Pakar Unair Ungkap Gejala Burnout pada Mahasiswa dan Cara Mengatasinya

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 26 Apr 2022 10:00 WIB
ilustrasi stres
Foto: shutterstock/Pakar Unair Ungkap Gejala Burnout pada Mahasiswa dan Cara Mengatasinya
Jakarta -

Burnout tidak hanya terjadi pada pekerja, mahasiswa juga rentan terkena kelelahan ini. Menurut studi Health Line, pada 2021 tercatat sebanyak 40% mahasiswa mengalami burnout.

Burnout adalah suatu kondisi kelelahan emosional, mental, hingga fisik karena stres yang berlebihan dan berkepanjangan. Burnout bisa dialami akibat kelelahan di lingkungan kerja atau kuliah secara berkepanjangan.

Dosen Psikologi UNAIR, Margaretha Spsi PGDip Psych G Cert Ed Msc menjelaskan cara mengenali gejala dan mengatasi burnout. Ia mengungkapkan bahwa pada usia-usia produktif yang menjadi pemicu burnout adalah pekerjaan.

Jelasnya, pekerjaan dapat sangat menyita waktu dan tenaga. Hal ini juga berkaitan dengan duck syndrom.

''Situasi di mana penderita terlihat benar-benar tenang, padahal kenyataannya mereka sedang panik berusaha untuk memenuhi tuntutan hidup mereka,'' jelas Margaretha dikutip dari laman resmi UNAIR, Senin (25/4/2022).

Beberapa hal yang sering diperlihatkan oleh penderita duck syndrom salah satunya ialah depresi, kecemasan atau tahap awal dari banyak penyakit mental. Selain duck syndrome, kelelahan akibat beban kerja juga dapat menyebabkan burnout. Begini gejalanya.

3 Gejala Burnout

1. Kelelahan
Kelelahan merupakan salah satu gejala burnout. Konselor anak dan remaja itu menyajikan data bahwa selama pandemi, 67 persen pekerja mengalami kelelahan.

2. Depersonalisasi
Depersonalisasi merupakan perilaku melindungi diri dari perasaan kecewa. Hal ini termasuk kecenderungan untuk menarik diri serta mengurangi keterlibatan dalam kegiatan.

"Penderita menganggap dengan berperilaku demikian, akan merasa aman dan terhindar dari ketidakpastian,'' ucapnya.

3. Sulit Fokus
Individu yang mengalami burnout akan kesulitan menjaga fokus.

"Gejala kognitifnya bisa juga tidak bisa fokus atas apa yang sedang dilakukannya karena sering lupa,'' paparnya.

Kemudian, bagaimana cara mengatasi burnout?

Tips Mengatasi Burnout

1. Pahami Pattern Stres
Pattern stress merupakan pola individu dalam menghadapi stres. Pola setiap orang akan berbeda jadi penting untuk memahami diri sendiri.

"Terkadang, ketika mengalami suatu tidak mengenakkan itu harus diterima dan dipahami dulu, lalu identifikasi sehingga paham pola pencegahannya,'' jelasnya.

2. Bayangkan Diri Sendiri Bisa Menanggapi Suatu Konflik
"Menutup mata terlebih dahulu lalu tarik nafas dan menyadarinya,'' jelasnya.

Dengan melakukan hal ini, dapat meningkatkan kepercayaan diri individu dalam menghadapi permasalahan.

Nah, itulah gejala dan cara mengatasi burnout. Jika kamu merasa butuh bantuan profesional akibat burnout, jangan ragu untuk mengunjungi psikolog, ya.



Simak Video "Mindful Demography, Cara Unik Kurangi Overthinking"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/faz)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia