Benarkah Jamur Bisa Berbicara Satu Sama Lain? Ini Hasil Studi Terbaru

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 25 Mei 2022 08:30 WIB
jamur liar spesies amanita
ilustrasi jamur. Foto: thinkstock
Jakarta -

Ternyata tidak hanya manusia dan hewan yang dapat saling berinteraksi satu sama lain. Studi terbaru menemukan jika jamur dapat berinteraksi satu sama lain melalui sinyal elektrik yang dimilikinya.

Menurut peneliti dari University of the West of England Andrew Adamatzky, adanya aktivitas elektrik dari empat spesies jamur. Penelitian tersebut dimuat dalam jurnal yang berjudul Royal Society Open Science.

Ia menemukan lonjakan aktivitas listrik digunakan oleh jamur untuk berkomunikasi dan mengirimkan informasi ke jamur lain. Jamur mengirimkan sinyal listriknya satu sama lain melalui hifa. Hifa adalah sulur panjang berserabut yang digunakan organisme untuk tumbuh dan menjelajah.

Menurut laporan The Guardian penelitian sebelumnya menunjukkan jika jumlah aliran listrik yang mengalir di hifa menyerupai neuron. Aliran tersebut meningkat ketika jamur menemukan sumber makanan baru.

Hal itu menunjukkan jamur menggunakan bahasa tersebut untuk saling berkabar mengenai sumber makanan terbaru.

Jamur yang Diteliti

Adam meneliti empat spesies jamur yaitu enoki, split gill, ghost, dan jamur ulat. Jamur-jamur itu kemudian dimasukkan ke dalam elektroda kecil lalu Adam mencatat aktivitas listriknya.

Temuan menunjukkan aliran listrik sering terjadi saat para jamur berkelompok. Aliran listrik tersebut menyerupai kosakata manusia hingga 50 kata.

"Kami menganggap komunikasi jamur cocok dengan bahasa manusia," ujar Adam yang dikutip dari laman The Scientist.

Jamur jenis Split gills yang tumbuh di kayu yang busuk memiliki pola bicara yang paling rumit.

"Jamur yang berkelompok dapat membuat rangkaian aliran listrik untuk menunjukkan lokasi mereka yang mirip dengan lolongan serigala," ujar Adam.

Sedangkan untuk jamur paku tidak berinteraksi dan tidak ada proses fisik yang terlihat.

Adapun, beberapa penelitian lain menyebut paku merupakan bahasa jamur. Hal ini terlihat dari perilaku berdenyut telah dicatat sebagai nutrisi transportasi jamur yang menyebabkan lonjakan dalam studi terbaru.

"Makalah baru ini mendeteksi pola ritmik dalam sinyal listrik, dengan frekuensi yang sama dengan jumlah nutrisi yang kami temukan," ujar peneliti dari University of Exeter Dan Bebber.

"Penelitian komunikasi antar jamur perlu diteliti lebih lanjut," ujar Dan.



Simak Video "Tongseng Jamur, Gurih Lezat Kuah Kental Dengan Isian Daging Jamur, Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia