumbuhan ini harus secara cepat tertutup oleh sedimen.

Namun, tidak semua sisa-sisa tersebut bisa dikategorikan fosil. Mengutip dari buku yang berjudul Buku Saku: Fosil yang terbit tahun 2002, ada beberapa syarat untuk sisa-sisa tersebut dikategorikan sebagai fosil, yaitu:

· Merupakan sisa-sisa organisme

· Terawetkan secara alamiah atau natural dari alam

· Saat ditemukan dalam kondisi yang padat

· Umurnya lebih dari 11.000 tahun

· Terbebas dari bakteri yang sifatnya pembusuk

Proses Pembentukan Fosil

Proses pembentukan fosil disebut sebagai fosilisasi. Proses fosilisasi adalah proses berubahnya komponen organik dalam sisa-sisa makhluk hidup menjadi komponen anorganik, seperti batuan dan mineral yang mengendap.

Kemudian, komponen organik akan terurai dan digantikan oleh mineral-mineral yang terdapat di endapan sekelilingnya. Namun, struktur dari sisa-sisa makhluk hidup tidak akan berubah sama sekali dan yang berubah adalah teksturnya saja.

Tahukah kamu bahwa proses fosilisasi ini ditentukan oleh beberapa faktor penting. Kira-kira apa saja faktornya?

· "Bahan baku" yang harus berupa komponen organik dari makhluk hidup, meliputi binatang dan tumbuhan

· Sisa-sisa dari makhluk hidup ini harus diendapkan dalam suatu lingkungan yang memberikan proses menjadi fosil

· Faktor masa atau waktu yang diperlukan untuk sisa-sisa makhluk hidup ini mengendap secara alami menjadi fosil

Jenis Fosil

Menurut Priyambodo dalam buku ajarnya yang berjudul Petunjuk Praktikum Paleontologi diklasifikasikan jenis fosil menjadi dua, yaitu berdasarkan wujudnya dan proses pembentukannya. Berikut penjelasannya!

1. Jenis fosil berdasarkan wujudnya, yaitu:

· Tinggalan Anatomis: Satu tubuh utuh atau sebagian saja

· Tinggalan Biogenik: Kotoran atau telur

· Artefak: Jejak, lubang, atau sarang

2. Jenis fosil berdasarkan proses pembentukannya, yaitu:

· Original Preserved Fossil: Fosil dalam bentuk asli, relatif tidak mengalami perubahan, dan sangat jarang terjadi

· Altered Preserved Fossil: Fosil dalam bentuk berubah, senyawa asli telah digantikan oleh senyawa kimia baru, dan melalui tiga proses (desikasi, karbonisasi, dan petrifikasi)

Kesimpulannya, fosil adalah sisa atau bekas dari makhluk hidup yang kemudian mengeras dan berubah menjadi batu ataupun mineral secara alamiah.



Simak Video "Fosil Dinosaurus Karnivora Terbesar di Eropa Ditemukan"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia