ADVERTISEMENT

Otonomi Daerah: Pengertian, Jenis, dan Tujuannya

Rafi Aufa Mawardi - detikEdu
Rabu, 08 Jun 2022 13:30 WIB
Pembangunan infrasruktur di daerah pinggiran terus digenjot pemerintah. Salah satunya adalah dermaga Pulau Rinca di Kawasan Taman Nasional Komodo, NTT.
Otonomi daerah benarkah bisa meningkatkan kesejahteraan masing-masing daerah? (Foto ilustrasi: Dikhy Sasra)
Jakarta -

Otonomi daerah adalah salah satu kebijakan yang sangat penting bagi Indonesia. Perlu diingat bahwa otonomi daerah yang merupakan perwujudan dari konsep desentralisasi menjadi cita-cita reformasi yang terealisasi pasca Orde Baru.

Pada prinsipnya, otonomi daerah diimplementasikan untuk melakukan desentralisasi kewenangan pada pemerintah daerah. Hal ini tentu untuk dapat menggeser kekuasaan yang terlalu sentralistik di pusat menuju kekuasaan dan otonomi daerah di Indonesia.

Pengertian Otonomi Daerah

Secara definitif, otonomi daerah adalah kewenangan daerah untuk dapat mengatur dan mengurus berbagai kepentingan masyarakat secara mandiri serta berdasar pada aspirasi masyarakat.

Fakta menarik, di mana diksi otonomi ini bermuara dari bahasa Yunani yaitu auto bermakna sendiri dan nomous bermakna peraturan/hukum.

Di lain sisi, menurut UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus pemerintahan dalam taraf kepentingan masyarakat.

Dalam konteks ini, dapat diambil dua substansi penting pada otonomi daerah. Pertama, yaitu otonomi yang berimplikasi terhadap hak maupun wewenang bagi daerah untuk melakukan manajerial terhadap kebijakan daerah.

Kedua, pemerintah daerah sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat untuk mengatur daerahnya.

Filosofi Dasar dalam Otonomi Daerah

Mengutip dari buku Kebijakan Publik yang terbit pada tahun 2014, ada hal-hal yang sifatnya filosofis dari otonomi daerah, yakni:

· Eksistensi pemerintah daerah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat yang demokratis

· Kewenangan yang diserahkan kepada daerah harus menciptakan demokratisasi kebijakan

· Pelayanan publik menciptakan kesejahteraan masyarakat

· Pelayanan publik sifatnya fundamental

Jenis Otonomi Daerah

Otonomi daerah ini terkategorisasi menjadi beberapa jenis. Hal ini dituturkan oleh S.H. Sarundajang dalam bukunya yang berjudul Arus Balik Kekuasaan Pusat ke Daerah, yaitu:

· Otonomi Organik, yaitu otonomi menjadi akumulasi urusan yang memiliki peran untuk menentukan ritme dari badan otonom

· Otonomi Formal, yaitu segala hal yang menyangkut persoalan otonom tidak memiliki limitasi secara positif

· Otonomi Materiil, yaitu kewenangan daerah dilimitasi secara positif, terperinci, dan tegas untuk mengatur suatu kebijakan

· Otonomi Riil, yaitu pemerintah daerah memiliki legitimasi wewenang pangkal untuk kemudian dieksekusi secara gradual

· Otonomi Nyata, yaitu hak dan wewenang pemerintah daerah untuk mengurus "rumah tangganya" sendiri sesuai dengan konstitusi

Tujuan dari Otonomi Daerah

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa otonomi daerah adalah suatu hal yang sifatnya prinsipil dan substantif bagi negara Indonesia. Tetapi, kira-kira tujuannya apa? Menurut Sjafrizal dalam Perencanaan Pembangunan Daerah Dalam Era Otonomi ada tiga tujuan utama dari otonomi daerah, yaitu:

  • Political Equality

Mengelaborasikan otonomi daerah sebagai suatu kebijakan akan turut serta dalam meningkatkan partisipasi politik di tingkatan daerah. Tentu hal ini sangat penting, terutama untuk mengejawantahkan demokratisasi dalam pengelolaan negara.

  • Local Accountability

Menjalankan otonomi daerah berarti ikut mengakselerasi dan mengeskalasi tanggung jawab pemerintah daerah dalam mencapai sistem yang aspiratif oleh masyarakat daerah. Hal ini juga berimplikasi terhadap pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan ekonom daerah yang akan meningkat.

  • Local Responsiveness

Terakhir, otonomi daerah akan ikut mengeskalasi respon pemerintah terhadap berbagai persoalan sosial maupun ekonomi di tingkat daerah. Aspek ini juga penting, sebab otonomi daerah akan menjadi sistem yang menuntaskan beberapa problematika di tingkat yang jauh dari pusat.

Sehingga kesimpulannya, otonomi daerah adalah produk konstitusi di era reformasi yang memiliki berbagai tujuan untuk menyejahterakan masyarakat di daerah.



Simak Video "53 Ribu Kawasan Hutan Negara Dikonversi untuk Peningkatan Produktivitas Lahan"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia