Asal-usul Bahan Bakar Fosil: Apa Betul dari Tulang Dinosaurus?

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 16 Des 2021 10:30 WIB
Bertemu Dinosaurus di Lembang
Apa betul asal-usul bahan bakar fosil dari tulang dinosaurus? Begini proses pembentukannya. Foto: (Whisnu Pradana/detikcom)
Jakarta -

Bahan bakar fosil membantu manusia dapat bertransportasi, menikmati cahaya lampu, dan merasakan sejuknya AC di musim panas. Bahan bakar fosil punya banyak bentuk, mulai dari minyak bumi, gas alam, hingga batu bara.

Bahan bakar fosil adalah campuran senyawa yang terbuat dari fosil sisa-sisa tumbuhan dan hewan dari jutaan tahun yang lalu. Dikutip dari laman National Museum of Natural History, pembentukan bahan bakar fosil ditentukan oleh jenis fosil, jumlah panas, dan besarnya tekanan. Kalau begitu, apakah betul asal-usul bahan bakar fosil terbuat dari fosil dinosaurus?

Asal-usul Terbentuknya Bahan Bakar Fosil

Tenaga Matahari

Energi di bahan bakar fosil berasal dari matahari. Matahari mendorong fotosintesis untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi bahan pembangun molekul tumbuhan dan hewan purba.

Tumbuhan dan hewan sebagian besar terbangun dari atom-atom karbon dan hidrogen. Atom-atom ini tersimpan dalam fosil senyawa tipe hidrokarbon sebagai energi yang berfungsi jadi bahan bakar saat dibakar.

Tulang Dinosaurus atau Bukan?

Sebagian besar bahan bakar fosil yang kita gunakan saat ini berasal dari ganggang, bakteri, dan tumbuhan. Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, beberapa di antaranya berasal dari zaman sebelum Zaman Devon, yaitu sekitar 419,2 juta hingga 358,9 juta tahun yang lalu.

Nah, karena dinosaurus diperkirakan hidup di Periode Triassic, Jurassic, dan Cretaceous (252 juta-66 juta tahun lalu), makan bahan bakar fosil detik.com/tag/fosil tidak berasal dari tulang dinosaurus.

Di samping itu, tulang, cangkang, dan jaringan hewan bisa terurai jadi mineral padat. Nah, bahan tahan api yang mengeras ini tidak menghasilkan sumber energi yang optimal.

Penguraian

Makin dalam sebuah bahan fosil terkubur, makin naik panas dan tekanan yang diterimanya. Saat panas naik, molekul fosil mulai pecah. Pemecahan akan membuat material fosil berubah perlahan-lahan. Contohnya seperti gambut dari tumbuhan dan kerogen dari plankton.

Bahan transisi ini juga dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar. Namun, energi yang tersimpan di bahan transisi ini lebih sedikit daripada batu bara, gas alam, atau minyak yang sudah terbentuk sempurna.

Munculnya Minyak dan Batu Bara

Setelah jutaan tahun di bawah tanah, senyawa yang menyusun plankton dan tumbuhan akan berubah sempurna menjadi bahan bakar fosil. Plankton terurai menjadi gas alam dan minyak, sedangkan tumbuhan menjadi batu bara.

Untuk menikmati manfaatnya, manusia harus mengambil sumber daya ini melalui penambangan batu bara serta pengeboran sumur minyak dan gas di darat maupun lepas pantai. Hasil tambang bahan bakar fosil ini dapat menggerakkan mesin, menyediakan transportasi, serta listrik yang penting untuk kehidupan modern. Di samping itu, hasil tambang tersebut juga penting digunakan dalam industri kimia.

Minyak Mentah

Sementara itu, minyak mentah harus dipisahkan menjadi bahan bakar dan pelumas berbasis hidrokarbon untuk digunakan dalam industri dan untuk transportasi. Minyak mentah adalah campuran dari ribuan molekul berbeda yang terdiri dari senyawa yang sebagian besar mengandung hidrogen dan karbon. Setiap deposit minyak mentah memiliki komposisi dan proporsi yang unik.

Berdasarkan komposisi kimia ini, minyak mentah dapat memiliki berbagai densitas dari tebal dan kental hingga ringan dan cair. Penggolongan minyak juga dibedakan atas jumlah sisa belerangnya, mulai dari yang membuat warna minyak jadi kuning keemasan transparan hingga hitam pekat.

Karena minyak mentah punya beragam jenis molekul, hampir semua industri menggunakan produk minyak dalam berbagai bentuk. Contoh penggunaan minyak yaitu sebagai pelumas, bahan bakar, pembuatan plastik, kosmetik, dan bahkan obat-obatan.

Dari transformasi panjang ini, minyak bumi lalu bisa ditemukan di lingkungan. Biasanya, minyak bumi berada jauh di bawah permukaan bumi. Tetapi, tidak jarang minyak juga ditemukan di pantai.

Nah, itu dia asal-usul bahan bakar fosil mulai dari batu bara hingga minyak bumi. Jadi, sebagian besar bahan bakar fosil kemungkinan tidak berasal dari tulang dinosaurus ya, detikers. Selamat belajar!



Simak Video "Detik-detik Penggerebekan Rumah Penimbun 10 Ton Bio Solar Subsidi di Jambi"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia