Asal Usul Penamaan Gunung Krakatau: Teori Burung Putih sampai 'Kaga Tau'

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 27 Apr 2022 13:15 WIB
Penampakan Gunung Anak Krakatau saat erupsi siang ini, Senin (18/4/2022).
Asal mula penamaan Gunung Krakatau. Foto: M Iqbal
Jakarta -

Letusan Gunung Krakatau dinilai sebagai yang terbesar kelima di dunia dalam sejarah geologi planet Bumi. Adapun yang lainnya adalah Gunung Toba dan Tambora di Hindia Belanda, Taupo di Selandia Baru, serta Katmai di Alaska. Demikian disebutkan dalam buku Krakatau: Ketika Dunia Meledak, 27 Agustus 1883 oleh Simon Winchester .

Berbagai kemajuan kala itu, mulai dari telegrafi sampai pemasangan kabel di bawah laut, memungkinkan para negara maju mengetahui ledakan ini persis ketika peristiwanya terjadi. Namun, pengetahuan geologis yang masih terbatas dan berkembang pelan, belum mampu memberi penjelasan untuk meredakan kekhawatiran atas semua hal yang mereka tahu.

Saat ini, Gunung Anak Krakatau sendiri sedang berstatus level 3 atau siaga. Dikatakan dalam situs Badan Geologi, Gunung Anak Krakatau pertama kali tumbuh 11 Juni 1927 dikarenakan erupsi dengan komposisi magma basa yang muncul di pusat kompleks Krakatau.

Lalu, sebetulnya dari mana asal usul dan siapakah yang menamai gunung tersebut sebagai Krakatau?

Asal Usul Nama Gunung Krakatau

Sebuah laporan kuno yang disusun pastur Jesuit Prancis, Guy Tachard mengisyaratkan, nama Krakatau sebenarnya adalah onomatopoeia atau kesamaan bunyi dengan yang lain. Laporan ini disusun menarik secara linguistik.

Tachard melewati Pulau Krakatau 80 tahun setelah para kartografer Belanda. Dia menulis dalam buku lognya, "Kami dua kali memutari Pulau Cacatoua, yang disebut demikian karena burung-burung putih yang hidup di pulau itu, yang tidak henti-hentinya mengicaukan nama itu."

Orang-orang lainnya belakangan juga menganggap Krakatoa atau Krakatau (lebih umum bagi orang lokal) sebetulnya berasal dari salah satu dari tiga kata, yakni karta-karkata, karkataka, atau rakata. Sederet kata ini berasal dari bahasa Sansekerta.

Menurut beberapa orang, dalam bahasa Jawa Kuno artinya udang atau kepiting. Ada pula sebuah kata Melayu kelakatoe yang artinya semut putih yang bisa terbang. Pendapat asal usul nama Gunung Krakatau yang berkaitan dengan kepiting dan udang ini beralasan.

Kedua hewan itu saat ini ada di pulau tersebut atau setidaknya mereka ada sampai sebelum letusan Agustus 1883. Salah satu dari kedua alasan tersebut terdengar dapat diterima.

Sebaliknya, teori semut putih sulit diterima karena hewan itu hanya terdapat di bagian timur kepulauan Indonesia. Diceritakan juga, ada teori yang sempat populer di Batavia, yang mengisahkan seorang kapten kapal India bertanya kepada seorang tukang perahu lokal. Dia bertanya mengenai nama gunung runcing sambil menuding. Orang yang ditanya itu menjawab, "Kaga tau."

Buku ini turut menyebutkan, terkadang lain geografer mengajukan lain teori. Sementara, jumlah para geografer itu sangat banyak. Itulah beberapa teori mengenai asal usul nama Gunung Krakatau yang disebut punya salah satu ledakan terdahsyat di dunia.

Simak Video 'Anak Krakatau Erupsi, Masyarakat Diminta Pakai Masker N95':

[Gambas:Video 20detik]



(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia