18 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Merusak Otak, Hati-hati Mager juga Termasuk!

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Sabtu, 18 Des 2021 13:00 WIB
Teenage boy having problems in finishing homework
Ilustrasi. Ada sejumlah kebiasaan yang dianggap sepele, namun justru dapat membahayakan otak manusia. Apa saja? (Foto: Getty Images/damircudic)
Jakarta -

Ada banyak kegiatan atau tips yang sudah banyak beredar terkait cara-cara menjaga kesehatan tubuh. Lantas, bagaimana dengan kesehatan otak? Padahal otak merupakan bagian penting dalam tubuh manusia. Otak memegang kendali seluruh fungsi utama tubuh saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Menurut neuropsikolog dan Direktur Pusat Pencegahan Gerakan Alzheimer Wanita di Klinik Cleveland, Jessica Caldwell, ada beberapa aktivitas yang dinilai sepele tetapi memberi dampak yang buruk bagi kesehatan otak.

"Mengubah satu dari kebiasaan ini dapat mengubah cara kerja otakmu dan membantu kamu menua dengan lebih sehat dan lebih baik. Tidak ada kata terlambat untuk memulai," kata Caldwell, seperti yang dikutip dari laman AARP.

Untuk itu perlu diketahui, ada 18 kebiasaan yang dianggap sepele tetapi dapat merusak otak menurut para pakar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikutip dari laman Medicover Hospitals dan laman OnHealth merilis daftarnya sebagai berikut. Ada apa saja ya?

18 Kebiasaan Sepele yang Dapat Merusak Otak

1. Berlebihan Mengonsumsi Garam

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Neurology, garam disebut sebagai salah satu faktor penyumbang tekanan darah tinggi. Penelitian ini membuktikan, asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan dapat memicu beberapa risiko lainnya.

Seperti, menyebabkan defisit kognitif ringan hingga peningkatan risiko stroke. Risiko stroke yang tinggi inilah kemudian memicu kerusakan otak yang cukup parah.

2. Konsumsi Gula Berlebihan

Dikatakan dalam Newsweek, tingginya konsumsi gula dapat berakibat pada naiknya kadar glukosa dalam aliran darah. Tingginya kadar gila ini juga akan mengurangi senyawa dalam otak yang dinamakan dengan brain-derived neurotrohic factor (BDNF) yang fungsinya adalah membentuk ingatan baru saat kita belajar hal baru.

Jadi, ketika pola makan kita tinggi gula, kemampuan otak untuk belajar dan membentuk memori juga turut terhambat.

3. Menutup Kepala Saat Tidur

Menurut Medicover Hospitals, menutup kepala saat tidur menjadi salah satu kebiasaan yang dapat merusak otak. Pasalnya, hal ini dapat mengakibatkan otak mengalami kekurangan pasokan oksigen. Jika kita ingin mendapatkan porsi oksigen yang tepat agar kemampuan berpikir optimal, maka jangan menutup kepala saat tidur.

4. Mendengar dengan Volume Tinggi

Pakar Charles Patrick Davis, MD, PhD dalam OnHealth mengungkapkan, gangguan pendengaran akibat terlalu banyak mendegarkan musik dengan volume tinggi berhubungan dengan kerusakan otak.

Pasalnya, otak menjadi harus bekerja lebih keras untuk memproses apa yang dikatakan dan tidak mampu menyimpan apa yang didengar ke dalam memori. Sebab itu, hindari menaikkan volume lebih dari 60% dari volume maksimum, ya!

5. Malas Beraktivitas atau Mager

Davis juga mengatakan bahwa semakin lama kita tidak berolahraga, maka kemungkinan mengalami demensia akan lebih besar. Di samping itu, ada beberapa risiko lain yang mengintai seperti penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi, yang mana semua ini juga berkaitan dengan Alzheimer.

6. Kurang Terpapar Sinar Matahari

Aktivitas berikutnya ini masih memiliki kaitan dengan aktivitas sebelumnya. Davis menjelaskan, ada hubungan antara paparan sinar matahari yang rendah dengan fungsi otak yang buruk.

Selain diperlukan untuk menjaga kadar vitamin D dalam tubuh, paparan sinar matahari juga dianggap dapat meningkatkan kesehatan mental dan fungsi kognitif agar terhindar dari penurunan kognitif dan demensia.

7. Kurang Bersosialisasi

Manusia adalah makhluk sosial. Kondisi ini, menurut Davis, membuat tiap manusia membutuhkan komunikasi untuk bertahan hidup dan berkembang. Kekurangan berinteraksi dapat menurunkan fungsi kognitif otak hingga dampak parahnya menyebabkan depresi.

8. Terlalu Banyak Menghirup Udara yang Tercemar

Studi menemukan bahwa orang yang tinggal dekat dengan jalan raya atau jalan raya dengan lalu lintas padat memiliki risiko demensia yang lebih tinggi. Terkena polusi dari mobil juga dapat mempengaruhi kognisi secara negatif.

9. Merokok

Menurut Davis, nikotin yang terkandung dalam rokok dapat menyusutkan otak. Dampak jangka panjang dari penyusutan otak ini adalah penyakit alzheimer hingga kehilangan kemampuan daya ingat otak.

10. Tidak Sarapan

Punya kebiasaan melewatkan sarapan? Hati-hati, kebiasaan ini akan membawa pengaruh buruk pada otak. Pasalnya, setelah bangun tidur manusia membutuhkan nutrisi penting. Melewatkan sarapan akan berakibat pada kadar glukosa darah yang rendah sehingga berdampak negatif pada fungsi otak.

11. Multitasking

Orang yang multitasking biasanya selalu dibanjiri pujian karena berhasil mengerjakan banyak kegiatan dalam satu waktu. Namun, para peneliti di Stanford University mengungkapkan bahwa orang yang terbiasa dibombardir dengan berbagai informasi memiliki hubungan dengan gangguan daya ingat.

Bahkan, penelitian dari University of London menunjukkan, ternyata multitasking juga dapat menurunkan skor IQ untuk sementara hingga 15 persen.

12. Memaksakan Bekerja saat Sakit

Bekerja dalam kondisi tubuh yang sakit mengakibatkan rasa tegang dan stres. Sebab, banyak energi yang dibutuhkan tubuh untuk penyembuhan tengah dialihkan untuk menuntaskan pekerjaan.

Padahal, memaksakan diri untuk bekerja ketika sakit sama artinya memaksa otak untuk bekerja di masa pemulihan hingga dapat meningkatkan gangguan memori. Bahkan, dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat lebih rentan terhadap penyakit.

13. Kurang Tidur

Medicover Hospitals mengungkapkan, porsi tidur yang tidak cukup dapat mempengaruhi bagian kecil dalam otak yang dinamakan hippocampus. Bagian ini berfungsi dalam mengingat informasi baru dan mengaitkan emosi ke dalam memori tersebut.

Kurangnya jam tidur hanya satu malam pun, bisa mempengaruhi kapasitas otak untuk mengingat informasi yang baru.

14. Terlalu Banyak Tidur

Sama seperti kurang tidur, terlalu banyak tidur juga tidak baik untuk otak. Penyebabnya, tidur berlebihan akan membuat otak tidak cukup aktif serta melemahkan daya pikir. Metabolisme tubuh juga dapat menurun dan tubuh menjadi kaku.

15. Kurang Berimajinasi

Kegiatan berimajinasi nyatanya dapat merangsang otak untuk selalu aktif dan berpikir tajam. Sehingga, kurangnya imajinasi akan berakibat sebaliknya. Beberapa cara untuk melatih imajinasi adalah membaca, nonton film, menggambar, dan berbagai kegiatan lainnya.

16. Kurang Minum Air Putih

Otak mengandung sekitar 80 persen air. Sebab itu, otak membutuhkan banyak asupan air agar kita dapat berpikir cepat dan fokus. Jadi, kondisikan agar tetap dalam keadaan terhidrasi sepanjang waktu ya!

17. Terlalu Banyak Makan

Makan berlebihan tidak hanya mendorong penambahan berat badan, tapi juga mengakibatkan kembung, dan berbagai penyakit berbahaya lainnya termasuk gangguan pada otak. Sejumlah penelitian mengungkap, asupan kalori tinggi pada jangka waktu yang lama menyebabkan hilangnya memori atau gangguan kognitif ringan (MCI) di masa depan.

18. Kesepian atau Selalu Sendirian

Orang-orang yang ada di sekitar kita dapat membuat lebih bahagia dan produktif. Sifat manusia sebagai makhluk sosial menyebabkan interaksi sosial mampu merangsang pikiran dan membuat seseorang bisa tetap waspada dan bahagia.

Sebaliknya, terlalu sering mengisolasi diri akan berakibat depresi dan kecemasan. Rasa kesepian juga memicu risiko penurunan kognitif otak dan terjadinya demensia.

Hati-hati ya, detikers!



Simak Video "Mencicipi Gurihnya Otak-otak Khas Kepulauan Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia