Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Calon Maba Kudu Tahu!

Afifah Rahmah - detikEdu
Rabu, 27 Apr 2022 19:30 WIB
Doctor using a digital tablet. Technology and medicine concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/AlexRaths
Jakarta -

Peristiwa menyakitkan atau momen tertentu dapat memicu masalah kesehatan mental bagi manusia. Tak jarang akhirnya seorang profesional seperti psikolog dan psikiater dibutuhkan untuk menyembuhkan luka yang tak terlihat itu. Pasalnya dari luka yang tak terlihat dapat berdampak pula ke fisiknya. Tapi, apa bedanya psikolog dan psikiater?

Dikutip dari Jurnal Peran Psikolog dalam Bidang Pendidikan, Pemerintahan dan Industri yang ditulis oleh Muhammad Uyun (2020), psikolog adalah profesi seseorang yang ahli dalam bidang psikologi, khususnya dalam mempelajari tingkah laku, emosional, dan proses mental seseorang. Seorang psikolog memiliki wewenang yaitu memberikan layanan kebutuhan psikologi berupa praktik klinis maupun konseling.

Sementara itu, dilansir All Psychology Schools, psikiater adalah spesialisasi dari ilmu kedokteran yang memahami diagnosis untuk pasien yang mengalami gangguan mental dan memberikan perawatan berupa psikoterapi dan psikofarmakologi sesuai dengan kebutuhan pasien tersebut.

Perbedaan Psikolog dan Psikiater
Keduanya memang sama-sama berkaitan dengan kesehatan mental, mulai dari emosional, perasaan, pikiran, hingga cara kerja otak kita. Namun terdapat perbedaan signifikan dari kedua profesi ini, berikut penjelasannya.

Beda Psikolog dan Psikiater dari Segi Gelar Pendidikan

Beda psikolog dan psikiater dapat dilihat dari gelar pendidikan yang dimiliki. Psikolog biasanya bergelar doktor filsafat (Ph.D) atau psikologi (PsyD) yang diperoleh dari pendidikan selama 6 tahun dan magang atau pengawasan dalam jangka waktu tertentu.

Mengikuti kurikulum baru di Indonesia, untuk menjadi psikolog perlu menyelesaikan pendidikan sarjana psikologi (S1) kemudian mengambil program magister psikologi profesi (S2). Tidak sampai di situ, kita harus mendapatkan izin praktik dari pihak berwenang.

Sedangkan psikiater adalah dokter medis yang harus menyelesaikan pelatihan hingga kurang lebih selama 11 tahun termasuk pendidikan kedokteran umum, magang dokter umum, dan lanjut ke spesialis kejiwaan. Biasanya psikiater memiliki gelar dr. SpKJ (dokter spesialis kedokteran jiwa).

Beda Psikolog dan Psikiater dari Segi Pengobatan
Dari segi pengobatan dan perawatan untuk pasien, psikolog dan psikiater memiliki perbedaan yang menonjol. Tanggung jawab psikolog lebih ke arah perawatan dengan fokus pola perilaku pasien.

Sementara psikiater memberikan resep obat, terapi fisik, hingga pemeriksaan fisik pada pasien untuk mengevaluasi efek dari resep obat. Dalam artian, pasien mengalami gejala serius sehingga membutuhkan obat.

Beda Psikolog dan Psikiater dari Segi Praktik Kerja

Dalam praktiknya, seorang psikolog menjalankan suatu tes untuk mengumpulkan informasi secara objektif berkaitan dengan memahami karakter seseorang. Psikiater kurang lebih serupa menelaah perilaku pasien, namun psikiater menganalisis lebih ke bidang biologi dan neurokimia.

Masalah kejiwaan bisa saja disebabkan oleh keadaan tubuh yang tidak sehat dan dapat disembuhkan dengan mengobati organ tubuh yang berhubungan dengan gejala kejiwaan tersebut. Seseorang yang ditangani oleh psikiater disebut pasien.

Meski terdapat perbedaan, peran psikolog dan psikiater tetap sama yakni menangani gangguan kejiwaan seseorang. Kerja sama pun dapat dilakukan antar keduanya, psikolog dapat merekomendasikan kliennya untuk pergi ke psikiater apabila penanganan klinis lebih lanjut diperlukan.

Jadi, bedanya psikolog dan psikiater dapat kita lihat dari segi pendidikan, pengobatan, hingga praktik kerjanya. Setelah mengetahui perbedaan psikolog dan psikiater di atas, jangan sampai tertukar ya detikers!



Simak Video "Sejumlah Orang Anggap Spirit Doll Hidup, Psikiater: Periksa ke Dokter"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia