Pemanasan Global: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 12 Mei 2022 09:30 WIB
Composite image made out of two different images showing the Chacaltaya mountain top, 40 km from La Paz in different periods: on top on October 1, 1973 and at the bottom as photographed on November 9, 2009.  The renown Chacalyayas ski run, at 5,300 meter (18,500 feet) above sea level, is now dead because of the global warming and all that remains of its past splendor is a rocky hilltop. During Chacaltayas Golden Times in the 60s, its ski slope covered a surface of 1,6 square km, whilst the snow today covers some ten square meters only.  AFP PHOTO/AIZAR RALDES (Photo by AIZAR RALDES / AFP)
Foto: AFP/AIZAR RALDES/Pemanasan Global: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya
Jakarta -

Pemanasan global menjadi isu lingkungan dunia yang masih terus diperbincangkan. Terlebih dengan masih maraknya kegiatan alih guna lahan yang bisa membuat suhu bumi semakin meningkat.

Pemanasan global juga mengakibatkan mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan. Seperti yang terjadi pada Kawasan Arktik yang memanas dua kali lebih cepat dari bagian dunia lainnya. Akibatnya, kumpulan es di lautan yang berwarna putih semakin menipis atau menghilang.

Beberapa negara seperti Belanda, Singapura dan negara Eropa lainnya bahkan saat ini sedang membangun atau melebarkan wilayah negara dengan membuat bendungan dan pasir di pantai agar tidak terkena dampak pemanasan global yaitu naiknya permukaan air laut.


A. Pengertian Pemanasan Global

Pemanasan global adalah suatu fenomena global yang dipicu oleh kegiatan manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan fosil dan kegiatan alih guna lahan.

Kegiatan ini menghasilkan gas-gas yang semakin lama semakin banyak jumlahnya di atmosfer, terutama gas karbon dioksida (CO2) sehingga terjadi peningkatan suhu bumi.


B. Penyebab Pemanasan Global

Mengutip laman Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, berikut ini beberapa penyebab pemanasan global.


1. Efek rumah kaca

Seperti yang diketahui bahwa segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi.

Kemudian permukaan Bumi akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar.

Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini.

Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.


2. Efek umpan balik

Penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. '

Misalnya pada pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer.

Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air.


3. Peternakan (konsumsi daging)

Dalam laporan terbaru, Fourth Assessment Report, yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), satu badan PBB yang terdiri dari 1.300 ilmuwan dari seluruh dunia, terungkap bahwa 90% aktivitas manusia selama 250 tahun terakhir inilah yang membuat Bumi semakin panas.

IPCC juga menyimpulkan bahwa 90% gas rumah kaca yang dihasilkan manusia, seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida, khususnya selama 50 tahun ini, telah secara drastis menaikkan suhu Bumi.

Menurut Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa tentang peternakan dan lingkungan yang diterbitkan pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa, "industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). "

Jumlah itu hampir seperlima (20 persen) dari emisi karbon berasal dari peternakan. Jumlah itu juga melampaui jumlah emisi gabungan yang berasal dari semua kendaraan di dunia.


C. Dampak Pemanasan Global

Mengutip e-modul Kemendikbud bertajuk Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII oleh Lina Herliana dan Rangga Bhakty Iskandar, dampak pemanasan global antara lain adalah sebagai berikut.

- Suhu Bumi semakin meninggi, sehingga es-es di kutub mencair. Peristiwa ini kemudian berdampak pada kenaikan volume air laut.


- Lapisan ozon (atom oksigen pada atmosfer) menipis. Sementara, dia memiliki fungsi mengatur dan menyerap sinar ultraviolet yang masuk ke permukaan bumi, menjaga kestabilan suhu Bumi, dan melindungi dari benda-benda langit yang jatuh ke Bumi.


- Mempengaruhi kesehatan makhluk hidup.


- Menyebabkan punahnya sejumlah spesies hewan serta tumbuhan.


- Mengakibatkan hilangnya terumbu karang.


- Dengan timbulnya kenaikan permukaan air laut, tepi pantai menjadi tidak layak huni.


- Terjadinya perubahan iklim yang ekstrem di berbagai wilayah di Bumi. Cuaca bisa sangat sulit diduga, bisa sangat panas atau sangat dingin.


- Curah hujan dan cuaca tidak menentu, sehingga menyebabkan terganggunya hasil panen.

Itulah pengertian pemanasan global lengkap dengan penyebab dan dampaknya. Yuk jaga bumi kita selalu detikers agar pemanasan global tidak semakin parah.



Simak Video "Gelombang Panas di Spanyol Picu Kebakaran Hutan"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia