Kisah Ramadan Mahasiswa RI di Yaman, Sholat Tarawih Bisa 120 Rakaat

Rosmha Widiyani - detikEdu
Jumat, 29 Apr 2022 07:12 WIB
Ramadan mahasiswa RI di Yaman.
Ramadan mahasiswa RI di Yaman. Foto: Dok Ali Mas'ud Imron.
Jakarta -

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan Allah SWT. Tak heran jika tiap muslim berlomba melaksanakan ibadah wajib, misal puasa Ramadan, disertai amalan sunah, tadarus, dan bersedekah.

Besarnya motivasi dan semangat para muslim diceritakan Al Mas'ud Imron, seorang mahasiswa RI yang pernah kuliah di Yaman. Ali menyelesaikan pendidikan S1 di Al-Ahgaff University.

Ramadan mahasiswa RI di Yaman.Ramadan mahasiswa RI di Yaman. Foto: Dok Ali Mas'ud Imron.

"Di Yaman sholat tarawih bisa 120 rakaat. Untuk kami yang pelajar, biasanya sholat tarawih 40 rakaat pokoknya lebih dari 20," kata Ali yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PPI Yaman periode 2020-2021.

Menurut Ali, perhitungan jumlah rakaat sholat tarawih saat puasa Ramadan diperoleh berdasarkan jadwal pelaksanaan ibadah di tiap masjid. Faktor yang mempengaruhi adalah jumlah rakaat, gaya bacaan, dan kecepatan sholat tarawih.

Faktor lain yang menentukan perhitungan total rakaat sholat tarawih adalah jumlah masjid. Ali mengatakan, satu desa di Yaman, misal Tarim, bisa memiliki 360 masjid. Perhitungan dilakukan bila sholat tarawih dilakukan di 180 masjid bergantian.

"Di Yaman sholat tarawih ada yang ba'da isya, jam 8 malam, atau setelahnya hingga waktu sahur. Sholatnya pindah-pindah sesuai jadwal tiap masjid. Jika sudah selesai di satu masjid, pindah ke masjid lain. Dengan jadwal dan perhitungan inilah diperoleh 120 rakaat," kata Ali.

Tentunya, tiap mahasiswa bisa sholat tarawih sesuai kemampuannya. Tiap mahasiswa menghitung sendiri jumlah rakaat yang telah dilakukan, lalu menjadikan total tersebut angka ganjil. Setelah sholat para mahasiswa bisa melanjutkan kegiatan lain.

Selain sholat tarawih, tiap musjid biasa menggelar pengajian tiap sore sampil menunggu waktu buka puasa. Pengajian umum ini bisa disebut rohah yang artinya Istirahat. Maknanya adalah jeda dari urusan duniawi dan fokus pada ibadah selama Ramadan.

Menurut Ali yang kini diberi amanah sebagai Wakil Koordinator PPID Kawasan Timur Tengah-Afrika, masyarakat Yaman benar-benar memanfaatkan Ramadan sebagai bulannya ibadah. Sikap ini mendapat dukungan dari pemerintah setempat.

"Hanya pada bulan Ramadan, kantor pemerintahan buka jam 10 pagi sampai jam 1 siang. Pagi di Yaman saat bulan Ramadan sangat sepi dan baru ramai ketika sore hari. Keramaian ini berlanjut hingga malam hari dengan ibadah," kata lulusan Pondok Pesantren Lirboyo ini.

Puasa Ramadan di Yaman tentu memberi kenangan khusus bagi Ali. Sama seperti ketika berada di Yaman, Ali berharap bisa melaksanakan puasa Ramadan pada tahun ini dengan sebaik-sebaiknya.



Simak Video "Suasana Ngaji Kilatan di Ponpes Lirboyo Kediri"
[Gambas:Video 20detik]
(row/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia