Sering Mendengkur saat Tidur Bisa Berbahaya? Ini Kata Pakar Unair

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 12 Mei 2022 16:30 WIB
ilustrasi tidur mendengkur
Foto: iStockphoto/AndreyPopov/Sering Mendengkur saat Tidur Bisa Berbahaya? Ini Kata Pakar Unair
Jakarta -

Apakah kamu pernah atau sering mendengkur saat tidur? Kebiasaan ini seringkali dianggap wajar dan biasa. Namun, juga sering dianggap sebagai akibat dari kelelahan.

Dokter Klinik Pusat Layanan Kesehatan Universitas Airlangga (PLK Unair), Elfrida Fausthina Lani, mengungkapkan bahwa kebiasaan mendengkur disebabkan oleh menyempitnya saluran napas.

Namun jika dilihat dari kondisinya, mendengkur dibagi menjadi dua, yakni kondisi normal dan abnormal.

Bagaimana Ciri-ciri Mendengkur yang Normal?

Dokter Elfrida menjelaskan bahwa mendengkur norma terjadi ketika seseorang sangat kelelahan atau menderita penyakit ringan.

Pada kondisi ini apabila lelah maupun penyakitnya sembuh, kebiasaan mendengkur juga akan hilang. Sedangkan mendengkur yang tidak normal atau abnormal bisa dilihat ketika tidurnya cukup namun masih ngantuk berat.

"Bagaimana ngorok yang tidak normal? Itu adalah ketika seseorang itu mengorok tapi dia mempunyai kondisi tidur yang cukup, sekitar 6-8 jam, tapi ketika bangun, rasanya masih ngantuk, tidak fresh. Ketika siang, itu masih ngantuk berat," terang Dokter Elfrida dikutip dari laman resmi Unair.

Kondisi Mendengkur yang Tidak Normal

Lebih lanjut Dokter Elfrida mengatakan bahwa kondisi mendengkur yang tidak normal disebut juga dengan gangguan apnea tidur obstruktif atau obstructive sleep apnea (OSA).

"Ketika tidur, dia terbangun beberapa kali karena terhenti napasnya selama kurang lebih 10 detik. Otomatis otak akan merangsang kan untuk kita itu harus bernapas, akhirnya (terbangun dengan, red) kayak terkejut," paparnya.

Dokter Klinik PLK Unair menambahkan, bahwa gangguan apnea tidur obstruktif tidak hanya dialami oleh orang-orang berumur saja. Hal ini karena penyempitan saluran napas tidak memandang usia.

"Penyempitannya ini banyak sebabnya, misal seperti karena otot yang melemah ketika tidur atau ada gangguan pada sarafnya," jelasnya.

Waspada Kebiasaan Mendengkur

dr Elfrida juga mewanti-wanti masyarakat untuk tidak menyepelekan kebiasaan mengorok yang berkelanjutan karena hal itu tentu memengaruhi kualitas hidup seseorang dan dapat menimbulkan penyakit komplikasi.

Sebagai dampak dari menurunnya asupan oksigen ke otak, komplikasi yang dapat terjadi antara lain gangguan stroke, gangguan metabolisme, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, untuk mencegah gangguan apnea tidur obstruktif, dr Elfrida membagikan beberapa tips yang dapat dipraktikkan.

"Yang pertama, jaga berat badan agar tidak obesitas. Yang kedua, olahraga. Yang ketiga, hindari merokok, minum-minuman alkohol, makan-makanan juga harus dipilih juga, tidak sembarangan, tidak sering makan makanan yang hanya daging-dagingan saja, diimbangi juga dengan buah dan sayur," tuturnya.



Simak Video "Siapa Saja yang Disarankan untuk Jalani Meditasi?"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia