Puasa Ramadan Mahasiswa RI di Qatar, Menikmati Bacaan Tartil Imam Masjid

Rosmha Widiyani - detikEdu
Sabtu, 30 Apr 2022 16:00 WIB
Ramadan mahasiswa RI di Qatar.
Ramadan mahasiswa RI di Qatar. Foto: Dok Siti Khumairotuzzahra.
Jakarta -

Puasa Ramadan di luar negeri selalu memberi kisah tak terlupakan. Tak terkecuali bagi Siti Khumairotuzzahra, mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Qatar University jurusan Arabic for non native speakers program.

Menurut Siti, salah satu hal yang akan selalu diingat adalah bacaan imam saat sholat tarawih yang sangat tartil. Dikutip dari repository UIN Raden Intan, tartil adalah membaca huruf Al Quran dengan makhraj yang tepat.

Tartil cenderung membuat bacaan Al Quran menjadi pelan dan perlahan. Namun cara membaca tartil menekan risiko terjadinya kesalahan, sehingga makna tiap ayat Al Quran tersampaikan dengan baik. Bacaan juga lebih enak didengar.

"Di sini bacaannya tartil banget, jadi sangat menikmati sholat. Bacaannya sangat merdu," kata Siti yang juga sedang menempuh pendidikan S2 di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa Barat, jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Menurut Siti, sholat tarawih dan witir di Qatar umumnya berlangsung sebanyak 11 rakaat. Sholat disertai qunut di akhir witir dan kultum di akhir pelaksanaan ibadah. Bila sudah witir, biasanya tidak ada lagi bacaan doa di akhir sholat tarawih.

Siti biasa sholat tarawih di asrama tempatnya tinggal selama kuliah. Namun beberapa temannya ada yang memilih sholat tarawih di luar asrama untuk mendapatkan suasana Ramadan. Sholat tarawih biasanya berlangsung satu jam tanpa terasa lambat, karena bacaan imam yang sangat baik.

Selain bacaan imam yang sangat tartil, hal lain yang sangat khas saat puasa Ramadan adalah tembakan meriam. Tembakan ini menandakan telah tiba waktu iftar atau buka puasa. Meriam ditembakkan di beberapa tempat, sehingga terdengar ke se seluruh penjuru negeri.

Ramadan mahasiswa RI di Qatar.Ramadan mahasiswa RI di Qatar. Foto: Dok Siti Khumairotuzzahra.

Dikutip dari situs ILoveQatar.net, tradisi penembakan meriam jelang buka puasa Ramadan disebut midfaa iftar. Pada zaman dulu, tradisi ini dianggap sebagai cara terbaik mengumumkan berakhirnya puasa hari itu. Saat ini, penembakan meriam diawasi dan diatur langsung tentara nasional Qatar.

Qatar memang menyuguhkan berbagai hal menarik saat puasa Ramadan. Berbagai kemudahan juga dirasakan Siti selama berpuasa dan kuliah. Namun keduanya tak menghapus rasa kangen rumah dan keluarga di saat bulan Ramadan.

Siti berharap bisa segera menyelesaikan kuliah dan pulang ke Indonesia. Untuk saat ini, Siti berharap bisa menunaikan puasa Ramadan dengan baik plus ibadah wajib dan sunahnya.



Simak Video "Melihat Megahnya Stadion Lusail, Venue Piala Dunia Qatar 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(row/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia