Apa Itu Keausan Pada Candi Borobudur yang Disebabkan Pengunjung?

Nikita Rosa Damayati Waluyo - detikEdu
Jumat, 10 Jun 2022 16:30 WIB
Petugas Balai Konservasi Borobudur (BKB) menunjukkan bagian batu candi yang rusak di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (7/6/2022). BKB menyatakan banyak bagian struktur Candi Borobudur yang tergerus atau rusak akibat banyaknya pengunjung dan kurangnya kesadaran wisatawan dalam menjaga dan melestarikan benda cagar budaya. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/tom.
Candi Borobudur yang mengalami keausan. Foto: ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN
Jakarta -

Harga tiket naik Candi Borobudur diumumkan menjadi Rp 750 ribu untuk pengunjung lokal dan 100 USD untuk wisatawan mancanegara. Penyebab kenaikan harga ini disebut sebagai upaya konservasi karena candi mulai aus.

Balai Konservasi Borobudur (BKB) menunjukkan adanya kerusakan di tangga dan relief Candi Borobudur. Jumlah dan perilaku pengunjung yang berdesakan di lorong jadi salah satu penyebabnya.

"Kalau ruang, space-nya nggak dikontrol physical carrying capacity, otomatis ketika di lorong misal cukupnya hanya untuk dua orang terus dipaksa orang enam, otomatis yang empat lainnya mesti entah sengaja atau nggak nggesek batu relief (aus)," kata Ketua Pokja Pemeliharaan Candi Borobudur dikutip dari detikTravel, Selasa (7/6/2022).

Apa itu proses pengausan pada Candi Borobudur?

Proses pengausan adalah hilang atau bergesernya bahan dari suatu permukaan ke permukaan lain. Keausan pada Candi Borobudur menyebabkan bentuk permukaan candi menjadi cekung.

"Terjadinya keausan karena kena gesekan sepatu pengunjung. Akibat gesekan yang sudah terjadi bertahun-tahun maka batu menjadi aus," jelas Marsis Sutopo selaku ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) pada detikEdu, Kamis (9/6/2022).

"Keausan yang terjadi sudah sangat dalam, sehingga batu pada bagian tangga hampir semua permukaannya sudah cekung," imbuhnya.

Selain gesekan sepatu pengunjung, proses keausan juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor alam, seperti panas, hujan, angin, dan sebagainya. Namun efek gesekan karena faktor alam tidak separah gesekan sepatu pengunjung.

Marsis melanjutkan, kenaikan harga tiket Candi Borobudur bukanlah langkah yang tepat dalam rangka konservasi. Ia menyarankan bahwa candi sebaiknya ditutup untuk umum guna mengurangi gerusan dengan candi.

Namun jika ingin tetap didatangi pengunjung, maka pengunjung sebaiknya dibatasi untuk mengurangi keausan. Pengunjung juga sebaiknya menggunakan alas kaki yang lunak untuk mengurangi aus karena gesekan dengan batu candi.



Simak Video "Potret Tangga dan Relief Candi Borobudur yang Kini Sudah Aus"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia